Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.16


__ADS_3

Tiga jam mata kuliah pagi ini cukup menegangkan sekali. Kesan Teddy sebagai dosen ganteng yang dingin pun masih mendapatkan tempat teratas di hati para mahasiswinya yang tersihir terus dengan pesona Teddy.


Penutupan kelas Teddy di akhiri dengan kuis yang membuat semua mahasiswa di kelasnya bersorak lemah. Di jam rawan perut lapar mereka harus berkonsetrasi dengan beberapa pertanyaan yang membuat kmereka menjadi asal -asalan mengerjakannya.


"Waktu habis. Silahkan kumpulkan hasil pekerjaan kalian di meja dan silahkan pulang. Kita bertemu lagi satu minggu ke depan dengan tugas yang tadi sudah saya beri tahu. Jangan lupa dan jangan sampai ada yang tidak mengerjakannya," ucap Teddy mengingatkan semua mahasiswanya yang sudah carut marut ingin segera keluar dari kelas.


Arsy sudah mengumpulkan hasil pekerjaannya bersama Mega dan mereka kembali ke tempat duduknya lalu membereskan semua buku -bukuya ke dalam tas.


"Pak ... Ini hasil pekerjaan saya. Lalu saya mau bimbingan seminar denagn Bapak, bisa? Soalnya materi yang saya ambil untuk skripsi nanti tentang mata kuliah ini," ucap Emil dengan penuh percaya diri berbicara dengan Teddy yang sedang merapikan semua kertas kuis tadi.


"Sebentar ya. Kamu!! Iya kamu yang lagi hamil, tolong bawakan ini ke kantor saya di lantai tiga. Ada nama saya di depannya," ucap Teddy pada ARsy yang melongo bigung


Mega menyikut lengan Arsy pelan untuk menjawab Teddy yang sdeang berbicara pada dirinya.


"Sy ... Di ajak ngomong itu sama dosen ganteng Disuruh ke ruangannya. Mau gitu," pinta Mega yang juga penasaran dengan sosok Teddy.


Arsy melirik ke arah Mega sama seperti Emil and the genk yang menatap sinis ke arah Arsy. Lalu tatapan Arsy berpindah ke arah Teddy yang sejak tadi menatapnya lekat.


"Gimana? Bisa bantu saya?" tanya Teddy kemudian.


"Bisa Pak. Bisa," jawab Arsy mengambil tasnya dan segera berdiri mengambil tumpukan kertas di meja Teddy.


"Lantai tiga. Masuk saja ada namanya di sana," titah Teddy kembali mengingatkan Arsy. Arsy hanya mengangguk pelan dan memahami semua ucapan Teddy.


Arsy langsung berbalik badan dan mengajak Mega untuk segera pergi dari ruangan itu. Sungguh panas rasanya di dalam sana. Tatapan sinis Emil dan satu genknya membuat Arsy merasa risih dan tidak betah.


"Lo kayak gugup gitu? Sy?" tanya Mega meraa ada yang aneh pada sikap Arsy.


"Gak ih. Gak gugup. Males aja lihat Kak Emil dan kawan -kawannya itu. Mereka tuh kayak sinis gitu. Iya gak sih?" ucap Arsy menuduh.

__ADS_1


"Hemm ... Iya juga sih. Tapi kan apa masalahnya gitu? Secara lo sama Kak Emil baru kenal juga," ucap Mega pada Arsy.


"Ya gak tahu juga. Mungkin karena aku lagi hamil? Dia gak suka? Semua bisa terjadi Mega," ucap Arsy pelan lalu mencari ruangan Teddy di lantai tiga.


"Itu ruangannya," ucap Mega menunjuk salah satu ruangan di ujung dengan nama yang sama dengan dosenny.


"Hu um, yuk masuk ke dalam," ajak Arsy pada Mega.


Arsy mengetuk pintu dulu lalu membuka pintu ruangan itu lalu berjalan ke arah meja dan meletakkan beberapa tumpukan kertas kuis tadi. Ruangannya cukup bersih dan rapi sekali.


"Ehhh ... Bapak," ucap Megayang menunggu ARsy di luar ruangan.


Teddy hanya engangguk kecil dan masuk ke dalam ruangan lalu berjalan ke arah meja kerjanya sambil menyentuh pinggang Arsy dan mengedipkan satu matanya dengan genit.


Arsy hanya menatap ke arah Teddy dan mengangguk kecil dengan hormat. Arsy tidak mau aksi Teddy barsuan membuat Mega bertanya -tanya.


"Permisi Pak. Itu kertasnya sudah ada di meja," ucap Arsy mencebikkan bibirnya kesal.


"Gak apa -apa. Maaf permisi," ucap Arsy langsung menunduk dan membalikkan tubuhnya ingin segera pergi dari sana.


"Sebentar," panggil Teddy kemudian.


Langkah kaki Arsy pun terhenti dan menoelh ke belakang.


"Iya?" jawab Arsy pelan.


"Ini untuk jajan dengan teman kamu," ucap Teddy mengeluarkan dompetnya dan memberikan satu lembar uang merah kepada Arsy.


"Buat saya Pak?" tanya Arsy bingung lalu melirik ke arah Mega yang sedang menatapnya.

__ADS_1


"Iya buat kamu dan teman kamu. Terima kasih sudah menolong saya," ucap Teddy kemudian.


Arsy mengangguk -anggukan kepalanya pelan lalu menghampiri Teddy dan menerima uang merah itu dengan bingung. Tapi , bukan Arsy namanya jika tidak bisa membawa suasan agar tetap terasa biasa saja.


Arsy emmegang uang itu dan memasukkannya ke kantong bajunya dan berjalan menuju kantin kampus.


"Baik banget tuh dosen, sampai ngasih duit segala," ucap Mega bingung.


"Ucapan terima kasih. Dosen juga banyak duit, terima aaja," bisik Arsy terkekeh sendiri.


Keduanya langsung menuju kantin kampus dan memesan beberapa makanan dan minuman yang mereka sukai denagn uang yang diberiakn Teddy tadi.


"Kayaknya bakal sering -sering nih kena traktir kalau di suruh etrus. Kita harus duduk di depan biar kena cipratan rejeki," ucap Mega antusias.


"Hemmm ... Gak gitu juga kali," ucap Arsy menyantap makanannya dengan nikmat.


***


"Tuh dosen baru, belagu amat sih? Cuma minta bimbingan aja gak mau," ucap Rosa ketus.


"Au tuh. Perasaan smeua dosen muda kalau kita deeketin pasti fine -fine aja. Ini malah sok jual mahal," ucap Emil ikut kesal juga.


Tadi setelah menyuruh Arsy dan Mega membawa kertas kuis ke rungannya. Teddy pun ijin untuk segera pergi ke toilet. Emil daan teman -temannya sudah menunggu dan pada akhirnya Teddy menolaknya dengan alasan ia belum kompeten untuk menjadi dosen pembimbing.


"Tapi ... Lo pada lihat gak? Kalau Pak Teddy itu udah pake cincin lho. Bisa jadi udah tunangan atau ...," ucapan Emil terhenti sejenak dan tidak mau mengarah ke arah sana.


"Sudah menikah," ucap Rosa keras.


"Hu um. Gue tadi juga lihat. Berarti tuh dosen udah sold out dong?" ucap Emil lirih. Emil sudah terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama saat Teddy melamar menjadi dosen di Kampus ini.

__ADS_1


"Beuhh ... Ada yang retak tapi bukan tulang, ada yang patah tapi bukan besi. Cuma rasa sakit yang menusuk di dalam dada," ucap Rosa membacakan puisi tentang suasana hati Emil saat ini.


"Argghhhh ... Resek lo semua. Ke Kantin yuk," ajak Emil lalu bangkit beridir dan berjalan cepat menuju kantin.


__ADS_2