Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.4


__ADS_3

Arsy mengangguk menuruti semua ucapan Teddy, suaminya. Arsy juga sedang bahagia saat ini, mode senangnya juga tidak mau ia hancurkan hanya karena perdebatan kecil yang tidak penting.


Teddy menggandeng tangan Arsy dan menaiki tangga ke arah lantai dua. Di atas adalah rooftoop yang di buat sedemikian rupa nyamannya untuk memnadangi bintang di langit di waktu malam, dan memandang kembang -kembang yang cantik di taman bunga buatan Teddy yang di khususkan untuk istri tercintanya.


Arsy mengedarkan pandangannya ke segala arah. Arsy berdecak kagum dengan desain rumah minimalis tapi mewah dan elegan ini. Semua sesuai keinginan Arsy hingga furniture di dalamnya pun adalah pilihan Arsy dalam angan -angannya. Teddy begitu memahami keinginan istri kecilnya itu.


"Waowwww ... Kejutan apa lagi ini? Kenapa bikin Arsy jadi sedih gini," ucap Arsy saat melihat pemandangan dari atas rooftop rumahnya. Itu benar -benar sangat indah.


Arsy semakin mengeratkan tangannya pada genggaman tangan Teddy. Bahasa tubuhnya seolah sedang berbicara, bahwa Arsy sangat bahagia atas kado ini. Teddy melirik ke arah Arsy dan tersenyum tipis.


"Duduk di situ ya? Atau mau lihat -lihat dulu?" tanya Teddy berbisik.


"Lihat -lihat dulu ya?" cicit Arsy dengan suara tak kalah lembut sekali. Teddy mengangguk kecil dan membiarkan istri kecilnya berlari kecil menuju pagar pembatas yang terbuat dari alumunium dan di lapisi oleh kaca tebal.


Pemandangan dari atas rumahnya benar -benar menakjubkan. Semua terlihat termasuk kota besar yang terlihat di tengah dan sangat kecil sekali.

__ADS_1


"Ini indah sekali Mas. Kok bisa sih, dapet tempat seindah ini?" tanya Arsy menoleh ke belakang sambil etrsenyum manis ke arah suaminya. Ia berlari lagi dan memeluk Teddy denagn erat. Entah bagaimana lagi caranya Arsy untukmengucapkan terima kasih pada suami kesayangannya itu.


"Rumah ini sudah ada sejak kita belum menikah. Mas sudah menyiapkan sebuah rumah sebagai tempat tinggal, sekaligus tempat teduh kita untuk membina rumah tangga yang harmonis. Mas hanya ingin kamu nyaman dengan apa yang Mas berikan. Ternyata, keinginan kamu dan keinginan Mas itu tidak jauh ebrbeda dan dengan cepat bisa Mas wujudkan. Mas hanya merenovasi sedikit dan membeli barang -barang impian kamu. Mulai hari ini, kita akan tinggal di rumah ini bukan di apartemen lagi," titah Teddy pada istrinya.


Arsy mengangguk kecil di dada Teddy. Kepalanya kemudian mendongak ke atas dan menatap wajah tampan suaminya yang begitu tulus menyayanginya. Teddy pun membalas tatapan Arsy dan merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya karena angin. Tangang Teddy berjalan hingga ke arah dagu dan memegang dagu milik Arsy, di usap pelan denagn ibu jarinya, dan wajahnya mulai mendekati wajah Arsy.


Kedua bibir itu sudah menempel. Ini bukan pertama kalinya mereka berciuman, tapi keduanya nampak gugup sekali. Perasaan mereka begitu erat dan terlihat mendamba satu sama lain. Spontan Arsy menutup matanya saat bibir tebal Teddy mulai menjamah bibir tipisnya. Degub jantung Arsy semakin berdetak keras. Perutnya yang besar mulai memberikan jarak keduanya dan menghalangi pelukan keduanya yang biasanya begitu erat dan hangat.


Bibir tebal yang telah menjadi candu bagi Arsy itu mampun membius tubuh Arsy seketika bergetar hebat hingga Arsy memegang erat lengan Teddy.


Suasana sepi, sunyi dan hanay di temani angin sepoi di siang hari membuat Arsy makin terbuai pada romantisme yang di buat Teddy. Lelakinya itu sangat hebat.


"Nanti lagi ya. Sekarang makan dulu," ucap Teddy tiba -tiba melepas ciumannya dan berbisik pelan membuat Arsy terkejut dan malu rasanya terlihat sangat menikmati tadi.


"He em ...," jawab Arsy hanya berdehem menaham malu.

__ADS_1


"Gak usah malu. Udah suami istri juga. Bagus dong kalau menikmati kayak tadi. Mas suka," ucap Teddy membuat kedua pipi ARsy merona dan terasa panas.


"Apaan sih Mas," ucap Arsy malu sambil menunduk dan bersembunyi di balik lengan kekar Teddy. Teddy pun merangkul istri mungilnya dan berjalan ke sebuah meja yang sudah tersaji makan siang.


Teddy membuka satu kursi untuk di tempati Arsy dan Teddy duduk di depan Arsy. Sebelum menyongsong kehadiran si kembar, Teddy ingin memberikan moment indah yang tak terlupakan untuk istrinya. Mungkin setelah memiliki anak, arsanya akan berbeda atau malah mungkin mereka akan kesulitan emmbagi waktu hanya untuk berdua saja.


"Banyak sekali makanannya," ucap Arsy sampai tak bisa berkata -kata lagi. Hari ini, Teddy sukses memberikan kejutan baggi dirinya.


"Kamu suka kan?" tanya Teddy memastikan. Setahu Teddy, Teddy telah menyiapkan semua makanan kesukaan Arsy.


"Suka Mas. Ini smeua makanan kesukaan Arsy. Mas Teddy ...," ucap Arsy manja.


"Apa hemm?" jawba Teddy tersenyum.


"Arsy belum bisa bales apa -apa ini," ucap Arsy pelan.

__ADS_1


"Sudah ada si kembar, sayang. itu saja sudah cukup. Memiliki istri secantik kamu juga itu sangat cukup sekali," puji Teddy denagn tulus.


Siang ini mereka menikmati makan siang hanya berdua saja. Setelah ini keduanya akan benar -benar tinggal di rumah ini tanpa ada asisten rumah tangga. Teddy tidak mau ada orang lain selain mereka berdua dan si kembar. Kalau pun butuh pengasuh, lebih baik Teddy menitipkan pada Bundanya. Perlahan Teddy akan mengajarkan Arsy agar bisa mandiri dan menjadi Ibu serta istri yang baik.


__ADS_2