Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
LANJUTKAN PERJALANAN


__ADS_3

"Bagaimana ciri -ciri teman saya itu?" tanay Teddy pelan.


Petani tua itu mulai menjelaskan ciri -ciri Bismo kepada Teddy. Teddy menyimak betul yang di ucapkan petani tua itu. Teddy sangat ykin seklai kalau lelaki yang di ceritakan itu adalah Bismo. Ciri -ciri secara fisik jelas sam dengan pakaian yang di pakai terakhir saat berada di pesawat. Ingatan itu jelas masih hangat di otak Teddy dan ta akan ia lupakan seumur hidup.


Pelukan Teddy kepada Bismo saat Bismo tak bisa berbuat apa -apa. Wajahny abegitu tegang. Teddy mneariknya dan mendekap mantan siswanya itu. Tepat di saat yang sama tubuh keduanya terbentur badan pesawat dan terkena serpihan kca yang tiba -tiba hancur mengenai seluruh tubuh mereka. Naasnya, Teddy mendongak ke atas dan pecahan kaca itu tepat masuk ke dalam matanya hingga menyebabkan dirinya buta.


"Dia koma selama satu minggu dan tak sadarkan diri. Entah bagaimana kabarnya sekarang, masih hidup atau tidak," ucap petani tua itu pelan.


Degup jantung Teddy begitu keras berdetak. Ingin seklai mengetahui kabar Bismo seperti apa?


"Aku jadi ingin cepat ke London mencari tahu lelaki itu," ucap Teddy pelan.


Skip ...


Satu minggu kemudian, tiba saatnya Petani tua itu dan Teddy pun pergi ke kota untuk menjual semua hasil panen mereka. Semua sayuran, buah, dan gandum.

__ADS_1


Teddy terdiam menikmati semilir angin yang sama persis ia rasakan saat hari terakhir bersama Arsy. Bedanya, waktu itu naik motor dan mendapatkan pelukan mesra dari istrinya, dan hari ini ia menaiki mobil bak terbuka dengan tubuh di rebahkan di atas tumpukan gandum dan kedua mata terpejam.


Memang sangat terasa tenang dan nyaman sekali. Senyum Arsy terus menari -nari dalam pikiran Teddy.


"Mas rindu kamu, Sy. Sangat rindu sekali. Apa kabar dengan anak kita? Apakah sehat? Apakah kamu menjaganya dengan baik? Mas sangat yakin, kamu pasti menjaga anak kita dengan sangat baik. Kamu pasti membuat anak kita tumbuh sehat di perutmu. Suatu hari nanti Mas pasti kembali dan akan mengusap perut besar itu setiap malam. Mas janji akan menemani kamu saat kamu melahirkan nanti," batin Teddy di dalam hati sambil melamunkan wajah cantik istrinya.


Lama -lama Teddy tertidur pulas di atas tumpukan gandum. Matahari yang semakin panas membuat tubuhnya mulai terasa terbakar. Guncangan mobil pun seperti hilang. Teddy sedang merasakan, ia ada di mana. Ia tak berani bangkit dari tidurnya karena takut jatuh ke bawah.


Mobil bak yang membawa hasil oanen petani tua itu sudah sampai di pusat kota, tepatnya di pasar besar.


"Bangun Nak. Turunlah. Kita makan dulu. Biarkan orang -orang ini menimbang hasil panen kita," titah petani tua itu dengan suara keras dari arah bawah.


Sesampai di pasar, petani tua itu tak tinggal diam. Ia mencari informasi agar bisa pergi ke London dengan cara menaiki apa? Biayanya berapa? Ia dan istrinya sudah sepakat untuk membantu Teddy membiayai ongkos perjalanan menuju London. Beberapa malam terakhir, istri petani tua itu sering mendengar Teddy tertidur pulas namun mengigau.


Rasa kasihan itu tiba -tiba muncul di hati tulus wanita tua istri petani itu. Ia hanya ingin dan berharap Teddy bisa kembali lagi bersama keluarganya dan istri tercintanya.

__ADS_1


Saat makan bersama di sebuah warung makan. Petani tua itu muali mengajak Teddy bicara


"Aku sudah mendapatkan informasi. Aku harap kau tak menolak tiket yang ku beli untukmu pergi ke London, Nak," ucap lelaki tua itu dengan haru.


Kebetulan sekali hasil panen kali ini mendapatkan untung tiga kali lipat. Dan ternyata harga tiket kereta hanya sepertiga dari hasil panen yang ia terima.


"Maksudmu apa tuan? Anda memberikanku tiket?" tanya Teddy tak percaya.


Ternyata di dunia ini masih banyak orang baik yang ingin berbuat baik tanpa pamrih. Pasangan suami istri itu benar -benar tulus membantu Teddy. Mereka sungguh tulus mnwrima Teddy dan membiarkan lelaki buta itu tinggal bersamanya tanpa mengeluh. Walaupun mereka juga hidup berkekurangan.


"Apa kau tak bahagia?" tanya petani tua itu pelan.


"Bukan itu. Aku hanya tak menyangka, anda begitu baik, tuan. Suatu hari nanti aku akan datang kembali ke tempat ini bersama istriku dan anakku. Akan aku kenalkan nenek dan kakeknya di pedalaman," ucap Teddy dengan suara lantang.


Janji yang ia ucapkan bukan sekadar isapan jempol belaka. Ia akan datang dengan Arsy dan main di kebun yang sepertinya sangat indah.

__ADS_1


"Datanglah dan mainlah ke gubuk kecilku bersama keluargamu. Pintu rumahku terbuka lebar untukmu, Nak," tegas Petani tua itu menahan air mata kesedihannya.


Satu bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mereka saling mengenal satu sama lain. Kenyamanan akan terbentuk karena kebersamaan yang di lakukan dengan tulus.


__ADS_2