
Permintaan Teddy sebelum berangkat ke tempat yang di tuju adalah agar kedua mata Arsy di tutup dengan kain hitam. Teddy benar -benar ingin membuat kejutan yang sama sekali tidak di bayangkan oleh Arsy sebelumnya.
"Mas ... Mau sampe kapan lihat gelap aja begini bikin pusing tahu," ucap Arsy yang merasa tak nyaman dengan keadaan gelap karena kedua matanay tertutup rapat.
Keduanya sudah duduk di jok mobilnya masing -masing dengan sabuk peengaman yang mengikat di tubuh mereka untuk keamanan dalam berkendara.
Teddy hanya melirik ke arah Arsy yang duduk manis bersandar dan terlihat sangat tegang. kedua matanya kembali fokus menatap jalan raya dan menyetir dengan baik.
Satu tangan Teddy langsung memegang tangan Arsy untuk menenangkan istri kecilnya itu.
"Jangan tegang gitu. Di bikin santai dan enjoy aja ya. Ini menarik dan pastinya membuat kamu bahagia, Mas yakin banget kamu akan suka," ucap Teddy dengan penuh keyakinan.
Tangan Teddy yang menggenggam erat tangan Arsy itu bersambut dengan balasan genggaman. Arsy itu takut akan kegelapan, Arsy takut dengan kesendirian, Teddy tahu persis ketakutan istrinya itu.
__ADS_1
"Mas ... Pokoknya Arsy gak mau kalau sampai kejutannya aneh -aneh. Soalnya perut Arsy sudah mules -mules aja, gak usah bikin bete campur aduk kesel ya," ungkap Arsy mulaai mengancam.
"Gak ada yang mau bikin kamu kesel, Sayang. Malahan ini mau bikin kamu seneng," ucap Teddy mengulum senyum. Tentu saja, Arsy tidak bisa melihat raut wajah Teddy saat ini.
Tidak ada niatan untuk nge -prank Arsy, apalagi, istriny sedang hamil besar, kalau terjadi apa -apa malah membuat Teddy repot sendiri bukan?
"Awas aja, kalau bikin Arsy kesel. Pokoknya Arsy sama Mas Teddy END!!" ancam Arsy kesal.
"Hah!! Kok sampai END sih? Cuma ngasih kejutan kecil aja minta END. Jangan ngadi -ngadi lah sayang. Mas kan udah terjerat cintanya di hati kamu," ucap Teddy terkekeh.
Memang pusing kepalanya kalau begini, jadinya mual malah mau muntah.
"Dikit lagi ya," jawab Teddy berusaha mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai di tempat yang di tuju.
__ADS_1
Tak berselang lama, mobil Teddy sudah masuk ke dalam sebuah halaman rumah. Mobil itu di hentikan dan di matikan mesin mobilnya, lalu Teddy keluar dari mobil dan membantu Arsy untuk keluar dan menuntunya berjalan menuju tempat yang di harapkan Teddy untuk mmeberikan kejutan.
Tempat yang sudah di dekorasi sedemkina rupa selama seminggu ini dan akhirnya akan di perlihatkan pada Arsy.
"Mas ... Ini kok naik tangga mulu sih. Ini dimana? Mau ngajak makan siang romantis ya? Anginnya terasa seger," ucap Arsy dengan jujur.
"Kamu sudah siap? Mas buka peenutup matanya ya," titah Teddy pada istrinya.
"Siap Mas. Jangan nge -prank, pokoknya, awas aja," ancam Arsy masih dalam mode kesal.
"Gak Sayang. Percaya dong sama Mas," ucap Teddy yang berdiri di belakang Arsy dan bersiap untuk membuka kain penutup mata itu.
"Mas ... Kok Arsy malah deg -degan sih," ucap Arsy pelan sambil mengisap perutnya yang ikut mengeras karena tegang.
__ADS_1
Teddy sudah membuka kain penutup hitam yang di gunakan untuk menutup mata Arsy. Kedua mata Arsy masih menutup dan mengerjap pelan agar menyesuaikan dengan cahaya yang mulai masuk mengenai kedua matanya.
"Satu ... Dua ... Tiga ... Ayo buka matanya ...." pinta Teddy pada Arsy yang terdiam saat kedua matanya mulai terbuka lebar.