Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.35


__ADS_3

"Coba ceritakan semuanya. Saya ingin dengar awal mula kejadiannya hingga akhirnya Arsy bisa di bully," tanya Teddy pada Mega.


Teddy harus tahu akar permasalahan yang terjadi sebenarnya. Kenapa Arsy sampai kena bully seperti ini? Ini tandanya di Kampus ada kekerasan fisik dan mental yang di lakukan para senior pada juniornya.


Mega mengangguk dan mulai bercerita semuanya. Awal mula kejadian itu terjadi saat Arsy terlambat masuk barisan orientasi.


"Permisi. Pak Teddy? Saya Rossa," ucap Rossa yang tiba -tiba saja datang dan langusng duduk di salah satu kursi disana tanpa di minta oleh Teddy.


Mega dan Teddy langsung menatap Rossa. Mega tahu, Rossa adalah bagian dari genk Emil.


"Kamu siapa?" tanya Teddy karena sama sekali tidak mengenal Rossa.


"Saya Rossa, Pak. Dulu saya teman Emil, orang yang telah sengaja mendorong Arsy tadi di kelas," ucap Rossa lantang.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Sengaja? Sudah di rencanakan?" tanya Teddy kemudian dengan cepat.


Rossa mengangguk mantap lalu menceritakan semuanya secara detail. Teddy dan Mega menyimak smeua penjelasan Rossa dan Teddy pun ikut emosi hingga mengepalkan tangannya dengan kuat. Rasanya kepalan tanagn itu ingin memukul sesuatu dan menghancurkan suatu benda hingga berkeping -keping seperti kaca.


Rossa mengungkap semua keburukan Emil yang secara tiba -tiba membenci Arsy tanpa alasan. Rossa juga menceritakan betapa sahabatnya itu kini berubah drastis sikapnya.


"Saya tidak mau peduli urusan Emil. Tapi, karena dia sudah menganggu dan menghancurkan mimpi sya dan istri saya. Emil dan teman -temannya akan berurusan denagn saya," ucap Teddy kemudian.


"Saya tidak takut. Malah seharusnya Emil dan teman -temannya yang takut. Mereka bisa kena skorsing. Saya tinggal bilang dengan dekan untuk mengeluarkan mahasiswi bernama A, B, C dan siapa pun yang terlibat dengan Arsy. Saya tidak akan memberi ampun sedikit pun. Ini maslah nyawa. Dua nyawa anak saya harus hilang karena kesengajaan? Itu hal keji yang sama sekali tidak bisa di maafkan," tegas Teddy dengan nada tinggi.


Emosi Teddy sudah memuncak. APalagi Rossa dan Mega memberikan penjelasan yang sama dari versi masing -masing. Mega sebagai teman Arsy dan Rossa yang selama ini menjadi anggota genk Emil.


Teddy langsung menelepon polisi dan meminta alamat dari bagian pengajaran yang mengurus identitas semua mahasiswa yang terdaftar di Kampus.

__ADS_1


Tidak sulit untuk mendapatkan identitas Emil. Terlalu gegabah, ceroboh dan terlalu berani mengambil resiko besar.


***


"Arsy ... Ayo makan dulu, Nak. Dari tadi kamu belum makan juga. Nanti kamu sakit sayang," titah Bunda Arsy yang begitu terpukul melihat keadaan Arsy.


Sudah dua hari Arsy tidak mau makan dan hanay minum sedikit saja. Dadanya sering terasa bengkak dan sakit di bagian ujungnya. Seharusnya Arsy sudah bisa menyusui dua bayi kembarnya dan ASI -nya tidak akan mungkin tumpah ruah seperti ini.


"Makan yuk? Teddy lagi mengajar dulu. Tadi pagi -pagi, ia berangkat dan titip kamu kalau bangun harus mau makan dan minum susu," titah Bunda Arsy yang semakin kewalahan denagn diamnya Arsy.


Arsy menatap Bundanya dengan tajam.


"Kalau Arsy bilang gak mau ya gak usah di paksa amkan, Bunda!" ucap Arsy ketus.

__ADS_1


__ADS_2