
Suasana di sebuah desa terpencil yang sama sekali tak di ketahui namanya. Pesawat itu terjun bebas begitu saja ke bawah jurang hingga berhenti di sebuah perairan dan tenggelam.
Sebelum pesawat itu jatuh, sayap sebelah kiri sudah terbakar dan saat pesawat itu hilang kendali dan terjun bebas ke bawah. Beberapa bagian tubuh pesawat rusak parah hingga beberapa penumpang terlempar dari dalam pesawat dan keluar.
Saat itu, semua orang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hanya doa yang bisa terucap dari bibi dan memohon keselamatan.
"Pak ... Saya takut," suara Bismo membuyarkan konsentrasi Teddy. Semua penumpang sudah memakai pelampung. Sebisa mungkin, pilot ingin menjatuhkan pesawatnya di air, setidaknya mengurangi resiko korban nyawa penumpangnya.
Teddy pun menoleh ke arah Bismo dan memegang tangan mantan muridnya itu. Sebisa mungkin ia berusaha melindungi dan menjaga Teddy hingga ia lupa dirinya juga harus di jaga dan menyelamatkan diri. Ada hati yang harus di jaga, ada dua nyawa kesayangan yang menunggu dirinya pulang.
"Jangan takut ada saya. Kita semua pasti selamat," ucap Teddy berusaha menenangkan.
Skip ...
Semua bala bantuan dan tim SAR sudah berada di titik lokasi kejadian pesawat itu terjatuh. Korban tak bernyawa sudah bergelimpangan di sekitar perairan itu. Tubuh pesawat pun sudah hancur tak berbentuk.
Ada beberapa koran yang masih bernyawa dalam keadaan luka parah langsung mendapatkan pertolongan.
__ADS_1
Pencarian korban akan terus di laksanakan hingga semua nama yang tercatat sebagai penumpang dalam makapai itu di temukan dalam keadaan hidup atau mati.
Selang satu hari Papah Baron dan kedua temannya sdah berada di TKP. Kedua matanya mengedar melihat jelas pesawat itu hancur berkeping -keping dan membuat Papah Baron putus asa, jika Teddy masih di harapkan di temukan dalam keadaan hidup.
Papah Baron dan kedua temannya mencari korban bernama Teddy. Tapi, ternyata tim SAR belum menemukan atas nama itu.
"Kita menunggu saja di rumah sakit. Mungkin di sana akan ada titik terang, mungkin hidup atau mati bisa kita lihat tubuh korbannya," ucap salah satu teman Baron memberikan solusi.
Rasanya sudah tak mungkin berhari -hari di tempat itu dan tak menemukan apa -apa kecuali hanya puing -puing pesawat yang sudah hancur.
Ketiga sahabat itu berbagi tugas. Baron dan asistennya berada di lokasi dan tetap berusaha mencari apapun yang bisa di jadikan titik temu. Satu lagi, sahabatnya berjaga di rumah sakit sebagai tempat rujukan korban kecelakaan baik dalam keadaan hidup atau mati.
Tidak mudah dan tidak bisa dengan waktu yang sebentar melakukan pencarian korban kecelakaan seperti ini. Keyakinan Baron semakin kuat tat kala ia mulai menemukan koper Teddy yang masih utuh berada jauh terlempar dari titik pusat jatuhnya pesawat. Di duga, bagasi barang terbuka saat pesawat itu terjun bebas.
"Anda masih yakin? Kalau anak anda masih hidup, Pak Baron?" tanya asistenny yang mulai lelah mencari keberadaan Teddy.
Tidak hanya itu saja, sudah satu minggu mereka di sana tapi sama seklai tak menghasilkan apapun. DAri data penumpang dan awak pesawat sekitar tiga ratusan orang, dan baru di temukan sekitar dua ratus delapan puluhan orang saja. Masih ada sekita empat puluhan orang yang tak di temukan.
__ADS_1
Hampir sembilan puluh sembilan persen, semua korban yang di temukan sudah menjadi jenazah dan sekitar satu persennya adalah korban hidup dengan luka parah yang juga tak terselamatkan hingga tiba di rumah sakit.
Hal ini semakin membuat keluarga korban yang tadinya berharap masih bisa menemukan keluarganya dalam keadaan hidup semakin pasrah. Melihat jenazahnya saja sudah cukup dan tak mau berekpektasi lebih dari itu.
"Kita tunggu tiga hri lagi. Kalau memang tidak ada titik terang. Aku ikhlaskan kepergian anakku," ucap Papah Baron lirih.
Saatnya mengikhlaskan semuanya agar di mudahkan. Kalau pun suatu hari memang di takdirkan di temukan dlam keadaan hidup, maka rasa syukur itu akan terus di panjatkan oleh Papah Baron.
Skip ...
Area persawahan itu mulai ramai berdatangan orang -orang yang hendak bertani. Bedakan petani negara endiri dengan petani luar negeri.
"Kau dengar suara rintihan?" ucap slaah seorang petani yang baru saja datang membawa traktor.
"Ya. Suara apa itu? Apakah ladang kita di bajak oleh pembajak?" tanya seorang teman petani itu.
Di desanya sedang marak pembajak atau maling lebih jelasnya. Mereka bukan takut, tapi maling -maling itu kadang bisa berbuat lebih nekat.
__ADS_1