Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
KEJUTAN MISTERIUS


__ADS_3

Nanda pun berdiri dan berjalan menghampiri Arsy. Ia mengulurkan tangannya dan meminta maaf yang sebesar -besarny.


"Gue minta maaf sama loe, Sy. Asal loe tahu, gue sebenarny agak melakukan apapun. Gue gak pernah punya dendam atau benci sama loe. Tapi, semua itu gue lakuin karena gue hutang budi sama Bismo. Ini semua drama, Sy," ucap Nanda dengan jujur.


Arsy terkejut dnegan pengakuan Nanda.


'Drama? Kalian sengaja membuat onar untuk encari masalah dnegan Arsy?" teriak Arsy mulai kesal.


Wulan langsung merangkul Arsy dan menepuk pundak sahabatnya pelan.


"Loe jangan emosi gitu, loe harus santai, Sy," ucap Wulan mencoba menenangkan sahabatnya.


"Jahat ya? Arsy gak nyangka Bismo bisa melakukan ini semua," ucap Arsy makin kesal.


"Ia gak terima kalau kamu sudah dekat dengan Pak Teddy," ucap Nanda pelan.


Hanya itu yang Nanda ketahui. Nanda tidak tahu sama sekali, kalau Arsy malah sudah menjadi istri Pak Teddy sejak beberapa bulan lalu.


"Sudah ... Sudah ... Yang sudah, kita lupakan. Apalagi, Bismo juga sudah gak ada Sy," ucap Ketua kelas itu pelan memberi semangat Arsy agar gak terbawa suasana kesal dan emosi.


"Ya sih. Kalian benar. Memang sudah saatnya Arsy memaafkan semua kesalahan yang pernah kalian perbuat kepada Arsy. Dan kamu, Nanda, terima kasih sudah mengakui semuanya di saat yang tepat. Di saat kita belum berpisah, dengan begini, kita di jauhkan dengan kesalah pahaman," ucap Arsy pelan.


"Sama -sama, Sy. Gue yang minta maaf, soal kejadian di bis pariwisata itu," ucap Nanda pelan.

__ADS_1


"Iya Nanda. Sukses terus buat kamu," ucap Arsy pelan.


Semua murid kelas tiga IPA membuat lingkara, mereka saling bergnadengan tangan, mengucap syukur yang sebesar -besarnya karena meraka semua boleh berbahagia atas kelulusan yang pantas mereka dapatkan.


Satu per satu, setiap murid memberikan kata mutiara, atau pesan singkat yang begitu mendalam, atau kilas balik, sebagai alarm aau pengingat mereka di masa yang akan datang.


Kita semua di sini, tidak ada yang tahu, bagaimana masa depan kita selanjutnya. Tapi, kalau kita yakin dan kita punya mimpi, maka semua harapan dan impian itu akan tercapai deegan doa dan kerja keras kita. Nyatanya, kita mampu melewati ini semua.


"Arsy ... Ini ada paket untuk kamu," ucap salah satu anak OSIS yang membawa satu paket buket mawar mrah dan satu pet buket cokelat.


"Paket? Di antar ke sekolah?" tanya Arsy pelan.


"Kurang tahu ya? Tadi dari TU cuma titip untuk Arsy anak kelas tiga," ucap Putri, anak OSIS baru.


"Kalian mau cokelat?" tanya Arsy berteriak.


"Atau mau traktiran di kantin?" teriak Wulan mendukung.


"Makan -makan di kantin," teriak teman sekelas secara serempak.


"Oke. Pesan saja apa yang klaian inginkna, bilang, Arsy yang bayar," ucap Arsy berteriak penuh semangat.


Kondisi Arsy sudah lebih kuat, janin yang di kandungnya juga sehat. Makanya Arsy jarang mengeluh pusing atau lemas. Supan makanan bergizi, susu hamil dan buah -buahan tidak pernah lepas menjadi konsumsi ARys sehari -hari.

__ADS_1


"Dari siapa Lan? Cari informasinya. Dari kemarin ada saja yang kirim paket. Di rumah Mama Tina juga sama seperti ini, sama makanan juga. Kamu tahu kan? Gak banyak yang tahu makanan kesukaan Arsy. Kira -kira siapa pelakunya?" tanya Arsy pelan.


Wulan mengambil surat yang ada di sela -sela bungan mawar merah itu dan di buka pelan.


'SELAMAT ATAS KELULUSANNYA DENGAN NILAI TERBAIK. TERUSKAN PENCAPAIANNYA HINGGA SEMUA CITA -CITAMU TERWUJUD.'


"LIhat, Dia kirim ucapan ini. Gue rasa ini orang, orang deket. Maksud gue, selain deket sama loe, orang ini ada di sekitar loe, bukan orang jauh," ucap Wulan pelan.


"Siapa? Mama Tina? Bunda?" tanya Arsy malah merasa bingung.


"Loe gak penasaran sama Bismo? Atau sama Pak Teddy? Atau jangan -jangan Tono? Secara hanya tiga orang itu fans berat loe," ucap Wulan menejlaskan.


"Gak mungkin," jawab Arsy pelan.


"Pak Teddy? Bukannya loe pernah bilang? Kalau beliau masih hidup? Loe gak pernah tanya orang tua loe? Atau loe gak pernah bilang sama mertua loe? tega banget sih, loe?" ucap Wulan mengingatkan.


'Jangan gitu dong. Arsy jadi merasa bersalah ini," ucap Arsy pelan.


"Ya ... Memang loe salah, Sy. Pak Teddy itu masih suami loe. Apapun yang terjadi sama dia, loe gak boleh ninggalin dia gitu aja. Loe tahu? Bertahan hidup, di situasi yang sulit? rasanya luar biasa sakit, Sy? Gue yakin banget. Pak Teddy bertahan hidup karena loe, dan demi anak yang sekarang loe kandung. Saat ia berjuang ketemu loe, loe malah marah -marah gak jelas," ucap Wulan pelan menyalahkan sikap Arsy yang terlalu kekanak -kanakkan.


"Semoga gak terlambat. Gue mau ke London setelah acara pentas seni. Gue gak mugkin bolak -balik dnegann kondisi hamil begini," ucap Arsy pelan.


"Semoga harapan loe terwujud. Tapi, kalau ternyata, apa yang loe harapkan tidak sesuai dengan keinginan loe? Maka loe jangan marah? Itu semua kan keputusan loe dari awal," ucap Wulan mengingatkan.

__ADS_1


"Lan? Kok malah jadi memojokkan Arsy sih?" tanya Arsy merasa ketakutan.


__ADS_2