
Beberapa tamu undangan sudah memenuhi ruang tamu rumah Arsy. Teddy sudah duduk di depan pnghulu dan Papah Arsy di meja akad. Jantungnya terus berdegup tak beraturan. Bagaimana tidak. Waktu pernikahannya di majukan dari waktu yang telah di tentukan.
Arsy duduk di sebelah Teddy. Sekilas wajah Teddy menoleh ke arah Arsy, calon istrinya itu.
"Cantik," lirih Teddy berucap. Dan sepertinya tidak ada yang tahu dan tidak ada yang menyadarinya kalau Teddy begitu memuji kecantikan Arsy, calon istrinya itu. Hanya beberapa menit lagi gadis yang ada di sampingnya ini berubah statusnya menjadi seorang istri.
Saat tatapan Teddy belum juga beralih ke arah lain karena kagum dengan kecantikan Arsy. Arsy pun menoleh ke arah Teddy. Menatap lekat lelaki yang sejak tadi juga menatapnya.
Dengan rasa gugup yang berlipat, Teddy pun mengalihkan pandangannya. Ia malu bertemu pandang dengan Arsy.
"Bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu kepada Teddy yang benar -benar gugup, namun berusaha menutupi rasa gugupnya itu dengan menarik napas pajang.
"Bisa. Saya sudah siap," jawab Teddy mantap.
__ADS_1
Acara akad nikah pun di mulai. Papah Arsy yang mengambil alih sebagai wali atas pernikahan anak semata wayangnya.
Pikiran Arsy benar -benar melayang dan tidak fokus dengan pengucapan janji ijab kabul yang di ucapkan oleh Teddy. Arsy hanya tersentak dengan teriakan para tamu undangan yang berucap SAH secara serempak.
Bunda Bella menoel Arsy untuk segera mencium telapak tangan Teddy dengan sikpa hormat karena saat ini Teddy telah SAH menjadi suaminya.
"Sy, Cium tangan," pinta Bunda Bella pelan setengah berbisik.
Arsy pun langsung merubah posisi duduknya menghadap ke arah Teddy. Dengan perasaan canggun dan bingung Arsy pun menarik tangan kanan Teddy dan mncium punggung tangan lelaki yang kini telah berubah statusnya mejadi suaminya.
Semua orang memberikan ucapan selamat yang di lanjutkan dengan acara resepsi pernikahan.
Arsy dan Teddy duduk di pelaminan. Mereka berdua hanya saling diam. Arsy sendiri tidak tahu harus bicaraapa. Hatinya sudah mulai bisa menerima kehadiran Teddy sebagai suaminya. Sesekali Arsy juga menoleh ke arah Teddy dan menatap lelaki tampan itu tanpa di sadari oleh Teddy.
__ADS_1
Dalam hati Arsy sedikit kagum kepada Teddy. Arsy mulai menyukai sosok Teddy yang nampak dewasa.
"Kenapa dari tadi lihat saya begitu? Ada yang salah?" taya Teddy tiba -tiba yang menangkap basah pandangan Arsy yang sejak tadi menatap dirinya lekat.
"Eum ... Anu itu eumm ... Pak Teddy mau makan gak?" tanya Arsy dengan wajah merah dan gugup. Bagaimana tidak jika tertangkap basah sedang mengagumi wajah ganteng lelaki yang kini menjadi suaminya itu. Walaupun killer di sekolah, tetap saja Pak Teddy menjadi idaman para siswi satu sekolah karena ketampanannya.
Kedua mata Teddy menatap bola mata indah Arsy yang terlihat sedang gugup dan berbohong.
"Makan? Apa sedang mengagumi suamimu yang ganteng ini?" tanya Teddy mulai menggoda Arsy.
Dengan cepat tangan Arsy langung bergerak dan berkat tidak.
"Tidak kagum. Ngapain juga kagum sama om -om," jawab Arsy ketus dan tetap terlihat sinis.
__ADS_1
"Yakin? Gak kagum? Saya ganteng lho," ucap Teddy dengan senyum menggoda.
"Gak sama sekali. Ganteng dari mana," jawab Arsy kesal.