Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
JENGUK ORANG TUA


__ADS_3

Dua minggu lagi menjelang ujian akhir. Semua anak kelas tiga terlihat stres dan di penuhi rasa takut, cemas dan panik. Faktor penentuan lulus atau tidaknya yang terletak pada tiga hari penting itu.


Arsy masih saja datar dengan segala kecemasan teman -temannya. Semuanya tak ada yang berarti kecuali Teddy.


Sore ini Arsy sudah duduk di halaman belakang. Wulan tak lagi tinggal di sana. Mamanya sakit jadi Wulan kembali ke rumahnya.


Arsy duduk di salah satu gazebo halaman belakang sambil memberi makan ikan mas yang ada di kolam ikan. Hawanya terasa sejuk denga semilir angin sore yang sepoi -sepoi.


"Arsy sayang ... Ini susunya Nak?" ucap Mama Tina yang sudah membawa susu hail hangat rasa strawberry kesukaan Arsy. Tidak hanya itu, Mama Tina juga membawakan kue klepon kesukaan Arsy.


Arsy menyudahi memberi makan pada ikan -ikannya seperti yang sering di lakukan Teddy jika sedang bermain ke rumah Mamanya.


"Makasih Ma," jawab Arsy pelan. Ia pun langsung menghabiskan susu hamil itu.


Perutnya sudah mulai terlihat besar dan sedikit membuncit. Arsy hanya butuh waktu dua minggu lagi hingga ujian selesai. Setidaknya semua bebannya menyembunyikan kehamilannya tanpa suami itu sudah berakhir. Arsy bisa fokus pada kehamilannya dan mulai membiasakan diri menyayangi dua buah hati kembarnya itu tanpa ada peran Teddy di sana.


"Enak? Cobain dong kue kleponnya. Ini buatan Mama," ucap Mama Tina pelan.

__ADS_1


Arsy hanya menatap kue klepon kesukaan Teddy. Ia kembali teringat kenangan manis semanis gula jawa di dalam kue klepon itu. Waktu itu merea masih awal menikah dan masih sangat cuek sekali. Arsy menagmbil kue klepon tanpa tahu kalai isi di dalamnya itu gula jawa dan bisa nyemprot.


Crut ...


Kue itu masih panas dan isian gula jawa pun tentu masih lebih panas dan tepat mengenai wajah Teddy. Tapi, suaminya itu sama sekali tidak marah dan malah tersenyum dan mengambil gula jawa yang menempel di wajahnya dan di tempelkan juga di waaha Arsy yang cantik.


Candaan biasa tapi Arsy merasa benar -benar kehilangan sosok Teddy sekarang.


"Kenapa melamun? Kok cuma di lihatin aja? Memangnya gak doyan?" tanya Mama Tina pelan.


"Doyan Ma," jawab Arsy pelan. Ia pun mengambil kue klepon itu dan menahan sesak si dadanya. Wajah Teddy sellau terbayang di setiap waktu. Sampai -sampai Arsy tak pernah konsen selama kegiatan belajar di sekolah. Ia sealu paranoid dan menatap ke arah pintu kelas, kalau saja, sauminya itu datang tiba -tiba membuat surprise untuknya.


Arsy pelan menggigit klepon itu dan mengunyahnya. Rasa gurih dan asin dari kelapa, bercampur menyatu dneganrasa manis kue dan gula jawa di dalamnya. Di pikir -pikir sama kayak perjalanan pernikahannya.


Awalnya menolak, lalu terpaksa menjalani dan ternyata berbeda rasanya. Teddy memang punya segudang ide agar Arsy bisa tersenyum. Sikap dinginnya, kakunya pun hilang dengan sikap manisnya, sabarnya seperti gula jawa. Dan saat tidak ada, ia kehilangan dan bahkan merindukannya.


"Lusa jadi berangkat?" tanya Mama Tina pelan kepada ARsy.

__ADS_1


"Jadi Ma. Hanya dua hari. Arsy kangen sama Papah dan Bunda Bella," jawabnya pelan.


Sejak menikah, Arsy sudah ta bertemu lagi dengan kedua orang tuanya. Mereka bertemu hanya melalui omunikasi online baik chat, telepon maupun video call.


"Salam untuk Bunda dan Papah. Ingat gak boleh sedih lagi. Ada kita di sini yang selalu sayang sama kamu dan bayimu," titah Mama Tina menasehati Arsy.


"Iya Ma. makasih ya Ma," jawab Arsy pelan.


"Iya sayang," jawab Mama Tina pelan dan memeluk Arsy dengan penuh kasih sayang.


Arsy sengaja ingin mengunjungi kedua orang tuanya di London. Bukan hanya itu saja, ia juga ingin meminta restu mau ujian akhir dan melihat kampus yang akan di masukinnya nanti.


MAma Tina dan Papah Baron sudah memberikan ijin, jika memang Arsy ingin melanjutkan kuliah di London dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Mungki mama Tina yang akan mengalah sebulan seklai menjenguk Arsy di sana dan akan tinggal di sana jika Arsy siudah melahirkan untuk menemani dua cucu kembarnya.


"Kamu harus sehat dan terus sehat. Jaga kesehatan jangan sampai sakit, dan kelelahan," titah Mama Tina mengingatkan.


"Pasti Ma. Arsy akan sellau ingat semua pesan Mama," jawabnya pelan.

__ADS_1


Keduanya saling berpandangan dan saling melepar senyum. Betapa beruntungnya Arsy memiliki mertua sebaik dan se -pengertian Mama Tina.


__ADS_2