
Sudah giliran antrian Arsy dan Wulan yang masuk ke dalam ruangan kecil itu. Dokter Effendy langsung mengenal Arsy dengan baik sebagai istri dari Teddy, sahabatnya sendiri.
"Hai Arsy. Gak sama Dokter Teddy?" tanya dokter Effendy pelan dari balik meja kerjanya.
"Pagi dokter. Mas Teddy lagi ke London," jawab Arsy pelan.
"Ohh ... Rumah sakit itu sudah mau gunting pita. Hebat sekali Teddy, masih muda sudah punya rumah sakit sendiri dan kerja sama dnegan universitas setempat. Dia itu memnag jenius sejak duduk di bangku sekolah," ucap dokter Effendy pelan.
"Se -hebat itu Mas Teddy?' ucap Arsy pelan. Hari ini ia sedang tidak ingin membicarakan Teddy. Rindunya makin memuncak parah.
"Ya. Ada apa? Apa ada keluhan dengan kehamilan kamu?" tanya dokter Effendy pelan.
"Iya," jawab Arsy ragu dan bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskannya.
"Coba jelasan," ucap dokter Effendy santai.
"Kemarin Arsy jatuh dan ada flek darah serta lendir? Apakah gak apa -apa?" tanay Wulan langsung membuat Arsy malah menunduk takut.
Ia takut sesuatu terjadi karena seringnya sakit perut beakangan ini.
"Jatuh? Jatuh dari mana?' tanya dokter Effendy kaget.
__ADS_1
"Dari tangga sekolah. Ia di tarik oleh temannya hingga terjatuh dari dua anak tangga," jelas Wulan penuh semangat.
"Lalu? Lendirnya darah kental atau masih bening?" tanya dokter Effendy mulai mengecek keadaan Arsy.
"Bening. Tapi ada flek darahnya," ucap ARsy menjelaskan.
"Kamu baringkan tubuhmu di sana. Kita perlu USG ya. Biar jelas, apakah janin kamu baik -baik saja atau tidak," ucap dokter Effendy seidkit ragu.
Menurut pengalaman yang sudah -sudah. Usia belia seperti Arsy memiliki kandungan yang lemah dan rentan dengan resiko yang cukup tinggi. Benturan atau guncangan juga menjadi faktor penting beberapa kasus hamil muda di usia belia pun mengalami keguguran.
Wulan membantu Arsy menuju ranjang periksa dan menemani sahabatnya itu. Ia teringat saat Teddy juga mengurusinya saat berada di rumah saki. Mmeberikan motivasi dan semangat untuk Wulan. Kini, saatnya Wulan membalas budi kebaikan gurunya itu kepada Arsy, sahabatnya.
Dokter Effendy menyuruh Arsy membuka kancing kemeja bagian bawah dan kemudian di tutupi dengan selimut Perut itu di beri gel untuk di periksa menggunakan alat.
"Kandungan kamu lemah, Sy. Kamu gak boleh terlalu lelah, karena efek sampingnya akan merugikan kandunganmu. Saat ini, janinmu masih selamat, tapi saya gak bisa memastikan jika hal itu terjadi lagi atau kamu terlalu kecapean dnegan aktivitasmu. Saran saya, dua hari ini amu istirahat total di rumah dan banyak makan makanan sehat dan bergizi, jangan lupa minum susu juga, karena di sini ada dua janin, sepertinya anak kalian kembar," ucap dokter Effendy dnegan senyum melebar.
"Benarkah? Baby twins?" ucap Wulan yang ikut bahagia mendengarnya.
Arsy tersenyum menatap Wulan. Ini berita baik dan paling membahagiakan bagi Arsy.
"Anak Arsy, kembar Lan," ucap ARsy dengan binar mata yang bahagia. Rasa bahagia campur harunya sulit di jelaskan. Mendengar kondisinya baik -baik saja itu sudah membuat Arsy sennag, di tambah lagi ia akan memiliki anak kembar. Itu akan membuatnya semakin bahagia.
__ADS_1
"Ingat ya, jangan capek, jangan stres, karena itu juga bisa memicu lelah otak," ucap dokter Effendy menasehati.
"Kalau Arsy suka sakit perut kayak melilit itu kenapa?" tanya Arsy pelan.
"Itu karena kamu stres, ada hal yang di pikirkan secara batek. Di sarankan di bikin hepi aja semuanya. Jangan di jadikan sebuah beban atau masalah berat. Di buat santai segala sesuatunya," ucap dokter Effendy menjelaskan dengan sejels -jelasnya.
Dokter Effendy pun membuat resep dan mengambilkan obat penguat janin bagi Arsy. Tidak lupa vitamin dan penambah darah agar tubuh Arsy tetap stabil.
"Kamu sebagai teman, bantu jaga Arsy dan selalu mengingatkan. Kamu tahu, ibu hamil itu sensitif, sama seninya kalau sedang PMS dan bahkan lebih buruk dari itu.
"Siap Pak Dokter," jawab Wulan dengan senyum lebar.
Setelah selesai periksa. Arsy dan Wulan pergi ke apartemen milik Arsy. Di sana Arsy beristirahat dan Wulan mencoba membuatkan susu hangat untuk Arsy.
"Lan ... Dua hari ini Arsy gak masuk dong," ucap Arsy pelan.
"Demi baby twinnya dan kesehatan kamu. Ikuti saran dokter dan jangan sampai kamu nyesel karena salah langkah," ucap Wulan mengingatkan.
Tubuh ini memang sudah terasa lelah. Ia tak bisa membayangkan membawa perut besar berisi dua bayi di kehamilan tuanya nanti.
Ponselnya di lihat terus menerus. Sudah mau tengah hari, Teddy belum ada kabar sama sekali. Beberapa kali, Arsy mencoba memberikan pesan singkat dan menelepon tapi ponsel Teddy tak kunjung aktif.
__ADS_1
"Sy ... Nyalain televisinya dong. Gue mau ikut tiduran di sini. Nanti kita balik lagi ke sekolah biar supir loe kan gak curiga," ucap Wulan pelna.
"Itu remotenya di atas meja. Tinggal tekan tombol ON nya saja," ucap Arsy memberitahu.