
"Jangan bersuara!!" ancam seseorang yang telah membekapnya yang ternyata suara itu laki -laki.
Kedua mata Arsy menatap ke arah lelaki itu yang tak jelas siapa dia. Hanya terlihat seperti bayangan hitam
"Aku tidak akan berbuat jahat. KAu hanya ingin meminta tolong padamu, Sy," ucap lelaki itu yang ternyata itu suara Tono.
Arsy membenarkan posisi duduknya.
"Kamu kenapa? Bukannya ke aula?" ucap Arsy pelan.
Tono hanya menunduk dan diam. Arsy memang dekat dnegan Tono, tapi ia merasa Tono itu seperti memiliki dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Sesekali ia nampa gemulai dan lebay. Namun, kadang ia terlihat seperti lelaki yang macho dan arogan.
Napas Tono tiba -tiba memburu danduduk bersandar di dinding sambil mencari -cari alat hisapnya. Kedua tangannya seperti gemetar sambil menedkatkan ala hisap itu ke hidungnya dan di hisap dengan dalam membuat Tono sedikit lebih rileks dengan kedua mata terpejam.
'Tono? Loe pemakai?" tanya Arsy pelan.
"Diam!! Kalau gue bilang diam, itu tandanya loe harus diam dan gak perlu komentar apa -apa," ucap Tono tegas sambil menghirup alat hisap itu dnegan santai.
Arsy terdiam dan duduk berselonjor di samping Tono. Perutnya mulai terasa sedikit keram.
"Loe berhenti pakai beginian. Inget masa depan loe, Ton. Loe kan pinter, loe bisa gapai cita -cita loe dengan nilai -nilai terbaik loe. Loe tunjukkin sama kedua orang tua loe, bahwa loe itu berusaha keras mencapai itu semua dengan usaha loe sendiri," ucap Arsy pelan.
"Hah? Loe ngomong gampang ya? Loe gak tahu, gue itu kabur dari rumah. Gue pindah ke Jakarta dan gue ikut sama saudara. Di rumah kedua orang tua gue berantem aja setiap hari. Guemuak," ucap Tono mulai bercerita tentang kekecewaannya selama ini.
"Loe kabur? Loe bohong sama gue? Loe ikut bokap loe kerja di Jakarta? Dan loe malah begini? Jadi pemakai? Loe gak sayang sama badan loe?" tanay Arsy pelan.
"Bukan gue gak sayang. Tapi gue kecewa dengan semua ini. Gue kecewa sama orang tua gue, sama diri gue sendiri," ucap Tono sambil menghirup alat hisapnya beberapa kali.
Baru selesai bicara itu. Suara ramai di luar ruangan gelap itu pun terdengar begitu riuh sekali. Beberapa orang berteriak marah dan kesal seolah tidak terima dengan aktivitas tes urine ini.
"Ada apa sih?" tanya Arsy lirih.
__ADS_1
Tono hanya melirik ke arah Arsy sambil menunjukkan jari telunjuknya di depan bibir. Tandanya Arsy harus diam.
Ponsel Arsy juga ikut berdering dengan suara nyaring membuat keduanya terkejut.
"Matikan!! Kau ingin membuatku mati berdiri di ruangan ini!!" gertak Tono sambil merebut ponsel Arsy lalu mematikan total ponsel itu.
Tono sempat baca nama yang muncul di layar ponsel itu. Teddy namanya.
"Teddy? Pak Teddy? Guru kita? Loe ada hubungan apa sama guru kita?" tanya Tono menuduh.
"Gak ada apa -apa. Cuma hubungan antara murid dan guru saja," ucap Arsy pelan.
"Di sekolah? Iya kan?" ucap Tono menuduh secara langsung.
Arsy hanya tersenyum kecut. Tidak ingin menanggapi lebih jauh lagi.
Tono seolah tahu kekhawatiran Arsy saat ini.
"Udahlah loe tenang aja kali, Sy. Gue tahu kok, loe suka sama Pak Teddy. Bnayak kok dulu temen gue yang murid jadian sama gurunya dan sampai menikah lalu punya anak. Itu wajar," ucap Tono pelan.
"Gue gak ada apa -apa," jawab Arsy lantang.
'Loe ikut drama buat perpisahan kan?" tanya Tono pelan.
"Ya. Ikut," jawab Arsy lirih.
"Gue denger loe adalah pemeran terbaik wanita teater di sekolah ini. Dan loe tahu, gue yang jadi pasangan loe nanti di drama pentas perpisahan. Kemarin loe gak datang pas pemilihan tokoh, dan loe terpilih jadi pemeran utama wanita. Tema kita tentang puteri," ucap Tono pelan.
Arsy menaap wajah Tono dari arah samping. Lelaki di sebelahnya ini memang terlihat ganteng juga kalau berperilaku macho begini.
"Loe ganteng juga ya? Semoga loe bisa jadi pasangan gue di pentas nanti," ucap Arsy pelan.
__ADS_1
Arsy merasa sudah kenal dnegan Tono. Ia lebih baik beradu akting bersama teman yang sudah ia kenal. Dari pada dnegan orang baru dan harus mengenal dan harus mendapatkan chemistry agar drama itu nampak sangat sempurna.
"Emang gue jadi pasangan loe. Loe jadi putri salju, dan gue jadi pangeran yang bakal nyium loe lalu loe terbangun," ucap Tono tertawa pelan.
"Hah? Ada gitu adegan nyium beneran?" tanya Arsy mulai gelisah. Apa kata Teddy nanti kalau itu sampai terjadi.
"Iya dong. Biar terlihat nyata, bukan drama biasa. Emang kenapa? Loe belum pernah ciuman? Atau jangan -jangan ciuman nanti jadi first kiss loe?" tanya Tono mulai nakal menggoda Arsy.
"Hah? Gak lah. Bukan loe first kiss gue," jawab Arsy jujr.
"Oh ... Bearrti sudah bisa dong? Gak perlu di ajarin dan gak perlu malu," ucap Tono pelan.
"Ya gak gitu juga kali. Dimana -mana ciuman itu harus dilakukan dengan pasangannya atau orang yang benar -benar kita sukai. Gak bisa dong main cium -cium aja," jawab Arsy santai.
"Nah ... Tepat banget. Gue juga gak bi tuh nyium cewek yang gak gue suka," jawab Tono pelan.
"Jadi kita gk mungkin lakukan hal itu dong? Kita tetap profesional terlihat ciuman tapi tidak sama sekali, karena ...." ucapan Arsy pun terhenti dan langsung terdiam saat Tono langsung meyela ucapan Arsy.
"Gue suka sama loe sejak awal ketemu da kenal sama loe," jawab Tono jujur sambil memalingkan wajahnya dari wajah Arsy dan menata ke arah lain. Jantungnya berdegup dengan keras karena baru kali ini juga Tono brani mengungkapkan perasaannya terhadap wanita.
Arsy melotot dan mematung.
"Loe gila ya? Loe mabuk tuh jadi fantasi loe gak bener," ucap Arsy pelan.
"Gue gak mabuk. Gue gak lagi fly juga. Gue jujur sama loe," ucap Tono santai sambil menghirup alat hisapnya dengan sangat dalam untuk menenagkan jantungnya yang berlari -larian.
"Candaan loe itu lucu. Udah ah ... Gue mau ke kelas. Ngapain juga di tempat ini gelap -gelapan. Lagian loe dapet aja kunci ruangan ini. Setahu gue ini gudang kan?" ucap Arsy menatap ke arah sekeliling yang begitu gelap.
Tono hanya tertawa pelan dan meringis karena kesal tidak di percaya oleh Arsy. Tapi suatu hari semuanya akan ia buktikan. Ia tidak takut bersaing dengan Teddy gurunya sendiri. Cara yang akan di gunakan Tono akan terlihat lambat namun jelas menuju sasaran.
"Gue bawa loe kesini karena ada yang mau berbuat jahat sama loe. Dan gue pastikan loe baik -baik saja, Sy. Kalau itu sampai terjadi pun, gue adalah orang pertama yang akan melindungi loe," ucap Tono tegas.
__ADS_1
"Apa sih. Ngaco lama -lama omongan loe," ucap Arsy pelan dnegan kesal.
Arsy bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu. Tono hanya menatap punggung gadis yang tlah membuatnya jatuh cinta. Ia tidak tahu, gadis yang di kaguminya itu adalah istri orang.