Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
DI TAWAN


__ADS_3

Teddy yang sudah tak karuan lagi isi hatinya pun akhirnya mengalah dan ikut ke rumah Wulan. Wulan berjanji akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Wulan datang ke rumah bersama Teddy, guru dis ekolahnya hingga membuat Bismo semakin kaget. Ia tak pernah tahu kalau Wulan dan Arsy itu memiliki kedekatan dengan Teddy, mantan guru BPnya.


"Selamat malam, Pak Teddy," sapa Bismo dengan sopan.


"Malam Bismo," Teddy membalas sapaan Bismo.


"Duduk dulu Pak. Mau minum apa?" tanya Wulan menawarkan.


"Sudah Wulan. Fokus kita mencari Arsy. Arsy belumsampai rumah, lalu bagaimana?" tanya Teddy mulai kesal dengan nada tinggi.


Bismo terkejut bukan main. Teddy gurunya ke rumah Wulan hanya ingin menanyakan soal Arsy saja.


"Arsy belum sampai di rumah? Lalu kemana? Nomornya tidak aktif lagi?" ucap Bismo bingung. Berkali -kali Bismo mencoba menelepon Arsy untuk menanyakan keberadaannya tetapi nomo Arsy sama sekali tidak bisa di hubungi.


"Sebenarnya ada masalah apa Wulan?" tanya Teddy penasaran.


Wulan menunduk dan menoleh ke arah Bismo yang juga menatap dirinya sambil menganggukkan kepalannya pelan.


"Begini Pak. Saya akan ceritakan dari awal, tapi maaf jika ada hal yang menyinggung Bapak," ucap Wulan pelan.


"Ceritakan saja. Saya akan berbesar hati mendengar semua penjelasan kamu, Wulan," ucap Teddy tegas meyakinkan.


Satu jam Wulan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan Bismo hingga Arsy merasa di khianati. Bukan hal itu saja, Wulan juga menceritakan kenapa Bismo mau bertanggung jawab atas dirinya. Dari cerita dan penjelasanWulan, Teddy bisas menyimpulkan ini semua kesalah pahaman.


"Jadi begitu Pak ceritanya," ucap Wulan lirih


Bismo yang ada di sebelahnya pun mengusap pelan punggung Wulan.


"Ini semua salah saya Pak. Kalau saja saat itu saya tidak ikut -ikutan membantu orang yang saya anggap teman. Semua ini tidak akan terjadi," ucap Bismo menunduk dengan perasaan bersalah.


Teddy menatap lekat kedua muridnya itu. Ternyata murid -murid putih abu seperti mereka ingin selalu tampil untuk mencari jati diri mereka karena suatu gengsi.


"Lalu, kamu hamil Lan?" tanya Teddy yang ikut prihatin dengan kondisi Wulan.


Wulan menunduk dan menahan tangisnya. Tapi, jelas tubuhnya bergetar hebat. Wulan merasakan mentalnya sedang di uji.

__ADS_1


"Sa -saya hamil Pak. Sa -saya baru cek tadi pagi. Saya stres sebenranya, saya takut gak bisa ikut ujian akhir," ucap Wulan menjelaskan.


"Kamu hami Lan? Maafkan aku, Lan,. Ini semua salahku. Aku sudah berjanji untuk bertanggung jawab dengan apa yang terjadi padamu," ucap Bismo pelan.


Teddy menggelengkan kepalanya pelan.


"Ini kita bahas nanti. Kalau ceritanya seperti ini. Tentu saya akan bnetu kamu, Lan. Sekarang kita fokuskan mencari Arsy. Mungkin gak Arsy juga akan mengalami hal yang sama dengan kamu? Secara Arsy ada hubungan juga dengan kamu, Bismo?" tanya Teddy menuduh.


Wulan langsung menegakkan duduknya dan menatap Teddy. Pikirannya tak sampai kesana. Tapi, itu bisa saja terjadi. Bismo pun ikut panik, kalau saja apa yang di prediksi oleh Teddy benar terjadi. Karena Bismo masih menjadi intaian genk motor itu.


"Pak ... Bapak ingat kejadian tadi siang kan? Itu salah satu anggota genk motor. Dan dia sempat melihat Arsy. Karena siapa pun yang mencari masalah dengan mereka, tidak akan lepas dari tangkapannya. Jadi, bisa saja kita berdua di ikuti dan Arsy sasaran merea berikutnya," ucap Wulan pelan.


"Apa? Ini yang saya khawatirkan. Ini yang saya selalu katakan pada kalian. Untuk tidak ikut -ikutan. Kalau kalian mau memperlihatkan kesuksesan kalian, tunjukkan prestasi kalian bukan dengan cara seperti ini dan merugikan orang -orang yang tidak bersalah dalam hal ini. Kalau sudah begini, bagaimana?" tanya Teddy yang terlihat santai. Padahal ia juga punya ketakutan dan kecemasan ynag luar biasa. Kalau benar, tawaan mereka saat ini adalah, Arsy, istrinya sendiri. Kalau semua terjadi terulang smaa seperti yang di almai Wulan. Lalu bagaimana?


Bismo langsung mengambil ponselnya dan mencari nomor salah satu genk tersebut dan meneleponnya. Dengan sengaja Bismo membesarkan volumenya dan merekam pembicaraan mereka aga mengetahui titik lokasi mereka.


"Hallo Bismo. Akhirnya kamu sadar juga kalau kekasihmu ada dalam genggaman kami. Mudah sekali mencari tahu hal ini. Kalau kami kemarin salah orang, tapi kali ini kami tidak akan salah orang lagi," ucap Reno dnegan suara tegas.


Reno segera mengarahkan ponselnya ke arah Arsy.


"Tolongin Arsy," ucap Arsy keras.


"Gila kamu!! Saya bukan kekasih Bismo lagi, lihat cincin ini? Saya sudah menikah," ucap Arsy keras.


Bismo pun menatap Teddy dan Teddy menatap Bismo lekat.


"Kamu dimana Reno? Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari aku? Arsy bukan lagi kekasihku. Kita sudah putus. Dia memnag sudah menikah dengan guruku sendiri," ucap Bismo yang tahu arah tatapan Teddy.


"Persetan kamu Bismo. Kamu mau mencari alibi apalagi? Sudah jelas gadis cantik ini pacar kamu, masih saja mau mengelak? Saya mau kamu. Saya mau kamu mengakui kekalahan kamu di depan anak -anak genk motor. Saya mau kamu mengakui bahwa kamu melakukan kecurangan," ucap Reno kesal.


"Oke. Saya akan datang dan saya akan mengakui kekalahan yang tak pernah terjadi pada saya. Kamu dimana? Tapi ingat, kalu kamu berani menyentuh gadis itu? Saya akan laporkan kamu ke polisi," ucap Bismo dengan berani.


Tubuhnya sudah berkeringat. Ia cemas karena sejak tadi Teddy menatap dirinya tajam. Ia tahu sekarang kalau sebenarnya Arsy sudah menikah dan bukan hanya sekedar bertunangan. Ini semua karena ia melihta cincin yang sama dengan yang di pakai Arsy.


Sambungan telepon itu telah di putuskan sepihak oleh Reno. Mereka juga tidak mau cari masalah baru di atas masalah yang sdeang mereka hadapi.


"Mati Pak. Apa kita lapor polisi saja?" tanya Bismo memberikan saran.

__ADS_1


"Sudah puas? Kamu itu ketua OSIS, jadi gak perlu mencari jati diri lagi deegan hal -hal negattif kayak gini. Wulan, kamu masih ingat tempat dimana kamu di sekap dulu?" tanya Teddy langsung bergerak cepat.


"Ingat Pak. Sepertnya tempat itu memnag markas. Banyak sekali anggotanya," ucap Wulan lirih.


Ia seolah mengingat kembali kejadian satu bulan yang lalu. Kejadian terburuk yang ia alami, dan tidak hanya itu saja, di waktu yang sama menerima berita yang membuat dirinya dan Mamanya lebih sedih lagi. Papah Wulan harus masuk penjara karena suatu kasus penggelapan di perusahaannya. Polisi masih mneyelidiki dan semua bukti mnegarah kepada Papa Wulan yang sudah mengelak berkali -kali kalau itu bukan perbuatannya.


"Oke kita kesana sekarang. Kamu telepon polisi sekarang. Sebutkan alamat itu," titah Teddy cepat.


malam yang semakin larut, ketiganya sudah berada di dalam mobil. Perasaan mereka sudah was -was, cemas, panik, khawatir, semua terasa campur aduk di hati mereka.


Wulan sendiri ikut cemas dengan keadaan Arsy disana. Wulan hanya takut, apa yang menimpanya juga menimpa Arsy. Wulan tak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaa Teddy sebagai suaminya.


Bismo juga berkali -kali menarik napas dalam berusaha menenangkan diri. Sedangkan Teddy dalam hatinya hanya berdoa untuk keselamatan Arsy, istrinya.


Teddy mengambil ponselnya. Sambil fokus menyetir, ia juga menelepon temannya yang bekerja sebagai intel di kepolisian. Intinya malam ini juga ia butuh bantuannya untuk menyergap dan menangkap genk motor yang sudah meresahkan masyarakat. Tidak hanya itu saja, mereka suda melakukan tindak kriminal, dengan memperkosa gadis SMA hingga hamil.


"Jadi kalian tahu kan? Apa resikonya jika ikut -ikutan genk motor? Orang yang tidak bersalah juga terseret bahkan terancam nyawanya karena di anggap ken dan dekat dengan korban. Saya pasrah, kalau Arsy mendapat perlakuan yang sama seperti Wulan. Cukup Wulan dan Arsy yang mengalami hal ini, menjadi korban karena kesalahan dan kebodohan kamu, Mo," ucap Tedy dengan tegas.


"Pak ... Saya minta tolong agar Wulan masih tetap bisa melanjutkan sekolah di sana. Saya janji Pak, mau memperbaiki hidup saya lagi, saya mau berjanji mau bertanggung jawab atas anak yang di kandung oleh Wulan, dan menyayanginya seperti anak saya sendiri," ucap Teddy pelan.


"Ya harus begitu. Terus siapa yang mau tanggung jawab? Ini kan salahamu, Bismo. Sama, dengan saya nanti, jika Arsy kenapa -kenapa saya akan pasang badn untuk dia. Karena saya suaminya," ucap Teddy lantang dan jelas membuat Bismo menelan ludahnya dengan dalam.


Ternyata apa yang ia takutkan benar adanya. Arsy bukan hanya tunangan Pak Teddy, gurunya sendiri. Tapi Arsy adalah istri SAH Pak Teddy.


Mobil Teddy sudah sampai di lokasi. Sejak tadi Reno sengaja mematikan ponselnya dan tak memberikan alamat. Wulan memberitahu kepada Teddy dan berkomusikan dengan polisi melalui sambungan telepon. Ia menjelaskan tentang letak msrkas tersebut.


"Itu rumah dnegan empat pintu yang mengarah keluar. Ada tiga kamar di dalamnya. Masing -masing sisinya memang ada pintu keluar yang bisa di gunakan untuk melarikan diri. Waktu itu bukan Wulan saja gadis yang di tawan, ada tiga gadis yang tidak di kenal oleh Wulan," ucap Wulan menjelaskan.


"Jadi maksud kamu, mereka juga menawan beberapa gadis dan di perlakukan sama dengan kamu?" tanya Teddy tegas.


"Iya Pak." jawab Wulan singkat.


Polisi sudah datang semua dan sudah mengepung markas itu. Genk motor itu memang genk motor yang sudah di incar polisi. Banyak pengadan yang masuk ke polisi kalau genk tersebut meresahkan masyarakat. Kejadian seperti Wulan pun, tidak hanya sekali dua kali, bahkan sudah berkali -kali terjadi. Mereka memang sengaja mencari kesalahna orang lain dan meneror orang- orang terdekat yang menjadi target mereka.


Posisi polisi sudah berada di sisi rumah denganjarak pandang aman. Mereka mencari celah masuk ke dalam di saat semua orang sedang lelah.


"Kalau menunggu malam. Bisa -bisa RAsy menjadi santapan mereka Pak. Bismo mending keluar saja, dan menjadi perhatian mereka, saat itu polisi bisa menangkap? Bagaimana?" tanay Bismo memeberikan saran.

__ADS_1


"Iya itu ide bagus. Tapi kamu tetap hati -hati," jawab Teddy pelan.


Semua polisi sudah terkoordinasi dengan rencana Teddy. Wulan melihat dari kejauhan. Ia di larang untuk keluar dari mobil. Teddy sendiri ingin fokus menolong istrinya.


__ADS_2