Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.46


__ADS_3

Dokter keluarga sudah memeriksa Arsy. Arsy dalam kondisi yang stabil hanya mental dan pikirannay sedikit terganggu. Kalau di biarkan terus maka lama kelamaan, fisiknya juga ikut terganggu, Arsy akan mudah sakit dan imun tubuhnya turun dari biasanya. Kalau sudah begini, di pastikan akan banyak penyakit yang timbul. Karena awal dari suatu penyakit itu di sebabkan karena pikiran dan perasahaan depresi berlebihan.


Untuk menjaga hal buruk terjadi pada ARsy, lebih baik Arsy segera di obati. Di bawa ke psikiater untuk membantu melupakan traumanya dan menghilangkan depresinya yang masih ringan.


Kenapa dokter menjelaskan begitu. Arsy memiliki indikasi bisa terkena traumatic yang berlebihan mengakibatkan depresi berat.


"Jadi saya sarankan Pak Teddy jangan terlambat membawa Arsy ke psikiater," titah dokter keluarga itu sambil memberikan resep penenang untuk Arsy dan multi vitamin yang di butuhkan Arsy setelah melahirkan.


"Nah itu dia, dokter. Arsy masih suka menangis dan berteriak memanggil bayinya," ucap Teddy lemah.


"Ya ... Saya mengerti perasaan And dan perasaan Arsy saat ini. Lebih baik anda jujur dalam segala hal, agar Arsy bisa lebih menerima kenyataan ini. Jika di tutupi, maka Arsy semakin tidak bisa menerima dengan ikhlas," ucap dokter itu smabil memberikan kartu nama rekomendasi psikiater yang bagus di kota ini.


Teddy menerima kartu nama itu dan emmebaca nama psikiater yang cukup terkenal. Prisilla, psikiater muda dan memiliki segudang restasi.


"Prisilla ... Rekomendasi dokter ini?" tanya Teddy kemudian.

__ADS_1


"Ya ... Dia putri sahabatku. Cobalah, mungkin Arsy bisa segera di sembuhkan," titah dokter itu sambil menepuk pundak Teddy yang berarti harus banyak bersabar.


Dokter keluarga itu pun meninggalkan Teddy yang diam di depan teras menunggu mobil sang dokter pergi dari halaman rumahnya.


Semalaman Teddy harus menjaga Arsy yang panasnya turun naik. Sesekali Arsy menggerung karena mimpi buruk menghampirinya.


Kartu nama dari doketr keluarga masih berada di tangannya dan rencananya setelah pulang dari kantor polisi besok, Teddy akan langsung membawa Arsy pergi ke klinik untuk terapi psikologi.


Keesokkan paginya, Teddy sudah bersiap -siap untuk pergi ke kampus dan mengantar ARsy ke kantor polisi. Pagi ini sarapan untuk ARsy dan seeglas susu sudah siap. Teddy tinggal membangunkan Arsy dan membantu menyiapkan semuanya yang di butuhkan.


"Sayang ... Ayo ke Kampus terus kita ke Kantor Polisi," titah Teddy lembut.


Senyumnya belum speenuhnya ikhlas saat Teddy langsung mengambil semangkuk bubur ati ayam dan telur rebus di iris tipis.


"Makan dulu ya? Terus minum susu lalu minum vitaminnya," titah Teddy kemudian.

__ADS_1


Lebih baik tidak membicarkan acara hari ini. Teddy harus merayu Arsy dengan cara lain.


"Kalau kita nge -mall gimana? Kamu biasanya paling suka kalau di suruh nge -mall?" tanya Teddy terus mencoba membujuk Arsy.


Arsy mengunyah makanannya sambil berpikir.


"Beli boneka boleh?" tanya Arsy tiba -tiba meminta hal aneh. Teddy sangat tahu, kalau ARsy paling tidak suka dengan boneka. Kalau pun pengen dia kan mencari boneka dengan karakter benda atau makanan, bukan hewan atau pun orang.


"Boleh. Mau boneka apa?" tanay Teddy masih menyuapkan makanannya ke dalam mulut Arsy.


"Tapi dua ya? Boleh kan?" tanya Arsy memastikan.


"Iya sayang. Boleh. Berarti setelah ini kita mandi terus berangkat ya?" titah Teddy kemudian.


"Iya. Sama cokelat," pinta Arsy lantang.

__ADS_1


"Iya. Pilih smeua yang kamu suka," jawab Teddy denagn senyum bahagia.


Setelah ini Teddy akan tahu, boneka apa yang di pilih Arsy.


__ADS_2