Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.29


__ADS_3

Teddy membawa ARsy ke rumah sakit terdekat dengan Kampus. Perutnya terus di remas merasakan sakit luar biasa karena benturan keras dengan lantai.


Teddy melirik ke arah Arsy yang terlihat pucat dan terus berkeringat.


"Sayang tahan ya ... Kamu sabar dulu," ucap Teddy semakin panik. Jalanan macet parah. Suara klakson mobil bersahutan dari depan hingga belakang deretan mobil berjajar ingin segera keluar dari kemacetan itu.


"Arsy sakit Mas ... Arsy gak kuat lagi, Mas ...," ucap Arsy lirih denagn wajah pucat dan bibir mulai mengering dan berwarna putih.


Teddy semakin tak tahan lagi dan menekan klakson dengan sangat kencang dan lama lalu membuka kaca jendelanya dan berteriak keras.


"Woyy!! Minggir, ini ada orang mau melahirkan!!" teriak Teddy denagn suara keras dan lantang.

__ADS_1


Mendadak jalanan sunyi dan semua orang menatap ke arah Teddy yang sedang marah. Wajah Teddy sudah memerah karenapanas matahari di tambah memang sedang kesal. Mobil dan motor langsung memberikan jalan pada mobil Teddy dan Teddy tidak menyia -nyiakan celah tersebut dan emlajukan mobilnya agar sampai ke ruamh sakit dengan cepat.


Sesampai di rumah sakit, Teddy langsung turun dan berteriak saat memasuki ruang IGD untuk membawkan brankar dan segera memindahkan Arsy untuk segera mendapatakan pemeriksaan awal.


Wajah Arsy sudah pucat pasi. Brankar rumah sakit dari ruang IGD sudah mendekati mobil dan bersiap memindahkan tubuh Arsy yang terlihat semakin lemah dan lemas.


Teddy mondar mandir di luar tirai penutup diamna ARsy sedang di periksa. Doketr kandungan baru saja tiba dan langsung memeriksa Arsy. Teddy begitu cemas dan ketakutan jika seuatu terjadi pada Arsy atau kedua bayi kembarnya.


"Anda suaminya?" tanay dokter itu denagn wajah serius.


"Ya ... Apa yang terjadi pada istri saya dokter?" tanya Teddy begitu khawatir sekali.

__ADS_1


"Istri anda dalam keadaan tidak sadar saat ini. Bayi dalam kandungannya juga berisiko tinggi jika dilahirkan. Artinya kemungkinan untuk hidup hanya separuhnya saja. Benturan itu sangat keras. Sebelumnya, Arsy pasti sudah merasakan keanehan dalam kandungannya," ucap doketr itu meyayangkan karena keterlambatan Arsy dan Teddy untuk memeriksakan kandungannya.


"Satu bulan yang lalu kami masih periksa dan hasilnya normal. Kedua bayi kamu begitu sehat dan jantungnya juga sudah stabil," ucap Teddy mengingat hasil pemeriksaan terakhir karena perut Arsy juga di lakukan USG.


"Lalu? Ada kejadian apa?" tanya dokter itu penasaran.


"Saya tidak tahu dokter. Cuma satu minggu terakhir ini, Arsy mengeluh sakit perut dan merasa bayinya jarang bergerak di perutnya," ucap Teddy jujur.


"KIta harus ambil itndakan dari sekarang. Setelah sadar. Arsy harus menjalani operasi sesar. Bagaimana hasilnya, saya harap sebagai suami dan calon Ayah harus siap denagn kemungkinan terburuk. Bukan itu saja, kalau memang kedua bayi itu tidak tertolong, bantu Arsy unutk mengembalikan kepercayaan dirinya dan emntalnya agar kuat lagi. Ini tidak mudah untuk di terima," ucap dokter kandungan itu menasihati.


Seketika lutut Teddy terasa lemas dan lemah tak berdaya untuk berdiri. Tubuh Teddy mendadak lesu dan tak ada gairah. Kalau saja dia abukan laki -laki tentu ia sudah menangis meraung -raung. Tapi itu smeua tidak mungkin ia lakukan. Teddy melirik ke arah Arsy yang masih tergolek lemah.

__ADS_1


"Tolong selamatkan istri saya, dokter. Saya butuh istri saya," ucap Teddy dengan erbata dan suara bergetar.


__ADS_2