Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
MEMANG ARSY GAK BOLWH CEMBURU


__ADS_3

Prank ...


Suara pecahan barang pecah belah terdengar sangat nyaring. Terlihat Arsy meminta maaf kepada Ivana yang terkejut karena pakaiannya basah tersiram kuah sop iga.


Teddy langsung menatap Arsy yang berusaha membersihkan baju Ivana dengan lap kering yang ia temukan di kolong meja dekat ruang tengah itu.


Tapi ... lagi -lagi niat baik Arsy malah membuahkan bencana bagi Ivana. Pakaiannya yang berwarna putih harus kotor dengan tumpahan kuah sop di sertai bau amis di sekujur pakaian itu. Lap yang di pakai Arsy adalah kanebo kering yang kotor bekas mengelap sisa oli yang tumpah.


"Arghh ... baju aku?" teriak Ivana tak terima.


"Wah ... Maaf Kak. Arsy gak sengaja," ucap Arsy pelan dengna wajah polosnya.


Teddy langsung menghampiri Arsy dan membawanya pergi dari tempat itu. Dan teman Teddy juga membawa Ivana menjauh dari sana lalu membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


Arsy di angkat dan di dudukkan di meja makan dekat dapur. Teddy berdiri di depan Arsy sambil menatap Arsy dan merapikan rambut lanjang Arsy yang sedikit berantakan.


"Arsy ... Jangan kamu ulangi lagi, ya?" ucap Teddy menasehati.


"Apa maksudnya Mas? Arsy gak paham. Kejadian itu gak sengaja lho," ucap Arsy membela diri.


"Yakin? Gak sengaja? Mas dari tadi itu lihat gerak gerik kamu di taman belakang. Kamu cemburu kan? Sama Ivana?" tanya Teddy pelan.


Arsy menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tetap teguh dengan pendiriannya dan sama sekali tak membuka aibnya sendiri di depan suaminya. Bisa jatuh harga diri Arsy, jika ia menguyakan kalau sebenarnya ia cemburu berat dengan Ivana. Kalau begitu, lelaki bisa berada di atas angin nantinya.


"Oh gitu. Ke kamar mandi harus bawa semangkok kuah sop sapi? Lalu berjalan ke tengah sepertinya kamu mainan mobil -mobilan yang sedang di di jalankan menggunakan remote kontrol? Begitu?" tanya Teddy pelan.


"Arghh ... Mas Teddy suka ngadi -ngadi. Gak gitu ceritanya. Suka salah paham. Begini ini yang bikin rumah tangga hancur berantakan. Salah paham, egois, marah gak jelas," ucapan Arsy langsung berhenti saat bibirnya terkunci rapat dengan bibir Teddy. Kedua mata Arsy melotot menatap wajah tampan Teddy dalam jarak dekat.

__ADS_1


Keadaan seperti itu sudah sangat terjadi di antara keduanya. Tapi tetap saja, jantung Arsy meronta -ronta minta di selamatkan agar tidak berdegup keras. Bisa -bisa jantungnya teroacu terus.


"Jangan bawel ya. Mas gak suka kamu bohong, karena Mas gak pernah mengajari kamu bohong. Jujur lebih baik," ucap Teddy pelan melepaskan kecupan di bibir Arsy dan menggigit gemas bibir bagian bawah Arsy.


Asy menunduk. Ia mengakui kesalahnnya. Niat Arsy ingin melabrak pelakor kayak yang terjadi di televisi. Tapi kali ini konsepnya beda. Ivana bukan pelakor tapi ia hanya mengagumi.


"Arsy cemburu," jawab Arsy lirih. Tapi suara itu masih jelas terdengar di telinga Teddy hingga senyum Teddy terlihat lebar.


Akhirnya, Arsy mau mengakui kesalahannya dan rasa cemburunya kepada Ivana yang selalu dekat dengan Teddy. Kedekatannya jadi tidak wajar.


Arsy mengangkat wajahnya menatap Teddy yang juga menatapnya dengan senyuman.


"Arsy salah? Kalau punya rasa cemburu? Bukankah cemburu itu tandanya sayang?" ucap Arsy pelan.

__ADS_1


Teddy hanya mengangguk kecil. Ia masih senang rasa di hatinya. Ia pikir, Arsy masih belum bisa menerima pernikahan ini.


__ADS_2