Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.38


__ADS_3

Sore ini, Teddy memutuskan untuk membawa Arsy pulang ke rumah orang tua Arsy. Teddy hanya ingin agar Arsy bisa lebih tenang dan dapat melupakan kejadian buruk itu. Sementara waktu, Arsy juga lebih baik ambil cuti kuliah sampai benar -benar Arsy siap untuk kembali kuliah di Kampus.


Arsy sudah berdiri di teras kamarnya yang dulu. Tempat favoritnya untuk menikmati pemandangan kota besar yang terlihat agak jauh dari rumahnya. Perutnya masih terasa sakit di bagian bawah yang terluka bekas sayatan dan jahitan sewaktu mengeluarkan kedua bayi kembarnya.


Teddy merapikan semua pakaian Arsy dan memisahkan pakaian kotor di keranjang cucian. Lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sesuatu untuk istrinya.


"Nak Teddy sedang buat apa?" tanya Bunda Arsy yang melihat menantunya seperti sedang sibuk menyiapkan sesuatu.


"Ohh Bunda ... Maaf Bunda kalau di acak -acak dapurnya," ucap Teddy sopan sambil membuat salad buah kesukaan Arsy.


"Gak apa -apa. Buat Arsy?" tanya Bunda Arsy kepada Teddy. Bunda Arsy bangga terhadap Teddy menantunya, tidak hanay tampan, dewasa, baik tapi juga begitu perhatian dan penyayang. Tidak salah pilih memang menjodohkan Teddy dengan Arsy. Mereka sangat cocok sekali.


"Iya Bunda. Biar dia senang. Teddy ke atas dulu ya, Bunda," pamit Teddy sambil membawakan salad buah denagn parutan keju yang banyak dan es cokelat kesukaan Arsy.

__ADS_1


Teddy berjalan masuk ke dalam kamar dan masih menatap punggung Arsy di tempat yang sama. Tubuh Arsy maih bersandar di pagar tembok sambil seseklai mengedarkan pandangannay ke kiri dan ke kanan.


"Sayang ... Ada salad buah sama es cokelat kesukaan kamu," ucap Teddy yang berdiri di samping sambil menunjukkan makanan dan minuman kesukaan Arsy.


Dokter bilang tidak ada pantangan makanan adn minuman untuk Arsy. Cuma tidak boleh terlalu pedas atau terlalu asem.


Arsy menoleh ke arah Teddy dan berusaha tersenyum ke arah suaminya.


"Mau di suapin? Duduk di kursi yuk? Nanti Mas suapin," pinta Teddy pada istrinya.


Arsy mmeblaikkan tubuhnya dan berjalan sedikit tertatih menuju kursi besi yang ada di teras kamarnya. Teddy menarik kursi lain dan duduk mendekat pada Arsy sambil menyuapi salad buah buatannya. Teddy sengaja mencampurkan buah -buah manis kesukaan Arsy dan nata de coco serta irisan puding yang ada di kulkas di tambah susu kental manis dan sedikit mayo lalu di atasnya parutan keju yang sangat banyak.


"Gimana? Enak?" tanya Teddy menyuapi Arsy.

__ADS_1


Arsy mengunyah makanan dan menganggukkan kepalanya pelan mengiyakan ucapan Teddy.


"Habiskan ya, Sayang," ucap Teddy lembut dengan nada emmohon.


"Iya Mas," jawab Arsy singkat.


Teddy terus menyuapi salad buah kepada Arsy hingga habis.


"Apa kamu ingin pergi ke suatu tempat? Biar Mas ambil cuti dan menemani kamu?" tanya Teddy lembut.


Teddy tidak tega melihat raut wajah Arsy yang masih terlihat kecut dan jarang tersenyum seperti biasanya.


Arsy menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Yakin gak mau? Ke laut mungkin? Atau ke gunung? Ke villa kebun teh?" tanya Teddy kemudian mencarikan tempat yang menurutnya enak dan indah.


"Arsy mau ketemu si kembar, anak Arsy," ucap Arsy tegas.


__ADS_2