Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
KETAHUAN


__ADS_3

Benar saja, saat ini keduanya sudah berada di supermarket dkeat apartemen mereka. Arsy yang tainya bete pun mulai bergairah dengan di ajak berbelanja. Teddy berbisik kalau Arsy boleh membeli apa saja yang ia suka tanpa kecuali.


Kesukaan keduanya berbeda. Teddy yang dewasa lebih memikirkan membeli keperluan untuk rumah tangganya. Sedangkan Arsy lebih suka berbelanja cemilan favoritnya yang menjadi teman saat menonton drama korea kesukaannya.


Keranjang dorong supermarket itu sudah mulai penuh dengan cemilan Arsy. Teddy sudanh memasukkan juga susu hamil Arsy.


"Yakin pilih rasa buah? Bukan yang cikelat?" tanya Teddy memastikan. Jangan sampai membeli susu hamil dan kemudian tidak di minum karena mual sala rasa. Tahu sendiri susu hamil itu kan memiliki kandungan Zat besi yang cukup tinggi, tentu rasanya akan sangt berbeda dengan susu biasa pada umumnya.


Arsy mengangguk kecil.


"Yakin. Buah mangga lebih segar saat di minum dingin. Tadi kan Arsy sudah coba testernya dari mbak -mbak SPG susu. Mas sih terlalu fokus dengan susu yang lain," ucap Arsy ketus.


Sehari tidak berantem sepertinya membuat pasangan ini kurang afdol. Memang bumbu romantisnya mereka itu ya berantem, berdebat, dan cari masalah.

__ADS_1


Teddy melotot ke arah Arsy. Kedua pupil matanya membesar.


"Susu apa maksudmu? Mas itu cari komposisi yang baik untuk anak kitaa, Sy. Kamu pikir Mas ngapain?" tanya Teddy tak terima dengan tuduhan Arsy yang begitu menuding Teddy lebih fokus pada susu yang lain, bukan susu yang sedang di promosikan oleh karyawan supermarket.


Arsy sendiri membalas tatapan Teddy dnegan bingung.


"Lha? Mas Teddy, kenapa? Kenapa mesti panik gitu mukanya? Pertanyaan Arsy kan bener? Tadi ARsy nyobain tester rasa dari salah satu merek susu hamil. Mas Teddy malah ngejauh kan? Malah cari -cari susu lain? Alasan Mas Teddy cari komposisi yang baik buat Arsy?" tanya Arsy melotot. Keduanya masih berjalanan beriringna.


Teddy mengangguk pasrah membenarkan ucapan Arsy barusan.


"Iya. Memang gitu. Terus? Arsy kan gak marah. Cuma kenapa harus tanya terus soal rasa? Arsy kan sudah cicip semua rasa, dn yang enak cuma rasa mangga karena gak bikin Arsy mual," ucap Arsy menjelaskan.


"Oh gitu. Kirain Mas ...." ucapan Teddy terhenti. Pikirannya terlalu jauh berpikir.

__ADS_1


"Apa? Mas pikir apa? Oh ... Tadi sambil menyelam minum air? Pantes betah di lorong susu, ternyata lihat belahan gratis?" tanya Arsy mulai ketus.


"Gak. Belahannya sudah ada. Gak sengaja terlihat," jawab Teddy membela diri. Tadinya bukan mengarah pembahasan kesana malah akhirnya membahas yang seharusnya gak di bahas.


"Apa? Kamu melihat itu semua, Mas?' teriak Arsy tak bisa menahan rasa kesalnya.


"Cuma dikit Sy. Itu juga gak sengaja," jawab Teddy pelan.


"Dasar. Lelaki mesum," ucap ARsy kesal. Arsy pun segera mendorong kereta belanjanya mneuju kasir dan mulai memindahkaan isi keranjangnya di meja kasir untuk di hitung.


Arsy masih marah. Ia senagja tak mengajak Teddy bicara. Ia kesal, cemburu juga, emosi.


"Pak Teddy?" panggil seoarng perempuan dari arah samping. Oarang tersebut berada di kasir sebelah dan menatap Arsy dan Teddy secara bergantian. Kecurigaannya semakin terjawab saat sang kasir memegang susu hamil dalam kemasan kotak.

__ADS_1


Teddy langsung terdiam. Begitu juga dnegan Arsy yang juga tk bisa berkata -kata. Hubungan mereka memang penuh resiko. Pernikahan kalau tersembunyi karena masih sekolah ya akan berujung seperti ini. APalagi Arsy dalam kondisi hamil.


__ADS_2