Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.12


__ADS_3

Hari yang sangat melelahkan sekali. Acara OSPEK hari ini sungguh sangat padat sekali. Acara baru selesai jam tiga sore. Arsy sudah kelelahan. Ia hanya bisa duduk bersandar pada tembok setelah mengantarkan tiga nampan di meja yang ada di atas panggung. Beberapa dosen berjajar duduk di sofa panjang yang di sediakan panitai dan mulai memperkenalkan diri serta memberikan sedikit kata mutiara untuk pendekatan denagn mahasiswa baru.


Teddy adalah dosen baru disana. Ia lulusan dari alumni di kampus tersebut. Dulu Teddy pernah magang di Kampus tersebut dan memilih mengajar di SMA. Seakarang setelah istrinya lulus SMA, ia pun kembali memilih mengajar sebagai dosen muda di Kampus tempat ia mendapatkan ilmu hingga lulus.


Saat Teddy untuk memperkenalkan diri tiba. Ia berdiri dan maju ke depan dengan santai tanpa ada kegugupan sedikit pun. Arsy menatap Teddy dari belakang layar dan menatap para mahasiswi yang tertuju pandangannya ke arah Teddy dengan penuh damba. Pesona suaminya sungguh tak main-main sepertinya. Beberapa gadis berteriak histeris saat Teddy mulai bersuara dan menyiulkan suitan yang membuat Arsy sedikit cemburu. Bisa -bisanya suaminya tersenyum ramahh pada semua gadis i ruangan luas ini.


"Ganteng ya," celetuk Mega dengan jujur.


Arsy menoleh ke arah Mega. Ia tak bisa marah pastinya. Di Kampus ini tidak ada yang tahu, kalau mereka ternyata suami istri. ARsy sendiri juga baru tahu, kalau Teddy mengajar di Kampus yang sama dan bahkan di fakultas dimana Arsy mengambil pendidikannya.


"He em ganteng," ucap Arsy tetap berusaha tenang.


"Kamu gak bisa ngecengin dong, Sy. Kamu kan udah sold out," ucap Mega terkekeh.

__ADS_1


"Hu um," jawab Arsy santai.


"Gilaaa ... ganteng banget sih. Gak sia -sia ambil jurusan ini. Bisa tiap hari ketemu dosen manis bikin semangat lulus aja," ucap Mega tertawa sendiri.


Arsy hanya bisa menahan rasa cemburunya. Lihat saja, fans Teddy mulai banyak. Sorak sorai suara perempuan memggema di seluruh ruangan.


"Udah punya istri belum sih? Tapi kayaknya belum ya? Masih muda gitu. Ini dosen yang tadi ketemu di lift kan? Mana wangi banget parfumnya. Bener -bener dosen idaman," ucap Mega terus memuji.


***


Teddy masih berada di ruang dosen dan menyambut beberapa teman lamanya yang sudah lebih dulu mengabdi di kampus ini sebagai tenaga pengajar.


Arsy juga sudah selesai acar dan duduk di bangku ruang tunggu dekat parkiran. Teddy baru saja mengirim pesan untuk menunggunya.

__ADS_1


Tak berselang lama, Teddy sudah berdiri di samping Arsy dan mengajaknya untuk segera pulang. Suasana di Kampus itu sudah sepi dan sunyi.


"Enak ya, jadi bahan gosip para mahasiswi," ucap Arsy ketus.


Teddy yang sedang fokus menyetir pun melirik ke arah istrinya yang sejak tadi manyun dan baru membuka pembicaraan setelah sudah akan sampai di rumah. Teddy hanay mengulum senyum. Ia tahu istrinya sedang merajuk karena cemburu.


"Kamu cemburu, sayang?" tanya Teddy pelan.


"Gak. Arsy gak cemburu," ucap Arsy santai dan tak peduli.


"Kalau gak cemburu, nada bicara kamu gak akan kayak begini," ucap Teddy lembut.


"Nada bicara Arsy kenapa? Biasa aja," ucap Arsy ketus. Ia masih kesal denagn kejadioan hari ini, di tambah lagi melihat suaminya harus di puja puji oleh banyak mahasiswi yang langsung mengidolakannya.

__ADS_1


__ADS_2