Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
13


__ADS_3

Malam itu Nyai Konde menyuruh Nada untuk tidur sebelum ahirnya Nyai kode akan menceritakan semuanya pagi nanti.


"Tidurlah. Aku tahu kamu lelah. Besok aku akan menceritakan bagaimana aku menemukanmu dan aku akan mengantarkanmu pulang, dengan satu syarat," ucap Nyai Konde tegas.


Mendengar ada kata syarat, Nada pun terkesiap. Ia kaget bukan kepalang, apa maksud dari ucapan Nyai Konde itu. Rasanya tidak sabar untuk menunggu pagi hari dan mendengar semua cerita Nyai Konde.


Hari ini Nada tidak bisa merengek kepada Nyai Konde. Setidaknya Nyai Konde sudah baik mau merawat Nada dan membantu menyembuhkan kaki Nada dan membuat Nada kembali pulih dan bugar.


Kedua mata Nada mulai terpejam dan Nada mulai mengantuk lalu tertidur pulas. Selang beberapa waktu kemudian, entah Nada bermimpi atau tidak. Nada mendengar percakapan dua orang yang terdengar sangat jelas.


"Kenapa tidak kau bunuh gadis itu, sebagai tumbalmu, Nyai? Kami berdua sudah susah payah untuk membawanya ke tempat ini," ucap seseorang dengan suara khas bariton yang sangat keras.


"Betul Nyai. Gadis itu masih perawan, dan kamu bisa kembali terlahir ke dunia untuk membalaskan dendam kamu kepada Ki Pelet," ucap seorang wanita dengan suara seraknya.


Nyai Konde hanya terdiam dan memandang ke arah depan. Ia mengingat kembali kejadian saat itu, kejadian paling buruk yang di alaminya hingga karirnya terjatuh dan ia terusir dengan tidak hormat karena kehamilannya yang tiba - tiba tanpa ada yang menyentuhnya. Keadaan Nyai Konde itu masih gadis, namun perutnya membesar seperti orang hamil, dan ternyata itu adalah teluh dari Ki Pelet, lelaki yang di tolak lamarannya oleh Nyai Konde.


Nyai Konde menggelengkan kepalanya pelan. Sudah banyak jiwa yang hilang karena dirinya untuk menambah kesaktiannya. Mungkin saat ini, Nyai Konde akan mencari cara yang tepat untuk memberikan pelajaran kepada Ki Pelet yang sudah merusak gadis - gadis yang ingin menjadi seorang biduan dengan menodai gadis itu agar di pasang susuk.

__ADS_1


Kebusukkannya sudah di ketahui oleh Nyai Konde. Memperawani banyak gadis adalah salah satu syarat agar ilmu hitamnya semakin tak terkalahkan dan Ki Pelet menjadi sangat sakti. Tapi, ada satu hal yang akan membuatnya gagal dan ilmu hitam itu musnah, sehingga Desa Sukahati tak lagi menjadi desa terkutuk dan akan menjadi desa yang normal pada umumnya. Tidak akan ada kejadian aneh yang akan terjadi di sana.


"Aku akan memanfaatkan gadis ini dengan syarat. Aku tidak akan membuatnya mati hingga ilmu ku bertambah sakti. Tidak seperti itu. Jika begitu, Ki Pelet akan melakukan yang lebih lagi untuk meningkatkan ilmu hitamnya dengan mengambil gadis di seluruh desa untuk di jadikan tumbal demi mendapatkan keperawanannya," ucap Nyai Konde dengan sengit.


Kedua anak bauhnya itu hanya mengangguk dan menurut dnegan keputusn Nyai Konde.


Ya, Nyai Konde adalah seorang biduan terkenal di Desa Sukahati pada masanya. Kcentikannya tidak ada yang mengalahkan, suaranya pun memiliki ciri khas. Semangatnya menggapai mimpi pun akhirnya berbuah hasil. Nyai Konde menerima banyak pekerjaan hingga terkenal hingga di luar kota.


Banyak orang yang iri dengan dirinya, dnegan kecantikannya, dengan talentanya, dan kesuksesannya. Nyai Konde di anggap memiliki banyak skandal dan berani menjual tubuhnya demi sebuah ketenaran.


Sampai suatu hari, ada seorang lelaki yang tampan sangat mecintai Nyai Konde dan ingin memilikinya. Saat itu Nyai Konde tidak mau, dengan alasan Nyai Konde masih ingin meniti karirnya dan belum puas dengan pencapaiannya saat itu.


Dengan semua ilmu yang di miliki, lelaki itu pun berhasil membuat Nyai Konde hamil. Akhirnya seluruh desa geger dnegan fakta yang ada. Nyai Konde di anggap berslaah dan bisa membawa sial bagi desa ini. Lalu Nyai Konde di buang keluarganya di hutan.


Selama di hutan, Nyai Konde berusaha bertahan hidup dan menjaga kandungannya yang entah dari mana itu. Beberapa bulan menjelang kelahiran anaknya itu, tiba - tiba perutnya mengempis dan bayi yang selama ini di kandung pun tidak ada.


Nyai Konde bingung dan menemukan sepasang tusuk konde yang membuatnya selalu terlihat cantik dan awet muda.

__ADS_1


Sempat Nyai Konde kembali ke desanya dengan menggunakan identitas yang baru. Kedatangannya sempat di anggap saingan oleh rivalnya hingga Nyai Konde pun nyaris terbunuh dan akan di jatuhkan ke dalam sumur.


Sungguh tragis memang kisah seorang Biduan. Tidak ada hal baik yang melekat untuk mengharumkan namanya, dan selalu di ikuti dengan hal - hal yang berbau mistis dan negatif.


Nada membuka kedua matanya yang indah. Percakapan itu sangat jelas di telinganya. Semua seperti nyata dan adaketerkaitannya dengan kejadian yang sudah - sudah sebelum Nada di usir dan akhirnya datang ke Desa Sukahati ini.


Beberapa bulan yang lalu, Nada sempat ikut tur musik di salah satu event yang di buat oleh temannya. Ia menjadi salah satu penyanyi undangan. Sewaktu berada d kamar ganti Nada menemukan tusuk konde yang sama persis di pakai oleh Nyai Konde. Awalnya Nada tidak tahu kalau itu tusuk konde dan mengabaikan begitu saja, karena memang bukan milik diirnya.


Tapi setelah keluar ruangan ganti itu. telinganya seolah berbisik untuk masuk kembali dan ambil tusuk konde itu. Nada un seperti terhipnotis dan kembali masuk ke dalam, lalu mengambil tusuk konde itu dan ia masukkan ke dalam tas.


Entah kenapa tusuk konde itu nampak terlihat istimewa dan spesial untuk Nada. Ada hal yang membuat Nada semakin percaya diri saat berada di atas panggung. Nada terlihat berbeda dan tidak seperti Nada biasanya.


Saat itu temannya memberikan selmaat kepada Nada kalau performanya malam ini sungguh keren dan sangat mengesankan hingga ada beberapa penonton yang langsung masuk ke dalam ruang artis untuk meminta foto bersama dengan Nada. Nada dan temannya pun bingung, tidak biasanya seperti ini tapi kenapa malam ini terjadi dan begitu berbeda dengan event - event sebelumnya.


Dengan pelan Nada memijat kepalanya yang terasa sedikit pening. Rasanya sangat membingungkan sekali. Tak sabar menunggu pagi untuk mengetahui semuanya.


Nyai Konde duduk di depan di atas amben sambil menatap lurus ke depan. Pandangannya menembus hingga semua terlihat jelas. Kejadian yang saat ini terjadi di Dsa Sukahati. Gempar hilangnya Nada yang membuat satu desa kisruh daan mencari Nada.

__ADS_1


"Kini, saatnya aku yang beraksi Ki Pelet. Aku tidak balas dendam, setidaknya aku bisa memberikan pelajaran dan membuat desa tersayangku tidak selamanya dalam kutukanmu yang tak beradab itu," batin Nyai Konde dengan suara pelan.


__ADS_2