Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SUKA SAMA SIAPA


__ADS_3

Hari ini Arsy pulang sore sekali, kebetula ada gladi bersih untuk latihan drama. Lusa adalah latihan drama terakhir seblum akhirnya di pentaskan secara kolosal di sekolah sebagai sajian utama saat acaraperpisahan.


Tono tidak pernah hadir lagi. Pelatih drama hanya bilang, Tono berhalangan datnag dan akan datang di waktu latihan terakhir.


"Loe ngerasa gak sih? Kalau hari ini tuh kyak ada yang beda? Mulai dari kepala sekolah, guru -guru, dan temen -temen kita?" tanya Wulan pelan. Ia merasakan ada kejanggalan.


"Gak ah, biasa saja," jawab Arsy pelan dan kembali menikmati mie ayam bakso favorit di sekitar kaki lima menuju rumahnya.


"Terus, Bunda Belela mau datang gak?" tanya Wulan pelan.


"Bunda gak bisa datang, karena Papah masih banyak urusan. Tapi, setelah acara perpisahan, Mama mau antar Arsy ke London. Kayaknya itu waktu yang tepat buat bilang sebenarnya dan mencari keberadaan Mas Teddy," ucap Arsy datar.


Rasa mie ayam dan bakso itu tiba -tiba saja hambar tak berasa sama sekali, padahal ia tadi paling ingin sekali makan makaan ini.


"Kangen ya?" tanya Wulan pelan.

__ADS_1


"Iyalah, kangen banget malah. Arsy merasa berdosa, kayak gak bisa di maafkan salahnya. Kalau ketemu kayaknya perlu sujud di kaki suami," ucap Arsy pelan sambil tersenyum.


"Yakin? Loe mau sujud," ucap Wulan tertawa smbil mencocol keupuk ke dalam kuah mie ayam.


"Yakin Wulan. Sujud syukur di atas sajadah," ucap ARsy tertawa keras.


"Dasar. Loe ma cari gaun di mana buat acara perpisahan, bareng yuk Sy. Loe tahu kan, cowok gue super sibuk," ucap Wulan pelan.


"Ohh .. Ya ... Apa kabar cowok loe itu? Lagi pula, loe kan jadinya ke London, dapet beasiswa di sana," ucap Arsy pelan.


"Ya gue gak tahu. Makin kesini, dia kayak gak ad waktu gitu," ucap Wulan pelan.


Wulan mengangguk tegas.


"Yup. Gue jujur dong, karena buat gue suatu hubungan itu di bangun dari komunikasi dan kejujuran, dan gue gak mau membuka mainset kalau gue pembohong atau telah menipu dia, kalau gue udah gak perawan. Jaman sekarang, semua cowok menuntut perempuannya tetap perawan, tapi mereka sendiri malah merusak perempuan lain demi kepuasan mereka. Loe tahu, dia pernah ngajak gituan, dan itu yang buat gue jujur. Gue udah gak perawan lagi, tapi gue ngerasa sejak itu dia malah ngejauhin gue," ucap Wulan yang terlihat santai.

__ADS_1


"Iya kah? Ada laki -laki gitu? Jangan -jangan dia emang ngincer gituan doang," ucap Arsy mulai kesal melihat gaya lelaki sok kegantengan hanya butuh kepuasan.


"Itu dia. Makanya sekarang gue buat santai, dia hubungin gue, ya, gue jawab, kalau dia muali ghosting, ya, mungkin sudah waktunya gue harus ngelupain dia," ucap Wulan yang semakin bersikap bijak.


Arsy langsung memeluk Wulan, sahabatnya dari arah samping.


"Kamu hebat, Lan. Kamu tetap bisa semangat dan termotivasi atas apa yang sudah menimpa diri kamu," ucap Arsy pelan.


"Sejak saat itu, gue gak pernah percaya lagi sama yang namanya cowok. Kita ini perempuan, seharusnya di jaga bukan malah di rusak sesuka mereka," ucap Wulan pelan menyeruput teh botol yang sudah di tuangkan ke dalam gelas besar.


"Sebenarnya, kamu itu suka sama siapa sih? Arsy gak pernah tahu. Padahal kita sering bersama," ucap Arsy pelan.


Selama mereka satu sekolah, Wulan tak pernh punya pacar di sekolah yang sama. Kalau pun punya, Wulan akan mendapatkan cowok dari sekolah lain.


Ha ... Ha ... Ha ... Wulan malah tertawa keras. dan memuat Arsy semakin bingung.

__ADS_1


"Kok malah ketawa," tanya Arsy pelan menghabiskan potongan bakso terakhir ke dalam mulutnya.


"Gak penting juga. Sekarang yang penting kita ke London, dan gue mau nyari bule aja," ucap Wulan dengan suara keras dan penuh semangat.


__ADS_2