Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2. CPA


__ADS_3

Cinta sejati itu bukan hanya takdir tapi niat dan keinginan kuat setiap pasangan untuk tetap mencintai dan menyayangi pasangannya sebagai satu -satunya dan seumur hidupnya.


Beberapa bulan Arsy berada di Amerika ternyata ia tidak betah. Arsy merengek untuk kembali lagi ke tanah airnya dan tinggal di kota kelahirannya.


Beasiswa yang di dapat Arsy terpaksa di lepaskan karena Arsy tidak nyaman dengan negara tetangga.


Teddy pun setia mengikuti sang istri, kemana istrinya akan tinggal.


Pagi ini, Teddy membangunkan Arsy yang masih tertidur pulas di kamar tidur apartemennya. Hari ini, Teddy ingin memberikan kejutan pada istri kecilnya yang sedang hamil tua.


Teddy sudah duduk di pinggir ranjang dan mengusap pipi gembil Arsy yang terlihat makin bulat seperti bakpau.


"Sayang ... Yuk bangun, Mas punya kejutan buat kamu," bisik Teddy sambil mencium pipi Arsy yang terlihat merona terkena sinar matahari pagi.


Arsy membuka kedua matanya perlahan dan mengerjap -ngerjap hingga kedua matanya benar -benar terbuka menatap wajah suaminya yang sudah ada di depannya saat ini.

__ADS_1


"Ekhemmm ... Ganggu tidur Arsy aja, Mas. Masih ngantuk nih," cicit Arsy sendu. Tangannya mulai manja mengalungkan ke leher Teddy.


Semasa hamil, Arsy semakin manja dan selalu membuat gemas Teddy.


"Mulai manjanya. Ini yang manja Mamahnya apa si kembar?" tanya Teddy mengecup bibir Arsy yang mengerucut manja.


"Kalau Mamahnya yang manja? Salah? Kalau istri bermanja -manja sama suaminya sendiri?" cicit Arsy berpura -pura kesal.


"Gak ada yang bilang salah, cuma makin kesini pengen di gigit gemes nih sama Mas," ungkap Teddy makin gereget melihat Arsy yang makin bulat dan semakin lucu.


"Kalau menurut HPL dokter kan, lahirannya masih awal bulan depan, sedangkan kamu akan masuk kuliah, akhir bulan ini. Udah gak apa -apa, asal hati -hati, gak masalah," ucap Teddy menyemangati.


Teddy yang duduk di tepi ranjang itu mulai mendekatkan wajahnya ke arah Arsy sambil mengusap perut besar itu dengan gerakan memutar searah jarum jam.


Perlakuan manis Teddy makin membuat Arsy takluk dan merasa tergantung dengan keberadaan Teddy.

__ADS_1


"Tapi, Kita jadi satu kampus kan? Mas Teddy bakal ngajar di Kampus yang Arsy pilih?" tanya Arsy pelan.


"Kayaknya gak deh. Mas gak di terima di sana," ucap Teddy pelan.


"Arghhh serius? Masa sih gak di terima? Mas kan pinter, hebat, ganteng, kurangnya apa coba?" tanya Arsy bingung.


Teddy, Suaminya begitu sempurna di matanya. Tak ada satu titik kekurangan yang di miliki lelaki tampan itu selama mereka mengarungi bahtera, kenapa bisa tidak di terima? Cukup aneh kan? Padahal secara akademis, Suaminya itu mumpuni sekali.


"Mandi yuk? Gak usah bahas itu. Sekarang mandi, terus ikut Mas," titah Teddy mencoba merayu Arsy agar mau bangun dari tidurnya.


"Yuk ... Gendooongg ...." cicit Arsy sekmakin manja.


Teddy mencium pipi dan menggigit gemas pipi itu lalu membantu Arsy bangun dari tidurnya. Dengan sabar dan telaten, istrinya di bawa ke kamar mandi dan di bantu untuk mandi. Perut besarnya sudah membuat ruang gerak Arsy sedikit kewalahan dan kesusahan untuk sekedar membuka pakaian.


Untung saja, Teddy, tipe suami yang begitu peka dan emngayomi. Ia tahu, kalau Arsy masih terlalu manja dan kekanak -kanakkan, jadi sifatnya akan terus membuat Teddy seolah menjadi suami yang begitu di butuhkan oelh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2