Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SALAH ORANG


__ADS_3

Sore ini sepulang dari latihan drama. Wulan dan Arsy pergi sebuah pusat perbelanjaan atau biasa di sebut mall. Mereka mencari make up dan aksesoris yang cocok dengan tema acara perpisahan malam lusa.


"Perasaan Arsy kok gak enak ya?" ucap Arsy pelan sambil berjalan pelan berinringan dengan Wulan yang mengalungkan tangannya ke lengan Arsy.


"Gak enak gimana?" tanya Wulan pelan sambil melirik ke arah Arsy yang sedikit cemas di raut wajahnya.


"Kayak ada yang ngikutin gitu," ucap Arsy pelan.


Wulan langsung menoleh ke belakang dan mengedarkan pandangannya ke seluruh mall. Namun semuanya tampak biasa saja. Tidak ada yang aneh. Tidak ada orang yang di curigai di sekitar mereka.


"Gak ada. Aman, Sy. Parno amat sih loe," kawab Wulan asal.


Mereka masih berjalan di sepanjang koridor lantai satu sambil melihat - lihat toko yang berjejer sambil mengiklankan barang yang mereka jula di dispaly kaca depan.


Ibu hamil muda itu mulai mencari cari asal wangi makanan yang tercium sangat menggoda lidahnya.


"Wangi apa ini? Cari makan dulu yuk?" ucap Arsy pelan kepada Wulan.


"Haduh begini kalau bawa ibu hamil.yang masih ngidam. Harusnya cari make up baru masuk mall yang di cari malah makanan. Loe lagi pengen apa?" tanya Wulan pelan sambil mencari asal usul wangi itu yang sepertinya dari toko roti di bagian ujung.

__ADS_1


"Pokoknya pengen wangi ini. Kayak wangi roti isi abon ya?" ucap Arsy pelan.


"Hu um ... Tuh di ujung toko rotinya juga. Bakery paling terkenal di kota ini. Mau kesana?" tanya Wulan pelan.


"Mau."


Keduanya mulai sibuk memilih roti. Wulan membawa nampan dan Arsy mengambil semua roti dan bolu yang ia suka tanpa pikir panjang. Roti -roti itu masih hangat dan terlihat sangat enak sekali.


"Sy ... Loe yakin bakal habis ini semua roti yang loe ambil?" tanya Wulan pelan.


"Gak tahu deh. Tapi, Arsy pengen banget. Rasanya mau makan dan ngabisin semua. Lagi pula kalau gak habis kan masih ada nanti malam, hari esok dan ada loe yang doyan makan," ucap Arsy tertawa keras hingga pengunjung lainnya menatap mereka aneh.


"Maaf Wulan sayang. Arsy traktir makan deh," ucap Arsy pelan.


"Gak mempan. Wulan punya uang juga," ucap Wulan ketus.


"Dari mana?" tanya Arsy menyelidik.


"Dari Tante Tina lah. Gue kan kerja," ucap Wulan pelan.

__ADS_1


"Kerja apa?" tanya Arsy penasaran.


Perasaan Wulan tidak berbuat apa -apa selama di rumah Mama Tina. Masak tidak bisa. Bersih -bersih juga tidak bisa. Lalu kerja apa?


"Jagain loe sama bayi loe," ucap Wulan santai dan membawa nampan berisi toti itu ke kasir.


"Apa? Jagain Arsy begini? Di gaji? Di anggap kerja? Padahal ini pergi malah Arsy yang anter kamu, Lan. Bukan butuhnya Arsy," ucap Arsy kesal.


"Udah diem ya. Calon emak gak usah ngoceh mulu. Mana ini duitnya buat bayar?" tanya Wulan pelan.


Arsy pun memberikan dua lembar uang merah kepada Wulan untuk membayar. Ia berjalan keluar toko terlebih dahulu karena tadi sekilas melihat bonek lucu di toko sebelah.


Kedua matanya melotot dan di kucek berulang kali untuk memasrikan apa yang Arsy lihat sekarang. Ini nyata atau cuma mimpi.


"Mas Teddy? Bener itu kamu? Tapi ... kenapa?" batin Arsy di dalam hatinya.


Ia melihat Teddy sedang membeli boneka yang tadi di incar oleh Arsy. Tapi ... lelaki yang mirip dengan Teddy pergi denagn seorang wanita cantik dan seksi. Nampak mesra dan romantis.


Tapi ... kamu kan buta saat itu. Tapi ... ini mirip sekali. Siapa kamu?

__ADS_1


__ADS_2