
Arsy tak menjawab dan mengaduk bubur ayamnya lalu menyendokkan dan menyuapkan ke dalam mulutnya. Arsy sudah tak mau lagi berurusan dengan teman satu sekolahnya. Ia hanya ingun fokus pada ujian akhir dan pernikahannya saja.
Geng Budi dan kawan -kawan terus menerus menggoda Arsy. Mereka tahu hari ini Bismo taknhadir ke sekolah. Karena seperti biasa, Bismo akan selalu menjadi penyelamat bagi Arsy. Jadi kali ini adalah kesempatan yang baik untuk menggoda sang primadona.
Tono hanya menatap Arsy yang diam mengabaikan.
"Kamu gak marah?" tanya Tono lirih.
"Marah untuk apa? Itu bercandaan mereka. Jadi sudah biasa mendengar hal yang begini. Cukup dengarkan masuk kuping kiri keluar kupinh kanan. Abaikan hal yang gak penting," ucap Arsy menekan kata -katanya.
"Oke juga jargonnya," jawab Tono sekenanya. Ia mulai menghabiskan sisa makanan yang ada di piringnya.
"Kamu sendiri gak marah? Mereka kan secara gak langsung juga mengejek kamu?" ucap Arsy pelan.
"Untuk apa? Aku memang jelek, aku memang banyak kekurangan, itu sidah biasa aku dengar. Makanya dari tadi aku bilang sama kamu. Terima kasih sudah jadi temanku," ucap Tono pelan.
Arsy hanya mengangguk pelan. Ia paham sekarang. Tidak smeua yang buruk itu bisa kita lihat dengan keburukan tapi kita haus lihat nilai positifnya. Dan tidak smeua yang kita anggap baik itu selalu benar bisa jadi malah berdampak buruk untuk kta.
"Sudah selesai? Sudah mau bel masuk. Kita harus kembali ke kelas," ucap Arsy pelan.
"Ayuk," jawab Tono santai dengan gaya gemulainya.
Keduanya sudah berdiri dan melangkah menjauhi kantin menuju tangga untuk masuk ke kelasnya. Geng Budi terus bersorakriuh dan ricuh. Mereka adalah anggota lelaki yang tak pernah bisa mendekati ARsy sejak kelas satu. Musuh bebuyutaannya hanya pada Bismo, sang ketua OSIS. Mereka belum tahu saja, desas desus kebnaran kedekatan Arsy dengan Teddy yang sesungguhnya. Kalau benar tahu mungkin saja, mereka juga bisa mengganggu Teddy selama mengajar dnegan cara merea sendi.
"Hei ... Cungkring!! Kamu anak baru? Mau kena bogem sama kita -kita deket sama kembang sekolah?" teriak Budi yang masih kesal.
Arsy mnyetop jalan Tono dan menatap lelaki kurus itu.
"Mau marah, mau cuek? Itu pilihan kamu lho?" tanya Arsy setengah berbisik. Geng Budi sudah ada di depan mereka sengaja ingin menganggu keduanya.
"Mundur Sy. Bawa kaca mataku," ucap Tono dengan suara tegas. Suara yang terdengar sangat jantan sekali berbeda saat tadi berkenalan.
Arsy menerima kaca mata itu dan memeganggnya erat lalu melangkah mundur menjauh.
Tangan Tono langsung ke atas membenarkan rambutnya denga jari -jarinya hingga terlihat tk rapi namun keren. Sekarang wajahnya tak culun seperti tadi. Jakunnya terlihat naik turun dan tangan kirinya mengepal erat seperti menahan emosi.
"Kalian mau apa? Mau duel? satu lawan satu?" teriak Tono dengan suara keras.
__ADS_1
Budi mengerjapkan kedua matanya dan mengkode beberapa teman di belakangnya. Ini posisi masih di sekolah, gak mungkin main keroyokan.
PLOK ... PLOK ... PLOK
Budi tepuk tangan memberikan applause kepada Tono. Ia kagum dengan keberanian Tono pada Geng yang paling di takuti di sekolah ini.
"Anak baru kan? Sudah mau jadi jagoan?" tanya Budi dengan suara lantang.
"Saya bukan jagoan. Saya hanya gak suka lihat geng di sekolah. Muak saya," jawab Tono ikut bernada lantang.
"Ohhh ... Kirain culun, cungkring, cupu, culas, cu ...." ucap Budi bingung mau bilang apa lagi.
"Cumi Bos," ucap salah satu anggota genngnya.
"Nah itu Cumi, ******. Gw paling gak sukalihat cowok yang deket sama Arsy kecuali Bismo. Itu juga karena dia ketua OSIS, kalau bukan ketua OSIS, udah habis deh. Dan loe, anak baru, gak usah cari masalah," ucap Budi tegas.
"Arsy saja gak keberatan berteman dengan saya. Kenapa kalian yang repot?" tanya Tono keras.
Arsy melangkah ke depan.
"Cukup Bud. Gak usah di perpanjanag. Dia Tono, tman baik gw. Bisa di bilang dia teman kecil gw, atau saudara jauh gw. Iya kan Ton?" ucap ARsy sambil menatap lekat Tono.
Budi menatap Arsy tajam.
"Kamu ingin membela dia?'" tanya Budi yang maju mendekati Arsy.
"Kalau iya kenapa? Ada masalah?" tanya Arsy tak takut.
"Kapan sih loe bisa ngasih harapan ke gw, Sy?" tanya Budi kemudian.
"Kta sudah kelastiga. Pikirkan ujian akhir, masa depan kamu, bukan mikirin cinta. Loe kira, rumah tangga cuma makan cinta?" teriak Arsy kesal.
"Ehhh ... Pagi -pagi kok loe nyolot, Sy? Gw baik -baik lho minta sama loe. Kok, loe jawabnya begitu?" ucap Budi tak terima.
"Terus? Loe maunya gimana? Bisa gak sih, gak usah ganggu hidup gw. Gw udah gak sama Bismo. Puas loe. Bukan berarti gw jomblo. Paham?!" teriak Ary kesal.
Arsy pun menarik Tono dan berjalan menembus barisan anggota geng yang paling di takuti di sekolah itu.
__ADS_1
Budi pun geram sengaja menjegal langkah Tono.
"Arsy boleh lewat. Tapi gak sama loe," ucap Budi ketus.
Bruk ...
Tono pun terjatuh tersungkur. Begitu pun dengan Arsy yang tertarik ke belakang karena tangannya tertarik oleh Tono. Tono niatnya melepas genggaman itu malahan ia menarik tak sengaja.
"Argh ...." teriak Arsy dengan suara keras.
Arsy langsung memegang perutnya yang tersa sakit.
"Arsy? Kamu kenapa meringis begitu?" tanya Tono.
Tono langsung berdiri dan mengangkat Arsy lalu di bawa ke ruang UKS.
Arsy masih terus meringis memegang perutnya yang terasa sakit akibat jatuh barusan.
Arsy tak bersuara dan hanya meringis kesakitan.
"Tolong .. Arsy jatuh," ucap Tono membawa Arsy ke tempat tidur dibruang UKS.
"Kenapa? Sy?" tanya salah satu guru yang bertugas menjaga ruang UKS.
"Ekhemmm ... lagi datang bulan Bu. Hari pertama jadi sakit banget," ucap Arsy pelan. Ia terpaksa berbohong katena takut ada pemeriksaan lebih lanjut yang bisa membuat posisinya semain tidak aman.
"Kirain ada apa? Ibu kira kamu terjatuh dan ada masalah dengan perut kamu," ucap guru yang berjaga itu cemas.
Tono pun mencubit lengan Arsy. Kaca mata Tono entah terkatih di mana, Arsy pun lupa.
"Kamu tuh. Kirain beneran sakit. Ternyata cuma datang bulan. Minum pereda nyeri? Mau?" tanya Tono pelan.
"Gak usah. Arsy cuma mau istirahat saja," ucap Arsy memohon.
"Ya sudah. Sudah bel masuk. Aku masuk kelas ya? Nanti istirahat aku jenguk lagi," ucap Tono pelan.
Arsy hanya mengangguk kecil. Selama Wulan tidak ada. Ada orang baik yang mau berteman tulus dengannya.
__ADS_1
Tono pun keluar dari ruang UKS. Beberapa wanita menatap kagum kepada Tono. Pria yang culun itu ternyata terlihat sangat tampan sekali.