Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SUARA ITU?


__ADS_3

Satu minggu Teddy bersama Bismo. Keduanya jarang bicara dan jarang berkomunikasi. Bismo senagja pulang larut malam dan berangkat pagi -pagi betul sebelum Teddy bangun.


Beberapa hari ini memang Bismo selalu mendatangi rumah sakit untuk sebuah terapi. Karena keadaan koma itulah ia jadi tahu, bahwa ia mengidap suatu penyakit yang baru ia sadari.


Ingatannya perlahan sudah kembali normal. Ia sudah mulai bisa mengingat kejadian buruk yang membuatnya satu minggu terkulai lemas di rumah sakit seperti mayat hidup.


Setiap hari, Teddy hanya bermain di taan dan di pusat keramaian. Ia sengaja duduk di sana sambil medengarkan orang berbincang atau berteriak bermain dnegan teman -temannya yang lain.


Suatu sore yang begitu cerah, langit yang masih terlihat biru dnegan awan putih yang begitu indah bila di tatap dnegan mata telanjang.


Arsy sudah beada di London. Kebetulan, Bunda Bella dan Papah Hermawan sedang ada urusan dan Arsy di perbolehkan berjalan -jalan di sekitr taman yang tak jauh dari apartemen kedua orang tuanya. Ia sengaja membawa uang yang cukup untuk membeli makanan ringan yang di jajakan di sepanjang jalan.


Bunda Bella memang membebaskan Arsy untuk emmbeli apapun hanya jangan sampai apa yang di belinya di buang. Begitu titah Bunda Bella tadi.

__ADS_1


Usia kehamilannya sudah menginjak tiga bulan lebih. Rencananya Mama Tina ingin mengadakan syukuran kecil -kecilan untuk merayakan empat bulan usia kandungan Arsy.


Selama ini tubuhnya begitu lelah dnegan pelajaran dan latihan drama. Arsy memang sangat jarang latihan, sekalinya latihan ia langsung mendapatkan banyak pujian karena semua aktingnya benar -benar bagus dan hidup.


Langkah kakinya terhenti dari kejauhan ia melihat sosok yang benar -benar mirip dengan Teddy.


Beberapa kali, Arsy mengucek kedua matanya dan memastikan apa yang di lihatnya adalah benar bukan tipuan semata karena krinduannya pd makhluk sempurn ciptaan Tuhan itu.


Arsy sudah membeli beberapa makanan dan minuman. memang rencananya ia ingin duduk di sekitar taman sambil melihat air mancur dan menikmati jajanan serta langit sore di kota London. Lusa, Arsy harus kembali ke negaranya dan berjuang untuk ujian akhir. Menunggu kelulusan dan perpisahan sebelum akhirnya ia kembali lagi ke kota ini untuk melanjutkan studinya dan emnggapai semua cita -citanya.


Sedikit pun Arsy tak pernah menyesali telah mengenal dan di nikahi oleh lelaki seperti Teddy. Ia malah menyesali karena sudah sedikit menyia -nyiakan cinta Mas Teddy yang begitu tulus.


Langkah Arsy pelan dan pasti menuju lelaki yang duduk santai dan bersandar pada kursi besi di taman itu. Arsy menatap lekat ke arah lelaki berkaca mata hitam itu. Pndangannya lurus ke depan dan sepertinya cuek dan dingin. Pakaian nya casual dengan celana training dan kaos oblong sedikit ngepas badnnya dan topi berwarna putih. Tampan seklai, sama tampannya seperti AYah kedua baby twins yang sedang di kandungnya.

__ADS_1


Arsy berjalan sampai tak berkedip dan akhirnya tertabra oleh gadis yang sedang bermain sepatu roda.


"Nona ... Anda yang salah. Kenapa kau tak melihatku, aku baru belajar naik sepatu roda," ucap gadis pirang itu dengan marah.


"Maafkan aku," jawab Arsy dengan suara pelan. Perutnya begitu sakit terkena benturan gadis tadi.


jaraknya semakin dekat dengan tempat di mana Teddy duduk. Lelaki itu mendengar ada perdebatan antara dua wanita. Ia pun langsung mecari tongkatnya dan menacri dimana dua wanita tadi.


"Ada apa?" tanya Teddy dnegan suara lembut.


Arsy menoleh ke arah Teddy dengan takjub bercampur kaget.


Suara itu ... Ya, suara itu jelas suara Mas Teddy. Apa benar ia Mas Teddy? Ms Teddy, suaminya yang hilang dan di kabarkan mati. Jelas itu suara milik suaminya. Arsy tentu hapal betul dengan suara lembut namun terdengar berat.

__ADS_1


__ADS_2