Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SAMPAI DENGAN SELAMAT


__ADS_3

Waktu istirahat yang di berikan sudah habis untuk makan malam. Saatnya rombongan bis itu mulai menlanjutkan perjalanannya hinggga kota Jakarta.


Wulan sudah kembali ke dalam bisnya sendiri dan mengembalikan box makanan ynag di titipkan Teddy untuk Arsy tadi.


"Pak ... Ini," ucap Wulan sambil menyodorkan kembali box makanan itu negan perasaan dongkol dnegan si cupu tadi.


"Kenapa di bawa lagi? Terus siapa yang mau makan?" tanya Teddy kepada Wulan.


"Arsy gak mau terima. Lagi pengen pop mie. Tuh lagi makan di bis sebelah," Wulan pelan sambil menunjukkan ke arah bis Arsy.


Teddy pun melirik dan melihat Arsy yang terlihat mesra sedang di suapi oleh Bismo.


"Bisa -bisanya?" ucap Teddy lirih.


"Bisa lah, tadi Bapak juga gitu kan sama Bu Lina? Arsy lihat lho?" ucap Wulan menuduh.


"Hah? Arsy lihat? Saya gak ngapa -ngapain," ucap Teddy pelan.

__ADS_1


"Wah ... Kalau itu Wulan juga kurang paham," ucap Wulan pelan.


"Ya sudah. Terima kasih," jawab Teddy pelan sambil melirik lagi ke arah bis sebelah.


Jelas terlihat dengan mata telanjang Arsy sedang tertawa bahagia. Mereka duduk saling berhadapan dan makan pop mie bersama. Memang sederhana. Sepertinya Teddy juga harus belajar bucin dan gaya pacaran anak muda, biar levelnya sama dengan Arsy dan tak terlihat kuno. Tangannya terkepal erat, rasa cemburunya kembali mengaliri tubuhnya hingga rasanya memuncak.


"Enak Sy? Kamu menikmati sekali?" tanya Bismo pelan.


Arsy mengangguk kepalanya dengan cepat. Arsy jadi suka makanan pedas dan tidak mengganggu sama sekali perutnya.


"Tahu gak? Semua ini beneran enak, yang tadi enak, yang ini pun juga enak," ucap Arsy pelan.


Beberapa jam kemudian. Perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu itu pun selesai. Semua rombongan bis sudah sampai di halaman sekolah dengan selamat tak kurang apapun.


Semua murid dan guru pendamping pun mulai berisik dan riuh mengambil barang -barang mereka di bagasi. Mengecek dengan betul agar tidak ada yang tertukar atau terbawa oleh orang lain.


Arsy turun dari bis dan duduk di dekat pintu masuk sekolah. Menatap orang -orang yang terlalu banyak dan ia terduduk lemas. Rasa mualnya kembali terasa dan pusing di kepalanya pun mulai mengaburkan pandangannya.

__ADS_1


Arsy tergeletak begitu saja di lantai pintu masuk ke sekolah.


"Arsy?" teriak salah satu teman sekelasnya dan menghampiri Arsy yang sudah tak sadarkan diri.


"Bismo!!" teriak salah satu teman sekelasnya itu dengan keras memanggil Bismo. Semua temannya haya tahu Arsy kekasihnya Bismo.


Bismo sibuk mengeluarkan barang -barangnya dari bagaasi Bis sehingga tak mendengar teriakan keras temannya yang memberi tau keadaan Arsy.


"Pak ... Arsy pingsan Pak?" teriak Wulan memberitahu Pak Teddy yang masih sibuk dengan koper -kopernya. Wulan sendiri masih membawa barang -barangnya untuk di pindahkan ke mobil gurunya itu.


Teddy pun mendongak menatap ke arah yang rame. Beberapa orang mungkin melihat kondisi Arsy yang lemas tiba -tiba.


"Pak ... takut ada apa -apa," titah Wulan pelan.


"Biar saya yang masukkan barang -barangnya," titah Wulan menambahkan.


Tidak banyak bicara. Teddy pun berlari menghampiri kerumunan itu dan menerobos masuk. Tanpa basa basi, Teddy pun langsung mengangkat Arsy dan membawanya ke mobil. Bismo yang baru datang dengan tergesa -gesa pun hanya menatap nanar ke arah Arsy yang berada di gendongan Pak Teddy.

__ADS_1


Ada perasaan bersalah di dalam hati Bismo.


__ADS_2