Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
MEMULAI HIDUP BARU


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga Teddy dan Arsy baru akan di mulai di negara baru yang akan mereka tinggali dalam waktu lama itu.


Teddy sudah menyewa sebuah apartemen yang letaknya memang tidak jauh dari rumah pribadi kedua orang tua Arsy yang sudah lebih dulu berhijrah ke London.


Arsy masih tertidur di kasur empuk apartemen barunya itu. Tubuhnya lelah sekali setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan lama berada di atas pesawat.


Arsy sempat mengeluh nyeri pada punggung dan keram di kaki bagian betis. Rasanya campur aduk pegal dan linu.


Sejak sampai di apartemen, Teddy terus memijat kaki Arsy yang terasa keras dan banggal di bagian betis. Malah Arsy tertidur pulas.


Beberapa kali Teddy menengok ke arah kamar, kalau saja Arsy sudah terbangun dan mencari dirinya seperti yang sudah -sudah selama ini. Semenjak hamil, Arsy menjadi semakin sangat manja sekali.


Tidur harus di peluk dan di tutup selimut hingga menutup dada. Terbangun pun harus melihat Teddy berada di sampingnya. Kalau tidak, maka Arsy bisa manyun sampai malam. Makanya Teddy mengalah bolak balik melihat ke arah kamar kalau saja, Arsy mengendus terbangun dan langsung meminta jalan -jalan sore. Karena tadi di sepanjang jalan, Arsy melihat berbagai jajanan unik yang belum pernah ia lihat dan ia cicipi sebelumnya.

__ADS_1


Baru juga di batin oleh Teddy. Arsy sudah terbangun dan berjalan pelan ke arah dapur karena mencium aroma wangi. Perutnya yang lapar membuat Arsy tidak manyun karena tahu, Teddy sedang menyiapkan makanan.


"Mas ... wanggi amat masakannya. Masak apa?" tanya Arsy pelan sambil memangku dagunya dengan kedua tangan yang bertumpu pada dua sikutnya sambil menatap suaminya sedang berkutat pada kompor panas dan dunia perbumbuan yang seharusnya di kuasai oleh seorang wanita.


"Eh ... Sayangnya Mas sudah bangun. Bentar ya, sebentar lagi sudah matang," ucap Teddy pelan menghampiri Arsy sebentar untuk mencium kening Arsy lembut dan menyelesaikan kembali menggoreng telor kocok yang di campur roti tawar. Entah apa rasanya nanti.


Tidak lama memang masakan itu selesai di buat. Satu piring telor kocok gireng campur roti tawar dan di beri taburan keju serta mayonise pedas.


Dari harumnya memang enak sekali masakan yang terlihat biasa saja itu malah terlihat acak -acakan dan kurang bergairah untuk di cicipi.


"Kenapa? Bentuknya gak meyakinkan ya?" tanya Teddy sambil menuangkan air ke dalam gelas untuk di minumoleh Arsy.


Arsy melirik ke arah Teddy yang sejak tadi ternyata memlerhatikan dirinya hanya mengacak -acak telur itu tanpa mencicipi. Rasanya maju mundur saat satu sendok telor kocok goreng itu sudah ada di sendok dan siap meluncur masuk ke dalam mulut Arsy.

__ADS_1


Saat makanan itu sudah masuk ke dalam mulutnya dan ...


"Hemm ... enak banget Mas. Padahal Arsy meragukan hasil masakan Mas Teddy kali ini karena lihat saja bentuknya gak jelas. Gulungannya juga pecah dan goaong. Sama sekali gak menarik perhatian Arsy," ucap Arsy pelan.


"Nah ... Kamu harus belajar menghargai dan tidak menilai dari sesuatu hal menurut kamu bagus saja. Terkadang, yang terlihat buruk di mata kamu, malah itu yang terbaik untuk kamu," ucap Teddy menjelaskan sambil duduk di depan Arsy menemani istri kecilnya itu menikmati cemilan sorenya.


"Hemm ... Sepertinya arah pembicaraannya jelas nih. Maksudnya lagi ngomongin diri sendiri. Dulu Arsy selalu menganggap Mas Teddu tidak baik? Gitu?" tanya Arsy menggerutu.


Ha ... ha ... ha ... Teddy tertawa lepas.


"Nyentil dikit aja," ucap Teddy masih terkekeh dan mengusap lembut pucuk kepala Arsy.


"Arsy sayang sama Mas Teddy dan anak kita," cicit Arsy sedikit manja.

__ADS_1


"Mas lebih sayang sama kamu dan anak kita juga. Jaga baik -baik ya," titah Teddy menasehati.


__ADS_2