Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
KEGUGURAN


__ADS_3

Teddy dan Bu Lina sudah berada di salah satu rumah sakit di dekat tempat pariwisata itu.


Wulan sedang berada di IGD, terbaring lemah di sana. Teddy begitu panik, karena ia paling tahu kondisi sebenarnya Wulan seperti apa.


"Keluarga pasien Wulan?" panggil seorang perawat yang keluar dari ruangan itu.


Teddy langsung menghampiri suster itu. Kebetulan sekali. Bu Lina sedang ijin ke kantin rumah sakit untuk membeli snack dan minuman.


"Saya keluarganya? Saya pamannya," ucap Teddy berbohong.


"Silahkan masuk ke dalam," ucap perawat itu.


Seorang dokter kandungan menghampiri Teddy dan mengajaknya berbicaradi sudut ruangan IGD tersebut.


"Wulan tengah mengandung. Anda tahu itu?" tanya dokter itu pelan.


"Ya. Saya tahu tentang kehamilan itu," ucap Teddy dengan cepat.


"Ada masalah dengan kandungannya. Kandungan Wulan terlalu lemah, dan ia bisa mengalami keguguran jika tak berhati -hati," ucap dokter itu lirih.

__ADS_1


Teddy menatap lekat dokter itu. Ia seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Maksudnya? Wulan bisa kehilangan janinnya?" tanya Teddy cepat.


"Ya. Mungkin Wulan kelelahan. Banyak faktor juga yang bisa membuat keguguran, selain kandungan Wulan yang memang lemah karena usia Wulan masih sangat muda, lalu, terlalu capek dengan aktivitasnya itu juga bisa membuat seseorang kehilangan janinnya, atau faktor makanan dan obat -obatan yang mempengaruhi pertumbuhan janin. Jadi, tolong di jaga dengan baik, sebelum semuanya terlambat dan menyesal. Untuk sementara, biarkan Wulan istirahat dulu sambil menghabiskan infusan, baru boleh di bawa pulang," jawab dokter itu pelan.


"Lalu? Harus bagaimana? Ada obat atau vitamin?" tanya Teddy kepada dokter itu dengan cepat. Teddy begitu panik, ia takut bila suatu hari Arsy juga mengalami hal yang sama dengan Wulan karena usia mereka sama -sama masih belia. Mungkin ini suatu pembelajaran dan pengalaman bagi Teddy untuk tetap bisa menjaga Arsy dengan baik, apalagi jika Arsy sudah postif mengandung anaknya.


"Obat dan vitamin pasti akan saya kasih. Tapi, lebih menjaga kesehatan jiwa dan mental Wulan, agar ia tidak stres. Karena stres adalah penyebab utama kelelahan," ucap dokter itu menjelaskan.


"Oke baiklah. Saya mau yang terbaik untuk Wulan," ucap Teddy pelan.


"Ekhemm ... Satu lagi dokter. Tolong maslaah kehamilan Wulan jangan smapai ada yang tahu, jika ada pengunjung pasien. Cukup beri tahu saja pada saya," titah Teddy pelan.


Dokter itu mnegangguk paham. Teddy pun masuk ke tempat di mana Wulan terbaring. Kedua matanya sudah membuka dan menatap ke arah Teddy yang baru saja masuk.


"Pak? Arsy mana?" tanya Wulan lirih.


"Arsy di sana. Dia gak boleh ikut ke sini karena memang sedang penelitian. Kamu yang kuat, jangan banyak pikiran. Saya pasti bantu kamu," jawab Teddy pelan.

__ADS_1


"Makasih Pak. Saya hanya belum bisa menerima ini semua dengan ikhlas. Dunia saya seolah runtuh Pak," jawab Wulan lirih.


"Sabar ya, Lan. Saya telepon Arsy dulu," ucap Teddy pelan.


Teddy membuka ponselnya dan menelepon Arsy.


"Sy? Sudah makan siang belum?" tanya Teddy lembut.


"Sudah Mas. Wulan bagaiamna?" tanya Arsy pelan setengah berbisik.


"Baik. Cuma kelelahan saja. Kamu mau bicara?" tawar Teddy kepada Arsy.


"Mau," jawab Arsy cepat.


Teddy memberikan ponsel itu kepada Wulan Dan kedua sahabat itu saling bertukar cerita.


Tak lama Teddy keluar ruangan IGD dan menunggu di ruang tunggu. Bu Lina sudah ada di sana dengan wajah cemas.


"Saya cari kemana -mana. Gimana Wulan? Sudah sadar? sakit apa?" tanya Bu Lina beruntun seperti rel kereta api.

__ADS_1


__ADS_2