Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
SI CUPU SOK TAHU


__ADS_3

Nanda berlari turun dan menghindari setiap bertemu dengan teman -temanya. Ia memilih untuk masuk ke dalam restuarant dan ikut mengantri dalam antrian prasmanan untuk makan malam.


Bismo terdiam lalu membuka matanya. Ia mendengarkan Arsy yang menangis tersedu sejak tadi. Tapi, gadis itu memang tidak berani mencari bantuan.


"Ba? Aku tidak pingsan. Tadi sengaja mengelabui Nanda agar ia cepat pergi dari tempat ini," ucap Bismo pelan. Ia berusaha bangun dari lantai bis itu, namun dadanya masih terasa sakit sekali.


"Ahh ... Resek nih. Percuma tadi nangis -nangis gitu. Kan jadi sia -sia air matanya," ucap Arsy kesal.


"Ekhemm ... Makan yuk?" ucap Bsimo pelan.


Arsy menggelengkan kepalanya pelan.


"Gak ah. Arsy malas turun," ucap Arsy pelan.


"Ya udah aku yang turun. Aku minta makanannya di masukkan ke dalam box makanan bisa kita makan nanti," ucap Bismo pelan memberikan ide.


"Boleh. Kita simpan buat nanti. Tapi, Arsy lagi pengen pop mie kuah rasa kebab rendang. Itu varian baru, baca di google," ucap Arsy pelan.


"Ya ampun Sy. Aneh banget sih pengennya. Aku cari di mana?" ucap Bismo pelan.


"Usaha dong buat ponakan lu juga, Mo," cicit Arsy manja.


"Ya kali ntar di panggil Om." jawab Bismo kesal.


"Ya udah kalau gak mau bantu gw. Gak apa -apa," ucap Arsy pelan. Arsy berdiri dan duduk lagi di tempatnya.


"Iya ... Iya, Bismo carikan," jawab Bismo pelan. Ia bergegas berdiri mencari pop mie yang di pesan oleh Arsy.

__ADS_1


Dada dan perutnya masih terasa nyeri dan sakit. Tapi demi menunaikan amanah dan janjinya pada Teddy. Bismo berusaha menjaga Arsy sekuat tenaganya.


Arsy di dalam bis sendirian. Ia melihat bis di sebelah adalah bis terakhir, yang ditumpangi oleh Wulan, sahabatnya. Jelas terlihat sosok Teddy ynag sednag makan berdua di atas bis bersama Bu Lina.


"Dasar lelaki sama saja," ucap Arsy lirih. Ia malas melihat drama korea yang di buat -buat seperti itu.


"Arsy ..." teriak Wulan dengan suara khasnya.


"Lan ... Kangen," ucap Arsy memeluk Wulan yang ikut duduk di samping Arsy.


"Aku juga kangen Sy. Pindah lagi dong kesana," ucap Wulan pelan memeluk kembali Arsy dengan erat.


"OGAH," ucap Arsy keras.


"Yakin ngomong ogah, celah noh di deketin mulu sama Bu Lina terus," ucap Wulan mengingatkan.


"Bodo amat. Gak urus,' ucap Arsy kesal.


"Udah gak usah bahas itu dulu. Lagi males," ucap Arsy pelan.


Wulan pun mengangguk paham.


"Ini titipan dari Pak Teddy buat kamu," ucap Wulan pelan. Ia memberikan satu box berisi berbagai macam makanan, ada siomay, kentang goreng, burger dan susu cair prenagen yang siap di minum.


Arsy membuka makanan itu dan menutupnya lagi.


"Balikin aja. Bilang, Arsy gak butuh. Kasih aja sama Bu Lina. Tuh ... Mumpung lagi berduaan," ucap Arsy menunjukkan bukti gila Teddy dengan Bu Lina rekan kerjanya.

__ADS_1


"Cemburu ceritanya? Tapi genegsi? Udah hamil aja masih gengsi," ucap Wulan tertawa keras.


"Berisik. Ntar ada yang denger," ucap Arsy pelan.


Benar saja. Si Cupu tiba -tiba sudah berada di dalam bis dan berjalan ke arahnya. jantung Arsy berdegup keras, begitu juga dengan Wulan.


"Tadi dia denegr gak. Uh ... Bisa jadi gosip satau sekolah kalau begini," ucap Arsy pelan.


"Entah Sy. Maaf ya," ucap Wulan lirih. Wuln benar -benar merasa bersalah kepada Arsy.


Si Cupu menatap tajam ke arah Arsy dan Wulan. Lalu duduk di kursinya sendiri.


"Ada yang lagi hamil? Pantes marah -marah mulu,' ucap Tami tertawa.


"Hamil?" Arsy pura -pura tak mengerti ucapan tami.


Tami menatap lekat ke arah Arsy.


"Loe hamil kan?" tanya Tami sok tahu.


"Sok tahu loe. Kucing angora di rumah gw hamil. Bukan gw yang hamil. Ngadi -ngadi loe kalau ghibah. Gak jelas," ucap Arsy ketus.


"Oh ya? Hu um ... Suatu hari juga ketahuan sapa yang hamil. Kucing angora di rumah loe, atau kucing angora di pet shop, dan ternyata malah perut loe yng buncit," ucap Tami tertawa lagi.


Tami itu memang gadis cupu dengan gaya seperti madam gitu. Rambutnya keriting kecil dan mengembang di biarkan tergerai hingga punngung, lalu ia suka sekali memakai celak, hingga kelopak matanya berwarna hitam legam, terus parfumnya pun aroma melati keraton gitu, akayak bau -bau abdi dalem.


"Ya lu cek aja kebenarannya nanti beberapa bulan ke depan. Gampang kan?" tantang Wulan karena kesal. Paling tidak kedua sahbat yang sednag hamil itu merasa aman sekarang. Urusan nanti ya di pikir nanti.

__ADS_1


"Gw itu bisa baca masa depan kalian. Jadi gw bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya sama loe berdua," ucap Tami mengancam.


"Eh Cupu? Gw gak takut sama ancaman loe. jalan gw lurus dan gw gak pernah iseng sama hidup loe, jadi gw harap, loe juga jangan iseng sama kehidupan gw dan Arsy. Paham? Kalau loe pura -pura lupa. Loe berurusan sama gw. Ngerti?" ucap Wulan ketus.


__ADS_2