Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
JANGAN LUPA PULANG


__ADS_3

"Kenapa pertanyaannyaseperti itu?" tanay Teddy penasaran.


"Mau tanya itu aja," jawab Arsy pelan.


"Setahu Mas dejavu itu kan suatu pengalaman yang kita rasakan saat ini seperti sudah pernah di alami atau pernah di arsakan atau pernah di lihat secara nyata dengan kedua mata kepala kita," ucap Teddy menjelaskan.


Arsy hanya mengangguk pelan.


"Kalau kita merasa hal itu akan terjadi di masa depan. Itu namanya apa?" tanya Arsy lirih.


"Pertanyaan kamu aneh deh. Kenapa sih?" ucap Teddy mulai bingung.


"Jawab aja. Apa jawabannya? Kalau kita merasa mimpi kita akan jadi kenyataan?" tanya Arsy kembali mengulang dengan petanyaan yang lebih jelas penjelasannya.


"Kalau itu namanya misteri hidup yang sudah di takdirkan. Kita gak boleh mendahului takdir, Sy," ucap Teddy menasehati Arsy.


"Arsy habis mimpi buruk," ucap Arsy pelan.


"Mau tidur tadi berdoa dulu gak?" tanya Teddy pelan.


Arsy pun menggelengkan kepalanya dengan jujur.


"Gak Mas," jawabny apolos tanpa ada rasa dosa.


"Nah itu dia masalahnya. Lain kali, mau tidur baik tidur siang ataupun tidur malam, inget harus berdoa, biar tidur kamu pulas dan di jaa oleh malaikat, begitu juga kandungan kamu. Sekarang kamu itu berdua Sy. Bukan sendiri, jadi melakukan sesuatu itu selalu berdua, makan untuk dua nyawa, bekerja dengan dua tenaga. Karena ada ini," ucap Teddy pelan menjelaskan. Tedy pun menunjuk ke arah perut Arsy dan mengusap pelan penuh kasih sayang.


"Tapi Mas ...." ucapan Arsy langsung di sela oleh Teddy.


"Gak ada tapi -tapian. Ikut Mas yuk? Kita makan gelato? Mau gak?" tanya Teddy pelan sambil mengusap lembut sisa air mata Arsy.


"Mau," jawab Arsy pelan.


"Ganti baju dulu. Kita pergi sekarang. Sekalian beli cemilan untuk di kamar, biar kamu gak bosa kalau sendirian di kamar," titah Teddy pelan.

__ADS_1


Tatapan Arsy makin sendu. Rasany akok makih sedih mau di tinggal Teddy. Kayak jauh sekali nantinya.


"Mas lama keluar kotanya?" tanya Arsy tiba -tiba seperti ada rasa kekhawatiran tersendiri terselip di lubuk sanubarinya.


"Ekhemmm ... Lama gak ya? Seharusnya sih cuma seminggu juga sudah selesai. Tapi, entah juga bisa kurang dari itu. Nanti, Mas pasti kabarin kamu, Sy. Makanya ponselnya di aktifin. Jangan suka ngambek terus matiin ponsel. Inget ya, Mas gak suka sikap kamu yang kekanak -kanakan begitu," ucap Teddy mengingatkan.


'Terus? Mas udah ijin sama kepala sekolah? Apa ada guru pengganti?" tanya ARsy pelan.


"Materi Biologi sudah Mas titipka di ruang tata usaha. Kalau masih ada waktu kalian latihan ulangan saja untuk mempersiapkan ujian nasional. Kamu jaga kesehatan, lihat itu susu dan vitamin gak boleh lupa di minum," titah Teddy pelan.


Pandangan Arsy beralih pada arah yang di tunjuk Teddy. Di atas meja riasnya sudah tertata rapi beberapa dus susu hamil bubuk dan beberapa susu kotak yang siap minum untuk di bawa ke sekolah. Beberapa vitamin untuk menguatkan janin dan penambah darah pun sudah ada di sana. Maklum Teddy kan dokter, ia tahu apa yang terbaik untuk Arsy.


"Iya Mas. Ingetin juga kalau di telepon ya," ucap Arsy manja.


"Pasti, sayang," jawab Teddy pelan sambil mencubit gemas dagu Arsy.


Arsy pun langsung mengganti pakaiannya menggunakan celana pendek dengan tank top yang di tutupi dengan jaket jeans yang menggantung di atas perut. Rambutnya di kuncir kuda dan memakai tas slempang hitam berukuran kecil.


"Ini bahannya karet Mas. Malah nyama di pakai gak ketat dan gak sakit di perut. Masa iya, Arsy harus pakai daster atau gamis sih," ucap Arsy menutup wajahnya pelan.


"Kalau bisa pakai gamis dan pakai kerudung, itu malh keinginan Mas," ucap Teddy pelan berharap.


"Arsy harus jadi ukhty -ukhty gitu?" tanya Arsy pelan.


"Ya gak harus gitu juga. Cuma jangan kebuka gitu," ucap eddy pelan.


"Kan memang style Arsy begini, Mas. Masa harus bergaya kayak mamah muda sih, kayaknya Arsy gak banget deh," ucap Arsy pelan.


"Tapi Mas kan gak mau juga berbagi sama orang lain, Sy. Kalau pakaian kamu begini, banyak lelaki pasti menatap kamu, iya kalau ada Mas, kalau gak ada, kamu pasti di goda. Iya kalau cuma di goda, terus di jawil -jawil, gimana?" tanya Teddy pelan.


"Ya di lawan lah, pake jurus merpati terbang," ucap Arsy sambil meliuk -liukkan tubuhnya dan mengangkat tanganya dengan gaya pasang kepala ular -ularan seperti gaya jackie chan yang ingin beratrung seperti di televisi yang pernah ia tonton.


Sontak melihat gaya Arsy bergaya seperti itu pun, Teddy tertawa keras hingga perutnya terasa sakit. Lucu seklai istrinya ini, selera humornya memang sedikit receh tapi membuat tersenyum bahkan membuat Teddy semakin bahagia memiliki Arsy.

__ADS_1


"Kok ketawa sih? Memang ada yang lucu? Apa jurusnya salah?" tanya Arsy pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mas itu makin sayang sama kamu. Makin berat ninggalin kamu kalau begini," ucap Teddy pelan sambil merapatkan tubuhnya ke raah Arsy. Dengan cepat Teddy mengecup bibir Arsy sekilas dan langsung mengambil kunci motor di atas meja rias lalu berjalan menuju pintu kamar. Teddy begitu gemas dengan istri kecilnya itu.


"Mas Teddy ...." teriak Arsy yang malu dan kesel sampur aduk.


Teddy menoleh dan terkekeh sambil tersenyum sangat manis. Arsy mearsa senyuman itu sebentar lagi akan sirna, dan tidak akan ia temui lagi.


"Nyiumnya yang lama dong," ucap Arsy menggoda.


"Oh ... Gitu? Mau yang lama? Ayuk?" jawab Teddy penuh semangat.


Teddy pun masuk kembali dan menutup pintu kamar dan bersiap emmeluk tubuh Arsy yang mungil.


"Gak. Bohongan ih. Mau makan gelato sekarang," ucap Arsy beteriak dengan nada sangat manja.


"Tadi katanya mau di cium? Giliran Mas udah siap, malah teriak -teriak kayak anak perawan mau di perkosa aja. Malu sama Mama Tina, di kira Mas apain," ucap Teddy pelan.


"Biarin. Biar Mama Tina tahu, kalau anaknya sukanya godain ARsy," ucap Arsy pelan.


"Lha ... Udah SAH, Sy. Udah ada cap HALAL juga, letak salahnya Mas dimana?" tanya Teddy pelan.


"Salahnya ... Mas mau ninggalin Arsy. Arsy kayak bakal kehilangan gitu rasanya. Arsy merasa kita akan lama lagi ketemu, gak cuma seminggu," ucap Arsy pelan.


"Hustt ... Jangan ngomong gitu. Mas maunya kamu doain yang terbaik untuk Mas. Mas kerja untuk kamu, dan anak kita. Biar kalian berdu bahagia, gak kekurangan," ucap Teddy pelan. Ia memeluk Arsy dan membawa kepala RAsy ke dada bidangnya.


"Janji cepat pulang ya? Jangan biarkan ARsy menunggu lama dalam kesendirian," ucap Asry pelan.


Teddy tersenyum menatap wajah Arsy dan mengangguk kecil.


"Mas pasti pulang untuk kamu dan anak kita secepatnya," ucap Teddy lirih.


Ia pun mencium bibir Arsy dneganlembut dan penuh kasih kasayang. Ciuman kali ini pun di balas oleh Arsy. Entah kenapa, saat ini Arsy lebih terlihat sayang dan begitu tulus mencintai Teddy. Apalagi ia mau di tinggalkan dalam waktu lama. Karena tak pernah sedetik pun mereka berpisah. Satu minggu bukanlah waktu yang sebnatr kan? Itu terlalu lama untuk menunggu dalam hening dan kesendirian.

__ADS_1


__ADS_2