Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
IVANA MULAI BERAKSI


__ADS_3

Arsy sudah merebahkna tubuhnya di kasur dan di tutup dengan selimut tebal. Udara dingin membuat Arsy sedikit demam. Berulang kali, Teddy menyuruhnya mengganti pakaiannya seragamnya namun hal itu sama sekali tak di indahkan oleh Arsy.


Teddy duduk di tepi ranjang dan emmijat kaki Arsy. Ia tahu, ibu hamil itu memiliki sifat yang tidak stabil. Kadang marah -marah dengan emosi meuncak, kadang mennagi tanpa alasan, kadang tertawa seolah girang sekali, dan kadang terlihat cuek serta judes.


"Sudah. Risih di pijat terus. Mas pergi aja. Arsy mual lihat Mas," ucap Arsy begitu jujur dan sangat menohok. Tapi kata -kata itu sama seklai tak membuat Teddy bersedih. Ia hanay menurut dnegan semua keinginna Arsy malam ini. Bagi Teddy kebahagiaan Arsy adalah segalanya.


Teddy pun keluar dari kamar tidur itu dan duduk di sofa. Ia memutar -mutar ponselnya lalu membuka layar ponsel itu dan mengetikkan sesuatu di pesan singkat.


tak lama ponselnya pun berbunyi dan Teddy membuka kembali. Ternyata ia sedang membalas pesan Ivana. Ivana sejak siang menelepon Teddy karena ia tak menjmput sesuai janjinya kemarin. Dan Ivana datang ke kantor, namun Teddy pun tidak ada di sana.

__ADS_1


Ivana hanya menanyakan keberadaan Teddy tanpa bersikap posesif.


Senyum Ivana terbit dengan lebar. Malam ini ia sangat bahagia sekali. Setidaknya pesan singkat yang ia kirim untuk Teddy sellau di baca dan di balas.


"Awal yang baik, bukan?" ucap Ivna pelan dengan senyum licik.


Ivana terduduk di kasur empuknya dan bersandar pada sandaran ranjang. Ia mulai membuka buku diary miliknya. Beberapa kenangan manis bersama Teddy selalu ia catat dengan baik di buku yang sudah muali lusuh itu. Beberapa foto kegiatan semasa sekolah dulu pun selalu ia tempel sebagai bukti kedekatan Ivana denagn Teddy yang hanya sebatas sahabat dan teman. Bahkan Teddy hanya menganggap Ivana sebagai adik tidak pernah lebih dari itu.


Pikiran buruk mulai meracuni kepalanya. Ambisinya begitu besar baakn hanya untuk mencapai cita -citanya tapi juga menggapai cintanya yang telah lama di pendamnya.

__ADS_1


"Akan aku lakukan demi apapun. Aku tak terima dnegan pernikahan kamu dnegan muridmu sendiri, sedangkan aku bertahun -tahun menunggu kamu Ted," ucap Ivana keras berteriak hingga sleuruh ruangan kamarnya menggema suaranya sendiri.


"Besok aku akan datang ke rumah orang tuamu. Aku akan sering ke sana. Apalagi, Mama kamu sudah mengebal aku dnegan baik," ucap Ivana pelan.


Ponselnya tak lama bergetar kembali Teddy membalas pesan Ivan sedikit lama. Di dalam pesan itu Teddy hanya berpesan untuk tetap menjaga kode etik selama menjalani profesinya. Lalu, Teddy juga memberitahukan kepada Ivana kalau minggu depan, teddy harsu ke London, untuk keperluan penting.


Ivana hanya membalas dengan emoji senyum dan menjawab oke. Waktu yang tepat untuk mendekati Arsy.


"Aku akan membuat gadis itu sedikit cemburu bahkan membenci suaminya sendiri," ucap Ivana mulai kesal dnegan keadaannya sekarang ini.

__ADS_1


Mencintai tapi tak pernah di cintai. Menyayangi tapi tak pernah di sayangi. Ingin memiliki tapi itu semuanya hanya bisa di pendam tanpa terungkap.


"Mulai sekarang aku akan belajar menjadi wanita berani. Aku akan mengungkapkan apa yang seharusnya aku ungkap sejak dulu kala. Sehingga aku tak merasakan kekecewaan yang begitu mendalam," ucap Ivana lirih.


__ADS_2