Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
GANTIAN CEMBURU


__ADS_3

Tok ... tok ... tok ...


Tedy pun langsung membenarkan posiis duduknya. Begitu pun dengan Arsy yang juga langsung duduk dengan rapi.


"Masuk," jawab Teddy masih duduk di sebelah Arsy.


Riana yang masuk pun terlihat sangat kaget saat melihat Teddy dan Arsy duduk berdampingan.


"Ada apa Ri?" tanay Teddy pelan saat melihat keterkejutan Riana dan menatap Arsy lekat.


Riana pun langsung tersenyum ramah menatap Teddy.


"Ekhem ini Pak. Ini notulen rapat tadi pagi," ucap Riana pelan.


"Notulen rapat? kan rapatnya belum selesai Ri. Setelah break makan siang akan di lanjutkan lagi," ucap Teddy yang merasa bingun.


"Ekhemm ... Ini Pak. Sebenarnya mau kasih ini untuk cemilan Bapak. saya buat sendiri, semoga Bapak berkenan untuk mencicipi," ucap Riana sambil memberika satu kotak berisi kue lapis legit yang masih hangat.


"Masih hangat? Kapan kamu buatnya?" tanya Teddy merasa janggal.


"Adonannya saya yang buat. Tapi yang finishing, Mama saya," jawab Rian juju dengan wajah malu -malu.


Teddy melirik ke arah Arsy yang terlihat masam. Ia kesal lagi, tadi Melati sekarang Riana, nanti mungki da lagi entah siapa. Belum lagi di sekolah, saingan Arsy ternyata banyak juga. Seharusnya Arsy bangga bisa di miliki oleh Teddy, di sayangi, di akui, di cintai, bukan malah membuat Teddy kesel dengan sikapnya yang kekanak -kanakkan.


"Ekhemm boleh di makan sama Arsy kan?" tanya Teddy pelan.


Riana menatap Arsy dan mengangguk pasrah. Melihat jawaban vsual Riana, Teddy pun menerima kotak kue itu dan memberikan kepada Arsy.


"Coba cicipi, enak gak?" titah Teddy kepada Arsy.


Arsy membuka kotak itu dan mulai mencuil kue lapis legit itu dan mengunyah pelan.


"Gimana enak?" tanya Teddy penasaran.


"Biasa saja. Lebih enak kue di toko kue langganan Bunda," ucap Arsy jujur.


Teddy hanya mengangguk -anggukan kepalanya pelan dan menutup kotak kue itu kembali dan meletakkan di meja.


"Terima kasih kuenya ya, Ri?" ucap Teddy pelan.


"Bapak gak cicip dulu kue buatan saya? Kenapa malah di tutup dan hanya anak kecil itu yang di suruh mencicipi?" tanya Riana dengan nada kecewa.


"Jangan panggil dia anak kecil Ri. Dia itu ...." ucapan Teddy lngsung di sela oleh Arsy.


"Kenalkan saya adiknya Pak Teddy," ucap Arsy sambil berdiri dan mengulurkan tangannya.


Riana takjub dan tak percaya. Setahu Riana Pak Teddy adalah anak tunggal. Lalu, sekarang punay adik.


"Adik? Sepupu?" tanya Riana penasaran.

__ADS_1


"Adik kandung," jawab Arsy dengan senyum lebar hingga menampilkan semua gigi ratanya.


Riana menatap ARsy lekat dan berpindah menata Teddy yang duduk bersandar di sofa dengan tenang. Riana membalas uluran tangan itu.


"Riana, Saya sekertaris Pak Teddy. Kalau di bolehin mau jadi kakak ipar kamu," ucap Riana jujur.


Uhuk ... Teddy pun terbatuk mendengar ucapan Riana dan menata sekertarisnya itu tak percay.


"Kakak ipar? Ah ... Itu sih bagaimana Mas Teddy aja. Kalau ARsy sih setuju -setuju aja," Jawab Arsy sambil tersenyum lebar.


Teddy pun mencubit pinggg Arsy hingga gadis itu menoleh ke arah Teddy dan meringis kesakitan. Riana menatap aneh ke arah Arsy dan Teddy. Tak sengaja Riana menatap cincin yang di pakai Arsy saat bersalaman denganya.


"Ini cincin tunangan?" tanya Riana penasaran. Feelingnya langsung menatap ke arah jari Teddy.


Kini giliran Arsy yang diam seribu bahasa tak bisa menjawab.


"Kok cincin kalian sama?" tanya Riana bingung.


"Ekhemm .. Kita kan kakak adik. Memang salah, kalau punya cincin ang sama?" tanya Arsy mulai kesal.


"Riana sudah. Kami mau makan siang. Yuk Sy. tadi katanya lapar," ucap Teddy plean.


Arsy hanya mengangguk pasrah. Pergi dari perempuan kepo adalah hal yan paling baik.


Teddy langsung menggandeng Arsy untuk pergi dari ruangannya dn berjalan keluar meninggalkan Riana yag bingung luar biasa.


"Mau makan apa Sy?" tanya Teddy pelan.


"Di kantin aja Pak. Arsy malas keluar," jawab Arsy pelan.


"Oke," jawab Teddy pelan.


Seperti biasa, saat pintu lift itu terbuka, Teddy berjalan lebih dulu dan Arsy berjalan di belakang Teddy. Semua orang melihat ke arah mereka. Bayangkan saja, Sang Direktur berjalan dengan murid SMA dnegan pakaian yang super ketat, gaya rambut curly dan cantik.


Beberapa orang yang berpapasan dengan Teddy pun menyapa lelaki itu dengan sopan dan hormat.


"Pak Teddy?" panggil seorang wanita dari perusahaaan lain yang berada dalam gedung yang sama.


"Hai ... Apa kabar Key?" sapa Teddy kembali menjawab sapaan Keyla yang sepertinya juga ingin ke kantin gedung itu.


"Baik. Mau makan siang?" tanya Keyla pelan sambil berjalan mensejajarkan langkahnya dnegan Teddy. Arsy hanya menatap keduanya jengah. Ia seperti tak dianggap.


"Iya makan siang," jawab teddy singkat.


Keyla melirik ke belakang dan menatap Arsy. Arsy berpura -pura tak melihat Keyla.


"Mau makan siang sama anak magang? Bareng ya? Gak ada temen nih," ucap Keyla dengan nada memohon.


"Tapi aku mau makan sama Arsy," ucap Teddy pelan.

__ADS_1


"Ya gak apa -apa. Dia kan cuma anak magang. Atau kasih uang saja, biar beli makan sendiri," ucap Keyla sinis.


"Tidak. Saya akan makan bersama Arsy," ucap Teddy lantang.


"Oke baiklah. Aku ikut," jawab Keyla tak gentar.


Ketiganya sudah masuk area kantin yang masih terlihat ramai.


"Mau duduk di mana, Sy?" tanya Teddy pelan.


Arsy menatap setiap sudut ruangan itu dan mencari tempat yang kosong. Di ujung tempat itu ada meja kosong dnegan view yang terlihat nyaman.


"Di sana Pak," jawab Arsy menunjuk tempat yang dia inginakan.


"Itu di sana? Yang kusrinya cuma dua?" tanya Teddy memastikan.


Arsy mengangguk tegas.


"Oke. Kamu kesana duluan. Biar saya yang pesan makanan. Ada pesanan khusus?" tanay Teddy berbisik.


"Ada," jawab Arsy singkat.


"Apa? Katakan saja," tanya Teddy pelan.


Arsy melambaikan tangganya agar wajah Teddy mendekat dan Arsy mulai berbisik.


"Gak usah genit. Arsy mau makan berdua saja, tanpa ada yang mengganggu," ucap Arsy tegas.


Sontak ucapan Arsy membuat Teddy mengulum senyum.


"Siap Bos cantik," jawab Teddy tersenyum girang.


"Awas aja," titah Arsy menegaskan.


Teddy pun berjalan menuju kasir untuk memesan makanan. Keyla masih membuntuti Teddy. Ia bahkan tidak tahu kalau Arsy sudah memilih tempat duduk yang hanya untuk berdua saja.


"Kamu belum pesen Key?" tanya Teddy yang melihat Keyla nampak menunggu Teddy.


"Aku nungguin kamu Pak Teddy. Dia siapa? Anak magang yang terlihat spesial di mata direkturnya," ucap Keyla tak suka.


"Iya. Dia perempuan spesial dan bahkan istimewa," ucap Teddy tegas.


Teddy memesan beberapa makanan berat dan cemilan, berikut puding dan es krim kesukaan Arsy.


"banyak sekali? Dia adikmu?" tanya Keyla pelan.


Teddy pura -pura tak mendengar dan membayar makanan lalu mengambil nampan besar yang sudah siap dnegan smeua makanan yang di butuhkan dn berjalan menuju meja Arsy.


Saat menatap meja di mana Arsy duduk tatapan Teddy mulai trelihat tak suka. Ada lelaki yng berusaha menggoda Arsy dan duudk di depan Arsy sambil berusaha mengajak kenalan dengan menyodorkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2