
Tepukan tangan yang sangat meriah di akhir cerita yang begitu terasa keasliannya tanpa di buat buat.
Arsy memeluk Teddy dengan erat seoalh tak mau melepas lagi. Rindynya sudah membuncah hingga perasaan malu itu sama sekali tak di hiraukan lagi oleh Arsy.
Arsy tak pernah menyangka kalau suaminya sendiri yang akan menggantikan posisi Tono.
"Jangan nangis sekarang. Ini di lihat banyak orang," ucap Teddy berbisik kepada Arsy membuat Arsy semakin berdesir hatinya. Berada di dekat Teddy adalah suatu kenyamanan tersendiri.
Arsy mencubit pinggang Teddy pelan tanpa terlihat penonton yang terus bersurak bahagia. Drama putri salju versi modern ini sungguh di mainkan dengan sangat baik oleh pemainnya.
"Dih ... Gak tahu. Istrinya rindu ... anaknya juga rindu," ucap Arsy membalas berbisik di pelukan Teddy.
"Ini masih di panggung, sayang. Katanya mau jadi pemain drama profesional. Baru begini aja baper," goda Teddy berbisiik dan perlahan mengendurkan pelukannya agar Arsy fokus kembali pada naskah dialognya.
__ADS_1
Drama ini belum selesai. Masih ada beberapa adegan lagi yang memang di persingkat.
Moderator pun mulai membaca kembali narasi panjang ya g mengisahkan perjalanan cinta antara pangeran dan putri itu hingga menuju pernikahan dan bahagia.
Siulan semua siswa dan siswi begitu keras. Hanya Arsy yang sama sekali tak pernah menyangka dan tak mengetahui rahasia yang di smebunyikan oleh pihak sekolah.
Semua pemain sudah berdiri berjajar untuk mengucapkan banyak terima kasih atas pasrtipasi acara perpisahan dari awal hingga akhir dan berjalan lancar sesuai dengan rencana tanpa ada halangan sedikit pun.
Lampu ruangan itu di matikan. Di ganti dengan lilin lilin yang bermunculan dari segala arah. Mereka adalah siswa siswi dari ekstrakurikuler paduan suara yang memberikan kontribusi terbaik di akhir acara sebagai klimak dan inti acara perpisahan itu sendiri.
Tangisan yang terus mengalirkan air mata kini berubah menjadi kebahagiaan dengan senyum tanpa batas.
Semua bernyanyi dengan kidung perpisahan yang indah. Seperti inilah rasanya melepas semua yang sudah menjadi bagian dari kita. Melepas kenyamanan. Melepas pertemanan dan esok kita akan beradaptasi lagi dengan lingkingan baru, teman baru dan juga kehidupan baru.
__ADS_1
Teddy mencium punggung tangan Arsy dengan lembut dan secara diam diam saat Arsy memang sedang menikmati acara itu.
"Sudah siap menjadi orang dewasa? Bukan lagi belia yang masih memakai seragam putih abu," tanya Teddy pelan.
Arsy menatap Teddy lalu tersenyum lebar dan sangat manis.
"Asal selalu bersama Mas, Arsy siap. Maafin Arsy yang sudah salah mengambil keputusan saat itu," ucap Arsy pelan. Ia menyesal kenapa saat itu amlah pergi dan meninggalkan.
"Sudah di maafkan. Mas tahu, istri Mas itu masih kanak kanak. Belum bisa menerima kenyataan pahit. Tapi ... Mas lihat kamu sudah banyak berubah, Sy ... Mas bangga sama kamu," ucap Teddy dengan lerasaan kagum kepada istri kecilnya itu.
"Arghh ...." teriak Arsy dengan teriakan manja. Suara di sana begitu ramai sehingga teriakan Arsy hanya bisa di dengar oleh orang orang yang ada di dekatnya saja.
"Kenapa Sy? Kamu kenapa? Perutnya sakit?" tanya Teddy panik.
__ADS_1
Situasinya jadi tak memungkinkan begini.