Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
NAMBAH LAGI SAYANG


__ADS_3

Hubungan keduanya semakin hangat dan romantis. Terlebih saat keduanya mengetahui janin si kembar dalam keadaan sehat dan tumbuh sesuai dengan umur kandungan Arsy.


Kini Arsy sudah berada di rumah orang tua Teddy. Mereka sementara tinggal di sana sebelum akhirnya akan berangkat ke amerika untuk mengurus perkuliahan Arsy.


Sebagai pasangan muda dan sudah lama tak bersama. Teddy begitu memanjakan Arsy yang sedang mengandung. Kebetulan memang sore ini akan ada acara tasyakuran empat bulanan kehamilan Arsy.


Sinar mentari pagi sudah masuk melalui celah -celah hordeng yang tak tertutup demagn rapat. Teddy dan Arsy masih terlelap dengan tubuh polos yang masih saling berpelukan.


Ya, tadi malam adalah malam pertama Teddy mulai menjenguk si kembar yang ada di perut Arsy setelah sekian purnama mereka tak bersua.


Kondisi Arsy sudah benar -benar pilih dan stabil. Hanya saja memang Arsy tak boleh kelelahan dan stres karena usia Arsy yang masih terlalu muda untuk mengandung dan resiko kehamilan yang cukup besar di tambah kehamilan pertamanya ini kembar.


Tidak di sarankan untuk melahirkan secara normal karena yang di takutkan Arsy tidak kuat. Pengalaman melahirkan pun belum ada.


Teddy merasa terganggu dengan silau matahari yang tepat mengenai retinanya. Perlahan ia membuka kedua matanya dan menatap lembut wajah istrinya yang terlelap dalam dekapannya. Wanita mungil yang sejak pertama bertemu sudah membuat ia jatuh cinta.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa memiliki kamu, Arsy," ucap Teddy lirih sambil mengeratkan pelukannya pada istri mungilnya itu dan mencium kening Arsy lembut.


"Eunghhh ... Mas ... Sudah bangun?" ucap Arsy yang masih belum bisa membuka kedua matanya dengan sempurna.


"Hemmm ... Mau sarapan? Atau masih mau tiduran dulu?" tanya Teddy pelan sambil mengusap pelan rambut panjang Arsy.


"Masih malas ah ... Maunya gini aja. Di peluk sama kamu, Mas. Ini mau anaknya lho," ucap Arsy membela diri.


Teddy menatap Arsy lekat.


"Yakin? Maunya si kembar? Bukan maunya Bundanya si kembar?" tanya Teddy menuduh.


"Kenapa bibirnya gitu? Mau di cium? Tadi malam masih kurang? Atau malah nagih," goda Teddy pada istri mungilnya.


"Dih ... Gak lah. Mas tuh yang nagih. Tadi malam minta nambah terus padahal Arsy bilang capek," ucap Arsy manja dan memelas.

__ADS_1


"Hemm ... Jadi tambahan shubuh tadi juga maunya Mas? Bukan kamu yang minta terus godain Mas. Ciumin pipi Mas terus langsung pasang kuda -kuda," canda Teddy sambil tertawa.


"Gak ... Itu salah naskah. Konsepnya gak gitu," ucap Arsy menenggelamkan kepalanya ke dada Teddy lebih dalam lagi. Arsy malu jika di goda soal itu. Terasa masih tabu.


Ha ha ha ... Teddy terkekeh melihat sikap Arsy yang malah jadi malu- malu kucing.


Arsy langsung memukul pelan dada Teddy karena kesal.


"Udah ah ... Tadinya mau manja -manja sama Mas malah mood Arsy gak enak," cicit Arsy kesal.


"Eitss ... Jangan dong. Gak boleh jelek moodnya. Nanti Mas bingung kalau mau minta nambah," ucap Teddy pelan sambil mencubit gemas hidung Arsy sambil memeluk kembali istri mungilnya.


Memang dunia serasa milik berdua jika semuanya sudah halal, SAH dan di akui. Kebersamaan yang membuat candu dan semakin membuat Arsy nyaman tak mau lagi berjauhan apalagi kehilangan Teddy seperti kemarin.


"Kok adiknya Mas minta jatah ya? Mau ya sayang ... mau ya?" ucap Teddy tertawa sambil mencium bibir Arsy dengan lembut.

__ADS_1


Sama sekali tidak ada penolakan dari tubuh Arsy. Bahkan Arsy malah senang dan terus menagih ciuman berhasrat dari suaminya itu.



__ADS_2