Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.14


__ADS_3

Kesalahpahaman akan terus berlangsung karena tingkat over thinking yang terlalu tinggi. Arsy, gadis belia yang berstatus istri dan sebenatr lagi akan menjadi mamah muda pun terus mencemburui Teddy, suaminya.


Bebearapa hari kemudian ...


Acara OSPEK selama tiga hari itu telah selesai. Mulai besok, Arsy sudah mulai masuk kuliah. Dunia sekolah putih abu dan dunia perkuliahan etntu sangat berbeda jauh sekali. Dunia putih abu yang terstruktur dan masih dalam pantauan guru serta orang tua, sedangkan dunia perkuliahan adalah dunia pendidikan yang bebas.


"Sudah di persiapkan untuk keperluan besok?" tanya Teddy yang masih menunggu Arsy sibuk merapikan tas yang akan di bawa besok. Berulang kali ARsy menatap jadwal kuliah satu semester ini dan mencatat semua kelas yang akan ia pakai besok sesuai KRS yang telah di terima.


"Sudah siap semua," ucap Arsy pelan lalu menutup tasnya. Di dalamnya sudah ada binder file dan alat tulis serta buku paket sesuai jadwal mata kuliah.


"Dompetnya jangan lupa," titah Teddy mengingatkan. Arsy itu teledor dan seringkali melupakan hal -hal kecil tapi sangat penting.


"Sudah Mas," ucap Arsy membuka kantong tas yang kecil. Di dalam sudah ada dompet hitam miliknya dan tisue kecil serta minyak kayu putih.


Arsy ikut menaiki tempat tidurnya. Tubuhnya sudah minta untuk melepas aktivitas dan beristirahat denagn nyenyak.


Teddy meletakkan buku yang sedang ia baca dan mematikan lampu agar Arsy cepat tertidur.

__ADS_1


"Besok ... Kalau istirahat makan di kantin. Kalau kamu malas, datang ke ruangan Mas. Nanti Mas pesankan makanan untuk kamu, dan makan saja di ruangan Mas," titah Teddyy mengingatkan.


"Iya Mas. Arsy ke kantin aja. Ada Mega juga, ada temennya," ucap Arsy lembut dan mulai memejamkan kedua matanya.


Seperti biasa, Teddy terus mengusap perut Arsy yang besar dan sebentar lagi akan melahirkan.


***


Kesibukan pagi yang mulai menjadi rutinitas. Teddy yang sellau bangun pagi -pagi dan menyiapkan semua keperluan Arsy termasuk sarapan pagi. Sebagai suami dari stri yang sedang hamil besar, Teddy sama seklai tidak mau membertakan Arsy denagn pekerjaan sehari hari. Setiap pagi, Teddy memasukkan semua cucian ke adalm mesin cuci dan di keringkan lalu membuat sarapan pagi sederhana dan menyiapkan susu hamil.


Tidak lupa membangunkan sang istri dan menyuruhnya bersiap untuk kuliah.


"Kurang tahu. Kan dosen mata kuliah ini ada dua. Bisa Mas, bisa juga Pak Raka," ucap Teddy menjelaskan.


Arsy hanya menganggukkan kepalanya pelan. Ada suka dukanya juga kalau di ajar oleh suami sendiri. Pertama, bisa jadi kalau mau ujian, Arsy mendapat bocoran. Tapi bisa juga gak sama sekali.


"Mikrin apa?" tanya Teddy kemudian.

__ADS_1


"Gak mikirin apa -apa. Arsy turun di depan aja," pinta Arsy kemudian.


Teddy meminggirkan mobilnya ke tepi jalan dan menurunkan Arsy sesuai permintaan istrinya itu.


"Hati -hati ya? Jangan lupa makan yang banyak. Jangan capek -capek," titah Teddy menasehati.


"Siap Mas. Arsy duluan ya," ucap Arsy lalu mencium punggung tangan Teddy.


Hari pertama ini semoga saja membahagiakan. Tidak ada drama seperti saat ospek.


"Arsy!!" panggil Mega setengah berlari mnegejar temannya itu.


"Haii ...," jawab Arsy ramah.


"Diantar siapa? Pacar ya? Suami?" tanya Mega kepo.


"Siapa hayoooo ... Yuk ah, masuk ke kelas," ajak Arsy sambil tertawa tak mau menjawab.

__ADS_1


Sebisa mungkin Arsy menyembunyikan status perkawinannya dengan Teddy yang merupakan dosennya sendiri.


__ADS_2