Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
12


__ADS_3

Sudah satu minggu Nada menghilang dari rumah Pram dan tak aa jejak sama sekali yang bisa di ikuti kemana perginya gadis itu.


Saat itu Pram terbangun tepat pukul tiga pagi. Ia terbangun dan mendapati tempat tidur Nada sudah kosong. Pintu kamar terbuka lebar. Namun, tidak ada jejk lagi, kemana Nada pergi karena semua pintu yang menghubungkan ke luar rumah terkunci. Tepat di satu minggu ini Pram mencari keberadaan Nada. Ia merasa bertanggung jawab atas hilangnya Nada.


Pram baru saja datang, ke rumah sejak pagi ia pergi untuk mencari keberadaan Nada. Namun semua nihil. Tak ada satu pun tanda - tanda yang mnegetahui keberadaan Nada.


"Gimana? Ketemu?" tanya Bu Nella kepada Pram anak lelakinya.


Pram melangkah gontai dan terlihat lemas lalu duduk di salah satu kursi tamu yang terbuat dari kayu jati berukir cantik itu. Pram tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Sudah seminggu Bu. Pram berputar - putar mengelilingi desa ini. Tapi tetap saja tidak ketemu. Kemana kamu, Nada," ucap Pram dengan lirih.


Semua ini salahnya. Pram seperti tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Bu Nella juga cemas tak ada kabar apapun tentang menantunya itu.


"Lalu bagaimana? Kita beri tahu kedua orang tua Nada? Apalagi Nada kan sedang hamil," ucap Bu Nella pelan.

__ADS_1


Pram melepaskan tangan yang memijat kepalanya. Wajahnya langsung menatap Bu Nella yang terlihat cemas merasa ikut berdosa karena Nada sedang hamil dan tak ada kabar hingga hari ini.


"Bu ... Pram ingin jujur sesuatu hal. Tapi, Ibu, jangan marah," ucap Pram pelan.


"Apa itu Pram? Cerita saja. Ibu tidak akan marah," ucap Bu Nella pelan menatap lekat ke arah Pram sambil memijat kepalanya yang terasa pening.


"Ekhemm ... Anu Bu ... Pram dan Nada itu sebenarnya baru kenal. Dan kami bukan sepasang kekasih, dan Nada itu tidak hamil," ucap Pram lirih. Ia bnar - benar merasa bersalah dalam hal ini. SUngguh Pram merasa konyol melakukn ini smeua. Hal terbodoh yang pernah ia lakukan.


Kedua bola mata Bu Nella pun langsung membola menatap lekat dan tajam ke arah Pram. Bu Nella terkejut dengan penuturan Pram yang terlihat jujur. Ia sendiri antara percaya tidak percaya tapi semua yang terjadi terasa sangat meyakinkan sekali.


"Jadi kamu membohongi Ibu, Pram? Kamu dan Nada tidak ada hubungan apa - apa? Nada juga tidak sedang hamil? Kamu tidak sedang bercanda kan?" tanya Bu Nella menyelidik. Hati Bu Nella semakin gelisah mendengar kejujuran Pram.


"Pram, Kamu tahu? Desa kita adalah desa yang terkutuk. Konon katanya, barang siapa yang mempermainkan sebuah pernikahan itu akan mendapatkan tulah dari perbuatanya. Apalgi kamu baru saja membatalkan acara lamaran kepada Lsa. Bukan tidak mungkin, tapi ini semua ada kaitannya Pram," ucap Bu Nella kepada Pram dengan suara tegas.


"Mak - maksud Ibu itu apa?" tanya Pram dengan suara pelan. Ia masih bingung dengan cerita orang tentang desa terkutuk ini.


"Kamu tahu. Duluada seorang biduan yang begitu cantik yang terlahir di desa ini. Ia di gilai oleh banyak lelaki, hingga suatu hari ada yang melamar biduan ini. Sang Biduan pun tidak mau karena karirnya masih panjang, dan ia menolak pria ini dengan berkata telah memiliki tambatan hati dan ia sedang hamil. Lalu, lelaki ini marah dan murka, dnegan ilmu htam melakukan balas dendam. Akhirnya si biduan ini pun memang hamil tanpa menikah dan tidak tahu siapa ayah dari janinnya itu, karena merasa tak pernah melakukan hubungan intin dnegan seorang pria. Biduan ini pun di buang ke sebuah hutan dan tak di temukan lagi hingga jasadnya pun tak pernah ada," ucap Bu Nella menceritakan sejarah desa terkutuk ini.

__ADS_1


"Lalu? Hubungannya dengan kehamilan itu apa?" tanya Pram yang masih tidak paham.


"Kamu tahu, ia berbohong dan berpura - pura sedang hamil. Usut punya usut, pernah suatu malam ia di datangi oleh makhluk besar dan entah apa yang di lakukannya. Makanya ia di anggap menjadi pembawa sial di desa ini. Banyak kejadian aneh setelah itu, namun setelah biduan itu di buang, semua permasalah selesai begitu saja. Makanya kamu tahu? Kenapa banyak sekali biduan yang meninggal mendadak karena mereka terkena kutukan. Dan sampai sekarang belum ada yang bisa menghilangkan kutukan itu. Tadinya Lisa ingin melakukan itu dengan menikahi kamu, tapi saat kamu menolaknya, lihat kejadian apa yang kamu alami saat ini? Kamu kehilangan Nada. Ibu berpikir Nada anak yang baik, dan Ibu suka dengannya. Makanya Ibu bilang Bapak untuk segera menikahkan kamu, agar semua jelas. Penolakan dan pembatalan acara lamaran itu memang ada faktanya. Tapi ternyata semua berantakan. Puas kamu, Pram? Kamu harus tahu Nada saat ini pasti dalam keadaan hidup dan mati, tapi entah di mana ia sekarang dan kita harus mencari Nada sampai ketemu sebelum semua terlambat," ucap Bu Nella dengan suara lantang dan tegas.


"Apa? Hidup dan Mati? Lalu, Pram hanrus mencari kemana lagu Bu?" tanya Pram dengan suara merintih bingung.


Rasanya ingin sekali Pram berteriak dengan suara yang sangat keras. Penyesalan tidak bisa merubah apapun kecuali hanya keajaiban.


"Ya ... Hidup dan Mati. Kamu harus segera mencarinya sebelum kamu benar - benar kehilangan Nada," ucap Bu Nella pelan.


Masih ada rahasia lain tentang desa terkutuk ini yang belum bisa Bu Nella ceritakan kepada Pram. Bu Nella sengaja agar Pram mau berusaha dahul,u, mengupayakan mencari Nada dengan logikanya sendiri, dnegan niatnya sendiri, bukan karena dorongan atau sebuah paksaan.


"Berapa waktu Bu? Berapa waktu yang bisa Pram lakukan untuk tetap membuat Nada tetap hidup dan kembali lagi?" tanya Pram dengan pnuh semangat. Pram hanya berpikir, ini bukan soal menghilang atau kabur. Tapi ini permainan ilmu hitam. Bisa jadi ini di jadikan aksi balas dendam Lisa. Mungkin Pram bisa memulai dengan membutunti Lisa. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Secepatnya Pram. Setidaknya kurang dari sebulan kamu sudah mengetahui keberadaan Nada. Kalau sudah tahu, kamau baru cari solusi terbaik untuk Nada. Ibu pikir, ini bukan masalah biasa, tapi ini sudah di luar kendali manusia," ucap Bu Nella mengingatkan. Bu Nella hnaya tidak ingin kejadian beberapa puluh tahu itu terjadi lagi di desa ini, semua bisa terjadi seperti kiamat.


"Baiklah. Pram tidak akan mneyerah mencari Nada. Setelah itu Pram akan betul - betul menikahinya. Mengulang kembali pernikahan ini dnegan benar. Ini sebuah kesalahan dan harus Pram tebus semua kesalahan ini," ucap Pram lirih.

__ADS_1


Pram merasa rindu dengan celoteh Nada yang suka asal itu. Ia kehilangan sosok Nada yang baru di kenalnya beberapa hari itu.


__ADS_2