Cinta Putih Abu

Cinta Putih Abu
S2.CPA.40


__ADS_3

Keesokkan paginya, Pak Dirga, Papah Emil telah datang ke Kampus untuk menghadap kepada beberapa orang penting yang memiliki jabatan tertinggi di Kampus. Dirga sengaja datang lebih pagi dan lebih dulu di bandingkan dengan Emil dan mantan istrinya.


"Saya kembalikan semuanya pada pihak kampus. Terserah mau memberikan hukuman apa pada putri saya, Emil," ucap Dirga denagn suara penuh keyakinan.


Dirga begitu sayang pada Emil, putri semata wayangnya. Tapi, semenjak Dirga ketahuan berselinfgkuh dan lebih memilih perempuan keduanya di banding Mamanya. Sikap Emil pada Dirga sangat berubah dan begitu ketus. Bukan itu saja, Emil juga bersikap tidak hormat pada istri muda Papahnya.


"Anda orang tuanya kan? Kenapa anda malah terkesan tidak sayang dan tidak membela putri anda, Emil," tanya dosen senior itu menatap tajam ke arah Dirga.


"Ya ... Saya Papah kandung Emil. Sejak kecil, saya selalu mengajarkan hal baik dan sopan santun kepada orang lain. Tak hanya itu, saya berusaha merawat dan mendidik putri saya dengan sangat sabar agar kelak ia menjadi anak yang sukses. Tapi apa? Putri yang saya urus dan saya banggakan itu malah membuat saya terkejut dengan kelakuan tak baiknya. Emil bahkan secara langsung telah mencoreng nama baik saya," ucap Dirga penuh emosi.

__ADS_1


"Oke. Mungkin ada masalah lain yang membuat Emil seperti ini?" tanya dosen senior itu denagn suara keras.


Tok ... Tok ... Tok ...


Teddy menegtuk pintu ruangan itu dan langsung masuk ke adalm sambil menyapa semua orang yang ada disana.


"Pak Teddy ... Kebetulan sekali sudah datang. Inib Pak Dirga, Papahnya Emil. Beliau ingin memberikan kuasa penuh soal hukuman untuk Emil. Bagaimana menurut Pak Teddy?" tanya dosen seior pada dosen yang baru saja satu bulan mengajar itu.


"Saya Teddy, Pak Dirga. Dosen pengampu mata kulaih yang Emil ambil," ucap Teddy basa basi sebagai perkenalan.

__ADS_1


Dirga mengangguk keci lalu menjawab santai, "Ya, Saya sudah tahu soal itu."


"Maaf sebelumnya, jika surat pemanggilan untuk Emil harus di kirimkan kepada anda sebagai orang tua Emil. Sebenarnya saya pribadi tidak ingin memperpanjang masalah ini. Tapi ada beberapa pihaka yang menginginkan masalah ini segera di usut dan apa permasalahan yang etrjadi sebenarnya. Secara, Arsy, istri saya baru saja masuk di semester ini sebagai maba. Istri saya memang sedang hamil besar," ucap Teddy tertahan seolah tak bisa melanjutkan ucapannya.


Tiba -tiba saja bayangan Arsy dan kedua bayi kembarnya yang telah meninggal pun terngiang di dalam otaknya.


"Saya minta maaf dan turut berduka atas apa yang telah menmpa Pak Teddy dan istri. Maka dari itu saya mengembalikan sepenuhnya masalah ini untuk menjadi suatu pemebelajaran bagi anak saya dan bagi yang lainnya. Ini contoh buruk," ucap Dirga menjelaskan.


"Tapi ... Ada yang bilang, Emil itu berubah sejak ...," ucapan Teddy terhenti lagi. Tak kuasa rasanay membuak aib seseorang di depna umum seperti ini.

__ADS_1


"Sejak saya selingkuh dan memilih meninggalkan Emil serta istri saya demi selingkuhan sya yang sdenag mengandung anak saya dan akhirnay saya nikahi. Pemberitaan itu benar adanya, tapi tolong tidak perlu di umbar. Cukup kita fokuskan untuk hukuman Emil," tegas Dirga memberikan keputusan secara penuh pada pihak kampus.


Dengan sangat menyesal, Teddy dan beberapa rekan dosen ikut mengutarakan keingnan mereka menyikapi permasalahan ini. Kebetulan usia Emil sudah lebih dari delapan belas tahun dan secara hukum, gadis tersebut sudah bisa di proses sesuai aturan hukum yang berlaku dan secara otomatis di DO dari kampus.


__ADS_2