
Arsy dan Mega sudah masuk ke dalam ruangan yang sesuai dengan jadwal mata kuliah pagi ini. Keduanya duduk dalam satu meja dan saling mengenal lebih dekat satu sama lain.
Tema pembicaraan mereka mulai dari asal sekolah hingga saat ini tinggal dimana dan pasangannay siapa, serta masih banyak lagi.
"Waoww ... Jadi lo itu nikah pas masih duudk di kelas dua belas? Di jodohin gitu? Sorry ya, gue pikir lo hamil karena upsss ... kecelakaan," ucap Mega dengan sedikit ragu.
"Maksud kamu kena pergaulan bebas gitu," ucap Arsy meluruskan.
"Ho oh ... Gitu," jawab Mega mearsa malu.
"Gak dong. Ehh, bawa permen gak? Tiba -tiba mual," ucap Arsy kemudian merasa muutnya terasa pahit dan sedikit mual.
"Ada. Bnetar ya," jawab Mega sambil membuka tasnya dan mencari permen mint yang ia beli di mini market dekat rumahnya tadi malam.
Beberapa orang sudah masuk ke dalam kelas karena sudah menunjukkan pukul tujuh, itu artinya dosen pengampu akan segera masuk ke kelas dan mulai mengajar. Terakhir ada beberapa orang yang nampak tak asing masuk ke dalam kelas. Kebetulan kedua mata Arsy saling bertatapan denagn kedua mata elang yang melihatnya dengan sinis.
__ADS_1
"Woyy ... Lihat apa serius amat. Ini permennya, cepet makan katanya mual. Jangan sampai pas ada dosen lo malah keluar buat ijin muntah," titah Mega pada Arsy.
"Ehhh .. Iya. Makasih ya, Ga," jawab Arsy langsung mengambil satu permen minta itu dan mulai merasakanmualnya yang berangsur menghilang.
"Ada Kak Emil sama temen -temennya. Kok masuk kelas ini juga sih? Kita gak salah kelas kan?" tanya Arsy sedikit bingung dan emmbuka lagi binder filenya dan menatap angka yang tertulis disana. Apakah ia salah ruangan atau bagaimana?
"Bener kok, Sy. Jangan -janagn dia emang sengaja ambil mata kuliah ini karena ngulang lagi," bisik Mrga pelan agar yang lain tak mendengar.
"Emang bisa gitu?" tanya Arsy yang sama sekali tidak paham.
"Bisa. Suuutt ... Dosen masuk," ucap Mega lirih lalu membenarkan duduknya.
"Saya absen dulu ya sesuai nama kalian. Silahkan tunjuk tangan kalian," titah Teddy yang sudah duduk di kursi dosen sambil mengamati semua mahasiswa dalam ruangan itu dan sekilas melirik ke arah Arsy, istrinya yang memilih duduk di tengah.
Absensi di mulai dari nomor mahasiswa yang paling tua. Tentu saja grup Emil yang pertama kali di sebut hingga nama Arsy pun di sebut.
__ADS_1
"Hari ini sudah cukup perkenalannya. Nama saya Teddy. Saya akan mengajar mata kuliah ini selama satu semester. Jadi, apapun yang terjadi nilai kalian tergantung dari hasil ujian, kuis dan tugas serta penilaian saya kepada kalian selama berada di kelas. Jadi mohon kerja samanya untuk saling mendikung dan tidak membuat kekacauan," tegas Teddy sambil berdiri menjelaskan.
"Ada pertanyaan?" tanay Teddy kemudian dan beberapa mahasiswa mengangkat tangannya untuk bertanya.
"Ya, Kamu, yang ada di ujung," titah eddy pada gerombolan Emil and the genk.
"Pak ... Tiap pertemuan selalu ada kuis atau tugas?" tanya Emil dengan cara bicara yang sok manis membuat Arsy menoleh ke belakang.
"Soal itu menjadi rahasia saya. Kalian mahasiswa tugasnya itu belajar. Siap atau tidak siap harus tetap siap," tegas Teddy dengan suara lantang.
Jawaban Teddy di ikuti denagn suara sorak yang menyerukan kata HUUU ...
"Pak ... Masih single atau udah couple?" tanya salah satu mahasiwa yang juga gerombolan si Emil.
Teddy tersenyum penuh arti dan kembali ke meja.
__ADS_1
"Kita mulai mata kuliah pagi ini dan buka buku paket kalian," titah Teddy pada smeua mahasiswanya.
Sesuai permintaan Arsy, bahwa Teddy tidak boelh menjawab kalau keduanya telah menikah.