
Kaysa memang gadis berhijab, tapi tidak seperti bundanya yang memakai gamis. Putri Syauqi Malik gadis yang sangat modis dan selalu menjaga kecantikannya. Karena dia memang terobsesi menjadi yang terbaik dalam segala hal.
Alarik menunggu adiknya di ruang tamu bersama Ayah dan Bunda. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat adik angkatnya yang baru menuruni tangga.
Kaysa sangat cantik dan menawan. Tubuhnya jika tidak terbalut baju seragam maka tidak akan ada yang tau jika gadis itu masih SMA.
“Ayah, Bunda. Aku pamit dulu,” ucap Kaysa ceria.
Syauqi dan Zhia menahan tawa melihat kelakuan putrinya yang keras kepala. Mereka berdua tadi mendengar saat Kaysa menggedor-nggedor pintu kamar Syadev, tapi mereka berdua sengaja membiarkan.
“Hati-hati ya,” kata Syauqi.
“Alarik, jaga baik-baik adikmu,” timpal Kaysa.
“Iya, Bunda,” jawab Kaysa dan Alarik bersamaan.
Setelah kepergian mobil Kaysa, Syadev segera turun ke ruang tamu.
“Apa psikopat itu sudah pergi?” tanya Syadev menahan amarah.
“He, jangan bilang begitu tentang kakakmu!” tegur Zhia.
“Aku sangat ragu jika dia itu adalah saudara kembarku, karena sikapnya sangat menjengkelkan sekali. Ayah dan Bunda tidak tahu rasanya jadi aku. Setiap bersamanya pasti aku akan mendapatkan masalah karena ulah dia,” kata Syadev yang sangat frustrasi.
Syauqi dan Zhia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan dari putra mereka. Karena sifat si kembar memang sangat bertolak belakang.
“Syadev, Ayah dan Bunda tahu apa yang ada di hatimu. Meskipun sering mengeluh kesal tentang Kaysa, akan tetapi sebenarnya kamu sangat peduli dengannya dan tidak tahan jika kakakmu terluka,” tutur Syauqi lembut.
Seketika wajah Syadev memerah. Dia menyadarinya jika itu memang benar. Tapi dia juga tidak ingin mengakuinya.
“Peduli amatlah! Yang terpenting akhirnya aku bisa tidur tenang. Semoga saja malam ini Kak Alarik bisa pulang dengan selamat,” cetus Syadev yang masih merasa kesal.
Putra Syauqi Malik itu langsung kembali ke kamarnya sendiri.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Pesta ulang tahun Yuki terletak di perumahan elite. Tamunya lumayan banyak. Setiap tamu yang masuk diwajibkan membawa kartu undangan.
Yang hadir di acara tersebut rata-rata adalah Kakak kelas Kaysa, dia sendiri tidak begitu mengenali mereka.
Namun hampir dari semua tamu ternyata mengenal Kaysa, mereka sangat takjub dengan kecantikan Kaysa yang mencolok.
Kaysa cuek, dia langsung masuk bersama Alarik yang sejak tadi hanya diam saja.
“Kakak kenapa? Tidak suka acara seperti ini ya?” tanya Kaysa heran.
“Tidak juga, aku hanya sedikit mengantuk,” jawab Alarik sekenanya.
Padahal sebenarnya Alarik sedang menenangkan dirinya sendiri. Semenjak meninggalkan rumah tadi jantungnya terus berdetak kencang, bahkan Alarik takut jika suaranya sampai terdengar Kaysa.
Kemudian Kaysa menggenggam jemari lembut Kakaknya, dia ingin mengajaknya untuk menemui yang punya pesta.
“Anak ini, membuat aku terus-terusan tak berdaya. Sedangkan dirinya sendiri tidak merasakan apa-apa,” gumam Alarik kesal.
Saat itu Yuki sedang tertawa senang dengan teman-temannya, di sana juga ada Gio, Raffi dan Maya.
Ketika Kaysa menghampirinya, mata mereka langsung membulat. Yang cowok terkejut dengan kecantikan Kaysa dan yang cewek terpesona dengan seseorang yang digandeng Kaysa.
“Selamat ulang tahun Kak Yuki, semoga panjang umur,” ucap Kaysa sambil memberikan hadiahnya.
“Iya ,terima kasih. Kenapa Syadev tidak ke sini? Dan siapa yang bersamamu itu?” tanya Yuki penasaran.
“Syadev memang pemalas. Dan yang sedang bersamaku ini adalah Kak Alarik,” jawab Kaysa riang.
“Kaysa, bukankah tadi kamu bilang sendiri jika kamu tidak minat pacaran?” selidik Gio dengan tatapan cemburu.
“Aku memang tidak minat pacaran, Karena aku sudah memiliki calon suami idaman,” jawab Kaysa tenang.
Alarik justru merasa terkejut sendiri, tapi melihat pemuda di depanya yang berubah sikap, Alarik tahu jika semua ini permainan Adiknya.
“Entah apa yang ada di pikiran anak ini, tapi jika terus terusan di dekatnya bisa-bisa aku sakit jantung,” batin Alarik.
“Calon suami?” pekik Yuki dan Maya yang paling terdengar keras.
“Ya sudah, aku mau menikmati hidangan pesta dulu ya,” kata Kaysa berlalu pergi.
“Kamu ini, apa tidak takut omonganmu tadi membuat kamu susah mencari cowok?” goda Alarik.
“Mencari cowok? Ha... ha... Justru bagiku cowok hanyalah sebuah hama. Selama ini aku tidak tertarik dengan hal begituan. Aku lebih menyukai menaklukkan tantangan,” jawab Kaysa.
“Benar, lagi pula kamu juga masih kecil,” tutur Alarik tersenyum lega.
Karena tadi Kaysa tertawa terlalu keras, akhirnya dia merasa ingin buang air kecil.
Selepas kepergian Kaysa, Alarik duduk seorang diri. Tiba-tiba Yuki menghampirinya.
__ADS_1
“Apakah kalian ini benar-benar pasangan?” tanya Yuki penasaran.
“Apa kali terlihat tidak serasi?” tanya Alarik balik.
“Bukan begitu, hanya saja Kaysa masih terlalu kecil. Sedangkan kamu sepertinya sudah dewasa,” jawab Yuki seperti meremehkan.
“Kaysa hanya kecil umurnya saja, tapi lihatlah semuanya? Model pun pasti merasa iri dengan kecantikan dan bentuk tubuhnya,” balas Alarik.
Yuki menjadi kesal sendiri, karena body Kaysa memang sexi.
Kaysa yang baru datang merasa heran karena Kakaknya hanya berduaan dengan Yuki.
“Ada apa, Kak Yuki?” tanya Kaysa bersikap biasa saja.
“Sebentar lagi acara dansa, apa kamu mau ikut?” tanya Yuki.
“Tentu saja, kita ini kan pasangan,” sela Alarik pada adiknya.
Malam ini setiap tamu yang hadir memang sudah berpasangan.
Kaysa merasa beruntung karena yang dia ajak bukan Syadev. Karena jika kembarannya itu pasti tidak akan mau di ajak dansa. Ujung-ujungnya Yuki dan Gio akan bertingkah.
Meskipun Kaysa tidak merasakan apa-apa, tapi dia tidak ingin jadi bahan gunjingan orang lain. Bagi Kaysa harga diri adalah segalanya.
Alunan musik lembut di mulai, Alarik dan Kaysa juga mengikuti gerakan sesuai irama musik tersebut.
“Kenapa tadi Kak Alarik berduaan dengan Kak Yuki?” tanya Kaysa penasaran.
“Apa kamu cemburu?” goda Alarik.
“Tentu saja tidak! Kita kan Kakak beradik. Tapi Karena aku sudah terlanjur mengatakan jika Kak Alarik tunanganku, maka Kak Alarik tidak boleh dekat dengan wanita lain kecuali aku!” perintah Kaysa semena-mena.
Alarik tertawa, karena dirinya dipermainkan oleh anak kecil yang licik seperti Kaysa.
“Kalau begitu Kakakmu yang rugi dong! Nanti kakakmu jadi jomblo terus,” ucap Alarik mengerjai Kaysa.
“Emangnya Kak Alarik ini beneran tidak punya pacar ya?” tanya Kaysa tidak percaya.
“Belum, makanya Kak Alarik pulang ke Indonesia untuk mengejar cinta,” jawab Alarik serius.
“Tipe perempuan yang diinginkan Kak Alarik seperti apa?” tanya Kaysa penasaran.
“Dulu sewaktu kecil Kak Alarik pernah berkeinginan jika mencari perempuan yang seperti Bunda. Cantik, lemah lembut dan penyabar. Tapi setelah punya adik seperti kamu yang bawel, manja dan galak sepertinya asyik juga,” jawab Alarik nyengir.
Tak jauh dari mereka juga ada pasangan dansa. Mereka berdua adalah Yuki dan Gio. Keadaan keduanya sedang tidak baik, Gio merasa cemburu sedangkan Yuki merasa iri, karena adik kelasnya itu lebih baik darinya dalam segala hal. Bahkan soal pasangan saja Yuki juga kalah.
Gio sama sekali tidak bisa fokus, karena terus memperhatikan Kaysa yang sedang tertawa riang, akhirnya tanpa sadar dia menginjak gaun milik Yuki, sehingga pasangan dansanya Gio itu terjatuh.
Kejadian itu mengundang banyak perhatian, semua orang yang melihat jadi tertawa. Yuki sangat marah dan kesal karena pada akhirnya dirinya sendiri yang merasa malu. Baginya ulang tahun yang ke tujuh belas itu menjadi sejarah terburuk.
Kaysa yang melihat juga ikut tertawa, dia merasa sangat puas.
“He, gadis nakal! Kenapa kamu merasa senang di atas penderitaan orang lain?” sindir Alarik.
“Kakak belum tahu kok ya? Yuki itu wakil ketua OSIS. Sedangkan pasangan dansanya itu Gio, dia ketua OSIS. Tadi sepulang sekolah Gio menembak aku, tapi aku tolak mentah-mentah. Aku di undang ke acara ulang tahunnya karena ingin dipermalukan. Supaya semua orang mengira aku dicampakkan oleh Gio. Tapi untung ada Kak Alarik,” jawab Kaysa tertawa senang.
“Kamu sudah tahu ingin dipermalukan tapi justru datang?” tanya Alarik heran, pemuda tampan itu tidak mengerti dengan jalan pikiran adik angkatnya yang aneh.
“Justru aku akan malu pada diriku sendiri jika aku bersembunyi,” jawab Kaysa tak gentar.
Alarik semakin salut dengan kegigihan Adiknya. Namun sayangnya setangguh-tangguhnya Kaysa, gadis itu sangat polos soal perasaan. Buktinya Kaysa tidak menyadari jika Gio yang sedari tadi menatapnya terus benar-benar menyukainya.
Malam semakin larut dan pesta belum usai, hanya tinggal beberapa pasangan saja yang masih bertahan. Yuki yang tadi terjatuh kini hanya duduk bersama Gio.
Namun matanya Gio hanya fokus memandang ke arah Kaysa yang masih berdansa.
“Apa kamu tidak capek?” tanya Alarik cemas.
“Tidak, aku ingin menunjukkan pada semua kakak kelas jika aku sudah memiliki tunangan yang lebih tampan dari Gio. Jadi kedepannya tidak akan ada lagi yang mengatakan sesuatu di belakang aku,” kata Kaysa bersemangat.
Alarik lagi-lagi dibuat tertawa oleh tingkah lucu adiknya itu.
“Lihatlah! Yuki dan Gio sedang melihat ke arah kita dari tadi. Apa kamu ingin membuat mereka semakin kesal?” tanya Alarik.
“Iya,” jawab Kaysa mantap.
Alarik langsung mendekap tubuh Kaysa yang berisi ke pelukannya.
“Dasar anak kecil! Mudah sekali untuk di provokasi. Tapi biarkan untuk malam ini saja. Aku akan menganggap kamu sebagai seorang wanita, bukan adikku,” bisik hati kecil Alarik.
Kini Alarik berdansa dengan mesra, seperti pada kekasih sungguhan. Tapi Kaysa yang polos soal perasaan justru menganggap jika itu hanya akting saja.
Semua orang yang hadir jadi ikut baper melihat keromantisan sepasang kekasih yang sangat serasi itu.
Kaysa tertawa puas melihat wajah Gio dan Yuki. Kemudian Kaysa semakin memeluk erat Kakaknya sampai wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti saja.
__ADS_1
Saat mata mereka saling bertatapan, Alarik semakin terhanyut dalam pesona kecantikan Adiknya itu.
“Kak, cium aku!” bisik Kaysa.
“Apa?” pekik Alarik.
“Cepatlah, mumpung semua orang sedang memperhatikan kita,” paksa Kaysa.
“Kamu jangan gila!” ucap Alarik yang sudah panas dingin.
“Buruan! Pipiku saja, tapi yang mesra ya! Biar mereka bisa mengingatnya selamanya,” kata Kaysa.
Alarik mengikuti kemauan adiknya, dia mulai mencium lembut pipi Kaysa sebelah kiri.
Kaysa langsung tertawa senang, karena pertunjukan itu berhasil membuat Gio dan Yuki marah.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Tepat tengah malam acara baru selesai, Alarik segera mengajak adiknya untuk pulang.
"Kak, kakiku pegal sekali," rengek Kaysa.
"Kamu ini, dibilangin tapi masih keras kepala," jawab Alarik sabar.
"Apa Kak Alarik tidak pegal?" tanya Kaysa penasaran.
"Tidaklah, Kamu kan pegal karena pakai High hils yang terlalu tinggi. Makanya lain kali jangan hanya memikirkan harga diri saja, tapi juga keselamatanmu!" tutur Alarik lembut dan dewasa.
Alarik membuka pintu mobil yang di belakang, kemudian menyuruh adiknya untuk meletakkan kakinya sejajar di kursi.
Kaysa seperti anak kecil yang mematuhi perintah Alarik.
Kemudian Alarik melepas sepatu Kaysa dan mengurut sebentar.
"Apa masih sakit?" tanya Alarik cemas.
"Terus Kak, rasanya enak sekali pijatannya," jawab Kaysa tersenyum senang.
"Berani bayar berapa kamu? Karena tukang pijatnya setampan ini," cetus Alarik.
"Santai, besok Kak Alarik akan aku kenalkan dengan seseorang uang cantik," jawab Kaysa.
Alarik justru merasa kesal, dia langsung menutup pintu mobil belakang dan dan dia sendiri masuk di depan stir.
Baru beberapa menit mobilnya berjalan, tapi Kaysa sudah tertidur nyenyak.
Lewat kaca di atasnya Alarik bisa melihat wajah Kaysa yang kelelahan.
Kemudian pemuda itu tersenyum sendiri mengingat kejadian konyol tadi.
"Kaysa, meskipun kamu terlihat keras kepala dan kuat, tapi sebenarnya kamu masih sangat polos. Aku sangat takut jika kamu sampai terluka. Kaysa, apakah kita ini memang hanya ditakdirkan sebagai kakak beradik? Seandainya kamu tau jika aku bukan kakak kandungmu. Apakah kamu bisa membuka hatimu untukku dan menerimaku?"
Sampai di parkiran rumah ada Syadev yang sedang mengambil sesuatu di mobilnya.
"Apa yang sedang kamu cari? Kenapa belum tidur?" tanya Alarik pada Syadev.
"Baru saja bangun tidur, aku hanya sedang mengambil flash disk yang tertinggal di mobil. Bagaimana pestanya Kak, apakah Kaysa membuat ulah?" kata Syadev tertawa.
"Kakak perempuanmu itu memang sangat berbahaya," jawab Alarik ikut tertawa.
"Di mana dia sekarang?" tanya Syadev penasaran, karena kakaknya belum mucul-muncul.
"Tuh tidur di mobil, sekarang jatah kamu untuk menggendong dia sampai kamar," perintah Alarik.
"Sudi amat," cetus Syadev dengan tampang malas.
Namun Alarik tidak menggubris Syadev, dia justru segera masuk ke rumah.
"Kak... Kakak... Aku tidak mau.. kaakk!" teriak Syadev.
Syauqi dan Zhia yang sudah terlelap langsung terbangun mendengar suara teriakan Syadev yang keras. Kedua orang tua itu langsung turun karena khawatir.
"Syadev, kenapa malam-malam teriak-teriak?" tegur Syauqi.
"Ayah! Kak Alarik menyuruh aku menggendong Kaysa ke atas, tidak sudi aku," jawab Syadev kesal.
"Ya sudah, biar Ayah saja," sela Zhia menenangkan Syadev.
Syauqi mulai menggendong putrinya yang tertidur lelap.
"Dasar lampir! Saat tidur saja masih menyusahkan orang lain. Bunda dan Ayah yang tidur di lantai atas saja bisa bangun, sedangkan yang tiduran di dekatku malah enak-enakan ngorok" umpat Syadev sangat emosi.
Zhia langsung mencubit pinggang putranya karena sudah berkata buruk tentang kembarannya sendiri.
Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author🤗
__ADS_1