CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 27


__ADS_3

Dua setengah tahun kemudian


Waktu berlalu begitu cepat, Si kembar keturunan Syauqi Malik sudah beranjak dewasa. Mereka sekarang sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan mengikuti ujian Nasional.


Dari kelas satu sampai sekarang, Kaysa, Syadev dan Anggun tetap sekelas. Karena pembagian kelas berdasarkan peringkat nilai semester.


Putra Syauqi selalu menjadi nomor satu, sedangkan Kaysa dan Anggun bergantian di posisi nomor dua.


Hubungan Asmara si kembar juga tidak jauh berbeda. Kaysa dan Alarik tetap selalu romantis walaupun tidak pernah bertemu.


Sedangkan Syadev dan Anggun yang sama-sama pemalu hanya sekedar teman yang saling perhatian.


"Syadev, ayolah bantuin aku! Sesekali berbaik hati pada saudaramu yang cantik ini," bujuk Kaysa.


"Sesekali? Aku justru terlalu baik padamu. Apa kamu tidak sadar?" jawab Syadev kesal.


"Aku mengajak Anggun juga loh!" ujar Kaysa.


Syadev tertegun, pemuda yang tampan itu mulai ragu untuk menolaknya.


"Aku tau kamu pasti mau kalau bersama Anggun. Sekarang cepatlah kamu minta izin pada Ayah dan Bunda!" kata Kaysa sambil mendorong punggung Syadev.


Mau tak mau Syadev menghadap Orang tuanya yang sedang duduk bersantai di ruang tamu.


"Ayah, Bunda. Mumpung masih liburan, bolehkah Aku jalan-jalan bersama teman-teman?" tanya Syadev gugup.


"Kemana?" tanya Zhia.


"Belum tahu, Bun. Tapi katanya pulangnya larut malam," ucap Syadev menunduk.


"Bagaimana, Ayah?" tanya Zhia beralih pada suaminya.


"Boleh saja, asal harus bisa melindungi diri sendiri!" jawab Syauqi tegas.


"Terima kasih, Ayah, Bunda," ucap Syadev berlalu pergi.


Selepas kepergian Syadev. Syauqi tertawa ngakak.


"Kenapa, Mas Syauqi?" tanya Zhia.


"Tidak apa-apa, hanya tiba-tiba rindu pada Alarik. Bagaimana kalau besok pagi kita ke sana?" tanya Syauqi.


"Iya, Mas Syauqi. Sudah lama kita tidak menemuinya," jawab Zhia antusias.


"Maaf, aku terlalu sibuk di kantor," bujuk Syauqi.


"Tidak apa-apa, lagi pula Mas Syauqi bekerja keras untuk kesejahteraan keluarga kita," ujar Zhia memeluk suaminya erat.


"Ayah, Bunda. Aku mau ikut," pinta Flora yang sedari tadi hanya asyik main game di ponsel.


"Iya, Sayang. Tapi kita berangkatnya agak siangan saja! Ayah ada urusan di kantor terlebih dahulu,"


"Iya, Ayah," jawab Flora menurut.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Selesai sholat subuh Kaysa langsung dandan cantik sekali. Namun saat menghampiri kamar Syadev, saudara kembarnya itu malah tidur masih mengenakan sarung.


"He, kenapa kamu tidur lagi! Ayo buruan," ucap Kaysa sambil mendorong-dorong tubuh Syadev.


Syadev memaksakan diri untuk membuka matanya, ketika melihat saudara sudah rapi matanya langsung terbelalak.


"Ya Ampun, Kaysa! Sekarang masih gelap," protes Syadev sambil duduk.


"Tidurlah kalau begitu, aku bisa berangkat dengan Anggun saja," jawab Kaysa ketus.

__ADS_1


"Tunggu! Aku bersiap-siap dulu," ucap Syadev merasa kalah.


"Lima menit, kalau telat aku tinggal," ancam Kaysa.


Tepat lima menit Syadev sudah berganti pakaian, penampilannya sangat keren sekali.


Kaysa merasa puas karena dengan menggunakan nama Anggun bisa mengendalikan Syadev dengan mudah.


Kaysa dan Syadev mengendap-endap saat menuruni tangga. Karena kedua orang tuanya sudah kembali ke kamar mereka setelah tadi sholat subuh berjama'ah.


"Apa sebaiknya kita berpamitan dulu pada Ayah dan Bunda?" bisik Syadev.


"Semalam kamu juga sudah minta izin kan?"jawab Kaysa ketus sambil menatap tajam pada saudara kembarnya.


Syadev hanya nyengir saja. Pemuda itu sudah siap segala resikonya asalkan bisa bersama dengan Anggun.


Sesampainya di parkiran Kaysa langsung berada di posisi depan stir.


"Biar aku saja yang nyetir, Tuan Puteri!" protes Syadev.


"Masuklah! Kalau kamu yang menyetir pasti kelamaan," bentak Kaysa.


Syadev tidak bisa berkata lagi, pemuda itu langsung masuk dan duduk di samping Kaysa.


Kaysa memang memiliki nyali yang sangat besar. Tak peduli langit masih gelap tapi dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Apa kamu punya nyawa sembilan?" teriak Syadev.


"Anak lelaki jangan penakut seperti itu," ejek Kaysa tersenyum puas.


Syadev hanya diam dan berdoa supaya di beri keselamatan, pemuda itu tidak berani membantah sebab takut jika merusak konsentrasinya Kaysa saat menyetir.


Sesampainya di panti, Anggun sudah menunggu di depan rumah.


"Kaysa memang luar biasa, aku sampai heran apa isi otaknya itu sehingga dengan mudah memerintah orang lain sesuka hati," batin Syadev nyengir.


"Turunlah!" perintah Kaysa terburu-buru.


Syadev terpaksa menurutinya, saudara kembar Kaysa itu segera keluar dari mobil.


"Syadev, sekarang giliran kamu yang nyetir! Aku mau tiduran, aku tidak ingin jika kurang tidur kulitku jadi tidak segar," ucap Kaysa tanpa rasa dosa.


Syadev hanya berdecak lidah menanggapi sikap saudaranya yang seenaknya sendiri itu.


"Anggun, kamu di depan ya!" ucap Kaysa berubah tersenyum manis sambil masuk ke kursi belakang duluan.


Anggun mengangguk patuh, kemudian gadis itu masuk ke kursi depan bersamaan dengan Syadev.


Sebelum menjalankan mobilnya, Syadev menoleh ke belakang. Dan benar saja Kaysa sudah tertidur sambil memeluk boneka beruang yang sebesar Kaysa.


"Ya ampun ini anak sungguh luar biasa! Dan sejak kapan boneka itu ada di situ?" umpat Syadev kesal.


Anggun hanya tertawa lirih melihat Syadev menahan amarahnya.


"Aku juga penasaran bagaimana Kaysa bisa memindahkan boneka itu di mobilmu tanpa sepengetahuanmu?" ucap Anggun masih tertawa.


"Apa sih yang tidak bisa dilakukan anak itu. Segala cara pasti akan di tempuh untuk memenuhi keinginannya," jawab Syadev mulai luluh setelah melihat senyum manis Anggun.


"Apa jarak menuju tempatnya Kak Al jauh?" tanya Anggun penasaran.


"Lumayan, sekitar tiga jam. Kamu kenapa mau saja diajak kaysa ikut kami?" Syadev balik bertanya karena merasa heran.


"Kata Kaysa ada Universitas terbesar di kota A yang memberikan beasiswa full bagi murid yang mempunyai nilai sempurna saat ujian Nasional. Aku ingin sekali melihat universitas itu secara langsung agar aku semakin bersemangat saat ujian nanti," jawab Anggun antusias.


"Aku yakin kamu pasti berhasil," ucap Syadev meyakinkan.

__ADS_1


"Syadev! Sudah lima menit tapi mobilmu tidak di jalankan juga. Pokonya dalam dua jam harus sampai di kota A!" kata Kaysa kesal.


"Gila! Kamu kira ini jet," jawab Syadev.


"Kalau begitu turunlah! Biar aku pergi dengan Anggun saja," kata Kaysa cemberut.


Syadev langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pemuda itu bukannya takut ngebut, hanya saja Syadev terlalu patuh pada Bundanya yang hampir setiap saat menasihati agar menjalankan mobilnya santai dan hati-hati.


Tapi Kaysa memang dari kecil sudah nakal dan keras kepala, setiap hari di nasihati masih saja melanggar.


"Kamu takut?" tanya Syadev pada gadis yang duduk di sampingnya.


"Tidak, aku percaya padamu," jawab Anggun tenang.


Syadev memfokuskan diri supaya tidak terjadi kecelakaan. Bagaimanapun juga di mobilnya ada dua orang yang sangat berarti baginya.


Tepat pukul enam pagi mereka bertiga sudah sampai di hotel tempat tinggal Alarik.


"Kamu pernah ke sini?" tanya Anggun karena Syadev tadi seperti sudah sangat hapal dengan jalannya.


"Pernah dong! Hotel ini milik Ayah," jawab Syadev.


"Kapan? Kenapa aku tidak pernah di ajak?" tanya Kaysa yang baru bangun.


"Mungkin sekitar dua kali. Aku ke sini bersama Bunda dan Flora, memang sengaja tidak mengajak kamu agar tidak bisa bertemu Kak Al," ejek Syadev.


"Bunda, Ayah, Maaf! Kali ini kalian harus kecewa," sungut Kaysa cemberut.


"Sudahlah, sekarang kamu cuci muka sana, biar ilernya hilang!" ejek Syadev lagi.


Kaysa segera bercermin, tapi wajahnya masih cantik seperti tadi tanpa ada iler yang dikatakan saudara kembarnya itu.


"Syadev! Sebaiknya kamu ajak Anggun ke Universitas sana! Kalau pagi begini pasti masih sepi dan nanti siang kita bisa jalan-jalan ke pantai," kata Kaysa.


"Baiklah," jawab Syadev langsung menyetujuinya. Dalam hati pemuda tampan itu merasa sangat berterima kasih karena sudah diberi kesempatan berduaan dengan pujaan hatinya.


Kaysa membenarkan make up nya dan segera ke luar dari mobil Syadev. Setelah itu dia segera masuk ke hotel.


"Anda Nona Kaysa?" tanya seorang lelaki setengah baya.


"Iya," jawab Kaysa singkat dan tegas.


"Saya Manager Ridwan. Ini kunci yang Anda minta," kata lelaki itu tersenyum ramah dan bangga karena melayani putri dari pemilik Hotel tersebut.


Kaysa langsung masuk dan naik menuju kamar Alarik.


Para karyawan di hotel sudah diberi tahu Manager mengenai kedatangan Kaysa, tapi mereka semua masih mengira jika Kaysa adalah adiknya Alarik.


Kaysa tersenyum puas karena rencananya berjalan dengan lancar. Dalam dua hari ini dia memang sudah mengatur semuanya dari A sampai Z hanya untuk bisa memberi kejutan pada Alarik.


Di tangannya kini sudah ada kunci serep milik kamar Alarik, gadis itu tidak sabar untuk masuk ke dalam.


Setelah Kaysa memasukkan kuncinya, Putri Syauqi Malik yang nakal itu segera membuka pintunya.


Kaysa melihat Alarik sedang memakai dasi.


Kerinduannya selama dua tahun lebih itu langsung terobati setelah memeluk tubuh Alarik dari belakang dengan erat.


Sebenarnya Kaysa sudah sering di nasehati untuk tidak berpacaran dan bersentuhan dengan lelaki yang bukan mahram. Namun karena Kaysa semenjak kecil sudah terbiasa bermanja-manja dengan Alarik hingga sampai sekarang kebiasaan itu masih melekat dalam dirinya. Meskipun Kaysa dan Alarik berganti status dari Kakak Adik menjadi kekasih, tapi tubuh Kaysa selalu reflek.


**Terima kasih sudah mendukung Author selama ini. Jangan lupa Like dan Vote ya supaya Author semangat up terus.


Niatnya Author ingin mengirim 3 Episode, tapi karena setiap malam jum'at ada acara pengajian jadinya cuma bisa mengirim 2 saja🤗🤗🤗🤗


Author minta maaf ya, semoga besok bisa Crazy up🙏**

__ADS_1


__ADS_2