CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kebohongan demi kebaikan


__ADS_3

Apa yang sudah diperkirakan pak Latief terjadi juga, hari berikutnya Nayla sengaja ke kantor untuk menemui Rendra.


"Maafkan saya, Nayla. Hari ini ada rapat penting, mungkin selesainya nanti sore," kata Rendra penuh sesal.


"Kalau begitu saya pulang dulu, nanti sore kita bertemu di taman seperti kemarin ya?" pinta Nayla sedikit memaksa.


Rendra merasa sungkan untuk menolak, disisi lain dia sendiri tidak tega untuk membohongi Nayla,


"Baiklah, Nayla."


Nayla senang sekali, akhirnya dia bisa segera mendapat kabar tentang Iyas.


Dia selama di London selalu merindukan Iyas, bahkan setiap hari waktunya dia habiskan untuk melukis wajah Iyas.


Nayla sangat berharap jika orang yang dicintainya itu pasti sudah sembuh seperti dirinya, baginya kejadian saat pengejaran mobil penculik Zhia bukanlah kenangan yang buruk.


Nayla merasa jika waktu itu,dia dan Iyas sangat begitu dekat, mereka saling mengobrol, melindungi dan bekerja sama mengalahkan musuh.


Dia juga yakin, jika Iyas tak mungkin segera melangsungkan pernikahan dengan Silvia.


Sore harinya Rendra menemui Nayla di taman, dia sedang fokus melukis.


Rendra tahu jika Nayla sedang melukis Iyas, tiba-tiba ada perasaan rasa kasihan padanya,


"Bagaimana perasaanmu nanti, jika tahu kalau seseorang yang selama ini dirindukan sudah meninggal?"


Nayla menyadari kedatangan Rendra, dia langsung menyambut Rendra dengan ceria,


"Maaf ya, sudah mengganggu waktu anda," ucap Nayla menghentikan aktivitasnya.


Rendra mencoba tersenyum, sebenarnya dia sedang merangkai kata dipikirannya untuk menjawab pertanyaan Nayla nanti,


"Tidak papa, lagi pula dirumah saya juga jenuh sendirian."


"Bolehkah aku meminta nomor ponselnya Zhia?" Nayla langsung ke intinya.


"Maafkan saya, Nayla. Saya tidak punya! sepertinya juga Zhia tidak membawa ponsel, karena dia sedang fokus menjaga kesehatannya juga janinnya, bahkan mereka sampai tinggal di Villa pegunungan supaya Zhia jauh dari polusi. Tuan Syauqi sangat menjaga Zhia dengan hati-hati," kata Rendra masuk akal.


Nayla tampak kecewa, karena dia tidak tahu lagi harus bagaimana.


Rendra semakin trenyuh melihat kesedihan gadis di hadapannya,


"Nayla, sekarang anda sebaiknya fokus menyembuhkan diri dulu, setelah itu baru pulang ke Indonesia memberi mereka kejutan. Kita bisa pulang bersama.


Bayangkan! seandainya saat ini Zhia dan Iyas mengetahui kondisi anda, saya yakin mereka pasti akan merasa sangat bersalah dan khawatir " bujuk Rendra menenangkan hati Nayla.

__ADS_1


Nayla hanya diam, coba merenungi apa yang sudah dikatakan Rendra,


"Benar juga, lagipula bagaimana mungkin aku mengejar Iyas dengan kaki seperti ini? pokoknya aku harus sembuh dulu, nanti setelah pulang aku akan menyatakan cinta secara langsung pada Iyas," bisik Nayla pada diri sendiri.


Nayla mulai ceria lagi, dia tahu jika semua ini demi kebaikan dia juga.


"Nayla, apa anda tahu tempat makan yang halal dan enak?" kata Rendra mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja tahu. Kita sekarang sudah berteman,sebaiknya jangan bicara formal ya? rasanya aneh saja," kata Nayla ceria.


Rendra hanya mengangguk, kemudian dia menawarkan diri untuk membantu Nayla berjalan, tetapi Nayla menolaknya. Dia sedikit-sedikit sudah mulai belajar tentang agama, sehingga dia tahu kalau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrim dilarang.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat kearah Rendra, wanita itu beberapa kali mengucek matanya untuk memastikan jika penglihatannya tidak salah.


"Sayang, kenapa kamu terus melihat kearah belakang ?" kata lelaki disampingnya.


"Tidak, aku seperti melihat seseorang yang mirip temanku. Tapi sepertinya aku salah," jawab wanita tersebut.


Dia adalah Jesika, mantan tunangan Rendra. Semenjak kebangkrutan keluarganya dia dipaksa kedua orang tuanya menikah dengan pengusaha kaya asal Aceh.


Sekarang keluarga Jesika mulai bangkit kembali. Namun kedua orang tuanya sudah mengancam Jesika supaya tidak menyinggung Syauqi Malik lagi, karena Syauqi Malik adalah orang yang sulit untuk diatasi,


"Aku yakin tadi adalah Rendra, kenapa dia bisa ada disini ? dan siapa gadis cacat itu ? sial, sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan Rendra. Padahal istrinya sudah meninggal dunia, tetapi aku masih saja belum bisa mendapatkan dia "


Jesika merasa menyesal, kenapa dulu dia bersikap buruk pada Orlin.


"Sayang, kita sudah disini selama 3 hari, apa kamu ingin bulan madu ke negara lain?" tanya suaminya lembut.


"Tidak, disini sangat nyaman, sepertinya aku ingin menghabiskan 1 bulan disini saja!" jawab Jesika.


Sebenarnya suaminya memperlakukan dia dengan baik, tapi Jesika masih belum bisa mencintainya. karena ketampanan suaminya jauh dibawah Rendra.


"Aku harus mencari tahu siapa gadis itu? dan aku juga ingin membalas dendam dengan Syauqi Malik. Gara-gara dia keluargaku hancur dan memaksaku menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai. Kali ini aku tidak akan ceroboh lagi, karena aku tahu kelemahan terbesar Syauqi terletak pada istrinya,"


Jesika tidak kapok juga atas kejadian yang kemarin, dia malah semakin menjadi.


Setelah dia mengajak suaminya kembali ke hotel, dia diam - diam menghubungi pesuruh bayaran untuk menyelidiki wanita yang bersama Rendra.


"Jika aku tak bisa bersanding dengan Rendra, maka orang lain juga tidak bisa. terlebih gadis cacat seperti itu,"


Jesika tidak perduli jika dia sampai menguras tabungannya sendiri. Dia tidak ingin orang yang sudah menghancurkan dirinya bisa hidup tenang dan bahagia.


Sedangkan orang yang di benci Jesika sedang bermesraan dengan istrinya.


Malam ini Zhia mengajak suaminya tidur di kantor saja, karena sudah larut malam dan dia merasa kasihan pada suaminya jika harus menyetir.

__ADS_1


Syauqi menyetujui juga, baginya tidur di manapun sama saja asalkan bersama istri tercintanya.


Syauqi juga bisa menghemat waktu dan tenaga untuk perjalanan jauu, setiap malam dia bisa lembur.


"Mas, aku lapar lagi," rengek Zhia.


"Mau makan apa sayang?" tanya Syauqi penuh perhatian.


"Aku ingin sate ayam, tapi di makan langsung ditempatnya, kalau sudah dibungkus rasanya sudah beda," pinta Zhia.


Syauqi segera mengambil jaket hangat miliknya di lemari. dan memakaikan pada istrinya, dia tak ingin istrinya kedinginan.


"Apa tidak kebesaran, Mas Syauqi?" Zhia merasa jaket suaminya sedikit kebesaran.


"Tidak apa-apa, istriku ini tetap terlihat cantik. Aku tidak mau kalau anakku sampai kedinginan," kata Syauqi mengelus perut Zhia.


Zhia tertawa karena merasa geli,


"Mas, aku kepikiran penjual sate ayam di alun-alun kota, tapi sekarang sudah jam 11 malam apa masih buka ya?"


"Kita coba saja kesana!" jawab Syauqi tenang, dia menggandeng lengan istrinya dengan mesra.


Di kantor sudah sepi, hanya ada beberapa satpam yang bertugas malam. Semua membungkuk saat Syauqi dan istrinya keluar.


Zhia tak mengira jika alun-alun kota masih ramai, padahal sudah larut malam.


Zhia dengan semangat menggandeng suaminya ke warung angkringan,


"Mas, disini satenya enak banget. Dulu kak Elly dan Nindy sering ngajak aku kesini," kata Zhia riang.


Sebenarnya Syauqi merasa ragu untuk makan ditempat seperti itu, selama ini dia hidup dengan kemewahan.


Tetapi Demi membahagiakan istrinya, apapun akan dia lakukan.


Lama-lama Syauqi menikmati suasana malam di keramaian ini,


"Terimakasih, Zhia," kata Syauqi sambil mencium kepala istrinya.


"Untuk apa?" tanya Zhia tak mengerti.


"Untuk semua kebahagiaan ini, aku sadar jika selama ini aku seperti robot, seluruh waktuku dihabiskan untuk bekerja dan terus bekerja. Aku lupa bagaimana cara menikmati hidup,"


Zhia menggenggam jemari suaminya, dia tersenyum manis. Kemudian Zhia mencium punggung tangan suaminya.


Syauqi kemudian berbisik ditelinga Zhia,

__ADS_1


"Setelah ini langsung pulang ya?"


Zhia merinding, dia tahu apa maksud suaminya.


__ADS_2