CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Tetangga kecil


__ADS_3

Setelah sarapan pagi Dony dan Nindy pamit pulang, mekipun dalam perjalanan mereka satu mobil tapi keduanya saling diam dan tak ada yang mau bicara.


Nindy masih marah dan Dony beraksi dengan rencana yang disarankan Syauqi.


Sedangkan Syauqi setelah makan pamit mau tidur lagi, karena dia masih mengantuk setelah semalaman menemani Dony ngobrol.


"Mas Syauqi kalau mau tidur dulu silahkan, aku ke bawah ya ngobrol sama Bik Mus dan Bik Tri," kata Zhia lembut.


"Tunggu dulu, ke sini sebentar!" pinta Syauqi lembut.


Zhia mematuhinya, Syauqi langsung memeluk istrinya dan mengecup bibir Zhia cukup lama.


"Hemm... enak, dengan begini aku bisa mimpi indah nanti," goda Syauqi.


Zhia hanya tersenyum malu dan berlalu pergi.


Sebenarnya jika menuruti keinginan nafsunya Syauqi tak ada habisnya. Tapi dia sadar istrinya sedang hamil muda kalau terlalu sering diajak berhubungan Syauqi takut terjadi apa-apa. Jadi Syauqi mencoba menahan hasratnya.


Zhia turun ke bawah, tetapi kedua pembantunya sedang sibuk semua.


Zhia keluar berjalan di sekitar halaman. Kemudian dia teringat deretan Vila yang dihuni para tetangga.


Zhia bermaksud untuk ke sana karena dia juga merasa bosen kalau dirumah terus.


Tak jauh, hanya beberapa menit sudah sampai.


Mata Zhia tertegun melihat gadis kecil yang duduk di kursi roda, gadis kecil itu sedang dibujuk seorang ibu-ibu supaya makan, tetapi ditolak.


Zhia merasa hatinya tertarik untuk mendekati gadis kecil itu.


"Gadis manis siapa namamu?" sapa Zhia.


Anak kecil yang semula cemberut menjadi tersenyum melihat Zhia.


"Namaku Orlin, Tante siapa? Cantik sekali!," balas Orlin ceria.


"Panggil saja Bibi Zhia. Rumahku di Vila yang di depan sendirian," jawab Zhia ramah.


"Iya aku tahu, yang dekat dengan Danau itu kan?" tanya Orlin.


"Iya, kapan-kapan Tante ajak Orlin naik perahu kecil di Danau, tapi sekarang makan dulu!" bujuk Zhia.


"Nggak mau makan, pasti nanti disuruh minum obat," tolak Orlin.


"Maaf, apakah Anda ibunya Orlin?" tanya Zhia pada wanita yang tengah membawa piring.


"Bukan, Nona. Saya hanya pengasuhnya. Panggil saja Bik Imah," ucap pengasuh Orlin.


"iya, Bik Imah. Memangnya Orlin sakit apa?" tanya Zhia penasaran, karena melihat kaki gadis kecil itu diperban satu dan duduk di kursi roda.


"Kecelakaan, kakinya retak sebelah. Kata dokter pulihnya enam bulan lagi," jawab Bik Imah sedih yang sudah menganggap Orlin seperti anak anaknya sendiri.


"Orlin kelas berapa?" tanya Zhia lembut.


"TK besar Tante, tapi sudah 2 bulan tidak masuk sekolah," jawab Orlin murung.


"Pasti rindu teman-teman kan? Kalau mau bisa sekolah lagi Orlin harus rajin minum obat, supaya cepat sembuh. Biar Tante yang suapin ya?" bujuk Zhia lembut.


Orlin langsung mengangguk senang.


Zhia dengan penuh kasih sayang menyuapi Orlin, tak butuh waktu lama makanannya cepat habis.


"Anak pintar, sekarang minum obat dulu ya?"bujuk Zhia.

__ADS_1


Orlin sangat patuh pada Zhia, gadis kecil itu minum obat dengan riang.


"Sekarang Orlin istirahat dulu, nanti sore kita main ke Danau. Sekarang Tante Zhia harus pulang dulu ya?" pamit Zhia lembut.


Orlin hanya mengangguk. Gadis itu terlihat kesepian lagi.


"Nona, bolehkah saya minta nomor ponsel Anda?" tanya Bik Imah.


"Baiklah," jawab Zhia lalu memberikan nomor ponselnya.


Zhia segera pamit dan berjalan pulang, dia merasa senang karena memiliki teman kecil yang bisa mengusir kebosanannya.


Dulu sewaktu di rumah ada Alifya yang selalu membuat Zhia tertawa.


sebelum belok ke rumah, Zhia berpapasan dengan Mobil. Di dalamnya ada seorang pemuda tampan yang familiar.


"Bukankah itu adalah pemuda yang menabrakku kemarin di bandara ya? Mungkinkah penghuni baru, atau hanya sekedar tamu?"


Mobil mewah berwarna hitam tadi berjalan lurus meninggalkan Vila yang ditempati Zhia.


******************************


Setelah mobil Pemuda tampan itu berhenti di Vila nomor tiga. Pemuda tersebut keluar dan di sambut pembantunya.


"Orlin di mana Bik?" tanya pemuda tersebut.


"Setelah tidur minum obat, Tuan Rendra," jawab Bik Imah.


"Bagaimana makannya?" tanya Rendra.


"Habis sepiring, Tuan Rendra. Aalnya tidak mau makan tapi tadi ada nona cantik yang membujuk dan menyuapinya makan, mereka pertama bertemu langsung akrab," balas Bik Imah ceria.


Karena biasanya Orlin susah makan, mau makan pun juga cuma habis sedikit.


Istrinya meninggal setelah melahirkan seorang putri cantik.


Dulu pernikahan mereka tidak direstui kedua orang tuanya, begitu Istrinya meninggal Rendra dipaksa menikah tidak mau.


Tiga bulan yang lalu Rendra dijodohkan dengan wanita yang derajatnya setara, akan tetapi wanita tersebut tidak tulus menerima calon anak tirinya.


Dan putri Rendra juga tak menyukai calon Mama barunya.


Tanpa sepengetahuan Rendra. Wanita tersebut akhirnya menyuruh seseorang untuk menabrak Orlin sepulang sekolah, tapi saat itu ada gurunya yang langsung menyambar tubuh kecil Orlin.


Meskipun sudah diselamatkan tapi kaki Orlin retak karena saat terjatuh mengenai pagar besi.


Dan guru yang menolong Orlin kepalanya terbentur parah.


Orlin kecil tak bisa berjalan sementara, bisa sembuh total selama enam bulan.


Rendra sengaja pindah menyewa Vila di luar negeri karena ingin anaknya bisa hidup tenang tanpa tekanan dari keluarganya yang menganggap Orlin sebagai batu sandungan.


"Apa kamu merindukan sosok ibu, Nak?Kasihan sekali kamu sejak lahir belum sempat merasakan pelukan ibumu.


Tetapi mencari wanita yang baik susah,mmereka kebanyakan hanya tertarik denganku bukan dengan anakku," bisik Rendra pada dirinya sendiri.


Rendra mencium kening putrinya. Kemudian putrinya terbangun.


"Papa" panggil Orlin pelan, gadis itu masih mengantuk karena efek obat.


"Apa sayang?" tanya Rendra lembut.


"Tadi aku ketemu Bibi cantik, katanya dia nanti sore mau mengajakku main di Danau," ucap Orlin dengan wajah masih polosnya.

__ADS_1


"Iya papa izinin, sekarang tidur lagi sayang," ucap Rendra mengecup kening putrinya.


Orlin memejamkan lagi, gadis itu tersenyum dalam mimpi indah.


"Tante Zhia," gumam Orlin.


Rendra tersenyum, anaknya makan lahab saja sudah membuatnya bahagia.


"Jadi namanya Zhia ya wanita itu? Sekilas mirip istriku. Hanya saja istriku tak memakai hijab," batin Rendra.


***********************************


Sore harinya seperti yang sudah dijanjikan, Zhia mengajak Orlin naik perahu di Danau.


Bik Imah belum pernah melihat putri Tuannya sebahagia ini, pengasuh tersebut mengabadikan saat Orlin duduk di samping Zhia.


***************************************


Rendra yang sedang berbaring di ranjangnya mendapat pesan gambar dari pengasuh puterinya. Setelah di buka wajah Rendra tersenyum senang.


Di dalam foto, Orlin sedang tertawa riang. Setelah bertahun-tahun baru kali ini puterinya bisa tertawa lepas.


Sedangkan Wanita yang duduk di samping Orlin sedang tersenyum simpul.


"Ternyata lebih cantik wanita ini, kelembutan dia terpancar seperti seorang bidadari.


Sayang Zhia sudah punya suami," ucap Rendra merasa pilu.


Ada perasaan lain saat dia menatap foto tersebut.


Jempolnya dengan lincah menjadikan foto itu sebagai wallpaper ponselnya.


*****************************


Malamnya sesudah Sholat Isya' Syauqi memeluk erat istrinya dan membelai rambut lembut Zhia.


"Sayang, aku merindukanmu. Kamu nakal sekali membiarkan suamimu ini kesepian," rengek Syauqi.


"Aku tadi kan sudah minta Izin, kasihan dia masih kecil sudah tidak punya Ibu,"nucap Zhia Iba.


"Jadi kamu bermaksud menggantikan Ibunya?" jawab Syauqi mengerjai istrinya.


Syauqi sebenarnya sangat tahu jika istrinya berhati lembut dan mudah terenyuh.


Zhia merasa bersalah, dengan reflek langsung mencium lembut pipi suaminya.


Seketika wajah Syauqi mencair dan membalas ciuman Zhia di bibirnya.


"Sudah pandai merayu ya" kata Syauqi tersenyum nakal, dia langsung menggendong Zhia dan membaringkan di ranjang.


Syauqi mulai beraksi mencium leher Zhia dan tangannya mulai bermain di paha mulus istrinya.


Tubuh Syauqi sudah panas,akan tetapi ketika dia mau melepas baju ada suara ponsel berbunyi milik Zhia.


"Sebentar ya, Mas," kata Zhia langsung mengangkat telponnya.


Dengan wajah cemas Zhia mendekati Suaminya.


"Mas, Orlin demam. Katanya dia nyariin aku terus," pekik Zhia cemas.


"Ah.... bikin kesal saja!" teriak Syauqi frustasi.


Terima kasih sudah mendukung Author selama ini ya🤗 Baca juga novel terbaru yang berjudul SCORPIO, menceritakan tiga gadis yang kabur dari rumah kemudian tinggal bersama. Mereka adalah Saralee, Adella, Aileen. Cinta pun di mulai saat mereka bertemu dengan pengusaha kaya sombong, Bos Mafia, dan Cowok jenius misterius.

__ADS_1


__ADS_2