
Pukul sembilan pagi keluarga Syauqi berpamitan ingin pulang ke rumah, sebab nanti sore Pemimpin perusahaan terbesar itu akan ada acara pertemuan penting mengenai bisnis.
"Ayah, Bunda. Aku masih ingin di sini. Nanti sore biar dianterin Kak Al," rengek Kaysa manja.
"Bunda belum menghukum kamu ya? Karena diam-diam ke sini," sindir Zhia.
"Alah... Bunda seperti belum pernah muda saja," balas Kaysa dengan suara lirih.
"Sudahlah,Bunda! Biarkan Kaysa di sini sampai nanti sore. Dari pada di rumah nanti ngambek terus," bujuk Syauqi membela putrinya.
"Baiklah, tapi tidak boleh nakal ya?" ucap Zhia mengalah.
"Bunda ini selalu memperlakukan aku seperti anak TK," protes Kaysa memelas.
"Itu karena kamu memang tidak ada dewasa-dewasanya!" sindir Syadev dengan suara ketus.
"Anak bodoh ini, bukannya berterima kasih malah mengatai aku seperti itu" batin Kaysa kesal.
"Ya sudah Ayah pulang duluan yah? Takut nanti waktunya tidak keburu," pamit Syauqi putrinya.
Kaysa dengan lincah memeluk Ayah dan Bundanya.
Kemudian berganti memeluk Syadev sambil berbisik, " Selamat menikmati perjalanan yang indah ya? Semoga berhasil mendekati Anggun."
Syadev terkejut, pemuda itu tidak mengira jika saudara kembarnya berniat untuk menolongnya.
"Terima kasih, nanti malam aku traktir," jawab Syadev tersenyum manis.
"Kamu harus siap-siap tabunganmu terkuras habis," jawab Kaysa riang.
Syauqi dan Zhia terkejut, karena baru kali ini Syadev bisa tersenyum manis pada Kaysa, karena biasanya selalu menampakkan wajah jutek dan tidak suka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat akur?" tanya Zhia penasaran.
Kaysa dan Syadev hanya tertawa lirih, karena takut jika rencana PDKT pada Anggun terbongkar.
"Kalian semua hati-hati ya!" teriak Kaysa riang.
Syadev melambai tangannya dari dalam mobil, pemuda itu terus tersenyum sumringah pada Kaysa.
Selepas kepergian keluarga Syauqi. Keluarga Faisal juga ikut berpamitan.
"Nak Alarik, Kaysa. Kami pamit dulu yah? Kami mau menengok Reki dulu," ucap Faisal.
"Iya, Om. Maaf untuk saat ini aku belum bisa ikut," jawab Alarik sopan.
"Tidak apa-apa, kamu memaafkan kesalahan Reki saja Om sudah merasa berterima kasih," ucap Faisal tulus.
"Kaysa, aku pergi. Jaga dirimu baik-baik," sela Gio pada mantan pacarnya.
"Iya, Gio. Semangatlah!" jawab Kaysa riang.
Kini di depan rumah yang besar itu hanya ada Kaysa dan Alarik. Karena semua pelayan sedang sibuk membersihkan rumah agar rapi kembali.
"Kak Al, mumpung aku di sini diajak jalan-jalan dong," pinta Kaysa sambil bergelayut manja di lengan kekasihnya.
"Iya, sayang," jawab Alarik lembut sambil mengelus kepala calon istrinya.
"Di siang hari rumahnya terlihat lebih keren, bagaimana Kak Al bisa tahu seleraku?" tanya Kaysa riang.
"Karena kita satu hati, jadi apa yang kamu sukai Kak Al pasti tahu," jawab Alarik puas.
"Ciee... sudah pintar menggombal," goda Kaysa.
"Karena belajar darimu," balas Alarik tersenyum mesra.
"Waktu kita terbatas, ayo kita berangkat holiday sekarang," ajak Kaysa sambil menarik tangan Alarik.
Pemuda itu hanya tersenyum saja menanggapi calon istrinya yang antusias.
"Kita kemana?" tanya Alarik sambil memasang sabuk pengaman pada Kaysa.
Wajah Alarik yang begitu dekat dengan Kaysa membuat gadis itu terpana.
"Kak Al modus," ejek Kaysa.
"Siapa yang modus? Kamu ini yang ceroboh, selalu lupa memakai sabuk pengaman," jawab Alarik sambil membenarkan duduknya seperti semula.
Namun karena Kaysa tertawa, Alarik menjadi kesal sendiri.
"Ada perempuan cantik di sini tapi Kak Al cuek saja, aku kadang curiga mungkin sebenarnya Kak Al lebih tertarik pada sesama jenis," sindir Kaysa dengan senyuman mengejek.
Dengan cepat Alarik mencium bibir Kaysa dengan lembut. Wajah Kaysa memerah, gadis itu tidak menyangka jika kekasihnya memiliki keberanian untuk mencium terlebih dahulu setelah di provokasi.
Alarik yang tadinya hanya berniat mengisengi Kaysa justru dirinya terjebak dalan kenikmatan yang tidak bisa dihentikan. Wajah Kaysa yang merona semakin membuat Alarik terpesona dan hanyut dalam sihir cintanya.
__ADS_1
Kaysa yang biasanya agresif kini hanya memejamkan matanya karena menahan malu, sedangkan Alarik semakin bergairah melahab bibir Kaysa yang manis.
Tiba-tiba muncul salah satu pelayan yang mendekati pintu mobil. Karena jendela terbuka pelayan itu langsung terkejut karena malu dan ketakutan.
Alarik sendiri juga merasa malu karena ketahuan sedang berciuman di dalam mobil.
"Maafkan saya, Tuan. Saya hanya berniat memberikan dompet Anda yang terjatuh di sofa," ucap pelayan itu sembako mengulurkan dompet temuannya.
"Iya, terima kasih," jawab Alarik menahan malu.
Setelah pelayan itu pergi, Kaysa langsung tertawa ngakak.
"Apa kamu tidak merasa malu?" tanya Alarik heran.
"Tentu saja tidak, aku ini hanya gadis kecil yang lemah. Pelayan itu pasti mengira jika aku hanyalah korban Tuannya yang suka menindas gadis ," jawab Kaysa enteng.
"Oh sungguh luar biasa lidahmu ini, harus diberi pelajaran," jawab Alarik melanjutkan aksinya lagi.
Kini ciuman Alarik semakin ganas, pemuda itu sudah kalah melawan nafsunya sendiri.
Keimanan seseorang memang bisa kuat dan kadang juga bisa runtuh jika di depan seseorang yang sangat dicintai. Apalagi jika berhadapan dengan perempuan seperti Kaysa yang pintar menggoda dengan kata-kata itu.
Namun Kaysa juga bukanlah perempuan murahan, dia bersikap seperti itu hanya kepada Alarik saja. Baginya menyenangkan bisa mengerjai Alarik yang selalu terlihat menahan diri.
"Kaysa, kita harus segera menikah. Aku sulit sekali mengendalikan diriku di hadapanmu," bisik Alarik setelah puas mencium calon istrinya.
"Kalau sulit dikendalikan maka lepaskan saja," jawab Kaysa enteng.
Takk...
"Kamu ini..." kata Alarik sambil menjitak krpala Kaysa.
"Kak Al selalu menyiksaku, ini namanya KDRT," balas Kaysa kesal.
"Maaf, Kak Al reflek," jawab Alarik ngikik.
Kaysa hanya melirik saja.
"Apa kamu tidak takut kalau Kak Al akan berbuat yang lebih dari ini?" tanya Alarik serius.
"Akubtidak takut, karena aku yakin Kak Al tidak akan berbuat jauh dan melakukan sesuatu yang bisa menyakitiku," jawab Kaysa santai.
Alarik hanya tertawa lirih, karena gadis di sampingnya selalu bersikap seenaknya seperti itu.
"Hari ini kita mau ke mana?" tanya Kaysa serius.
"Aku ingin ke suatu tempat yang ada penjual ice cream terenak," jawab Kaysa sambil membayangkan kelembutan cream yang manis.
"Ayoo, Kak Al tahu di mana tempatnya," jawab Alarik bersemangat.
Setengah jam kemudian Alarik membawa Kaysa kesebuah sekolah dasar.
"Kenapa ke sini?" tanya Kaysa.
"Katanya mau ice cream enak. Di sini tempat sekolahku dulu, semoga aja masih ada yang berjualan," jawab Alarik.
"Sekarang Kak Al sudah dewasa, mungkin penjualnya sudah tua atau bahkan sudah meninggal," cetus Kaysa.
Takk...
Alarik menjitak kepala Kaysa lagi.
"Kak Al ini, aku ngambek loh," sungut Kaysa kesal.
"Kamu kalau bicara jangan sembarangan ah," tegur Alarik menahan tawa.
"Kamu tunggu di sini yah? Aku belikan dulu," ucap Alarik.
"Aku mau ikut," rengek Kaysa.
Alarik langsung keluar dan membukakan pintu untuk kekasihnya.
"Silahkan, Tuan Puteri," ucap Alarik lembut.
Kaysa merasa bahagia karena bisa melihat sekolah dasar kekasihnya di masa kecil.
"Aku jadi penasaran, apakah Kak Al dulu sewaktu kecil tipe anak yang nakal atau suka ditindas?" tanya Kaysa penasaran.
"Aku anak pendiam, tapi sangat populer karena sangat tampan dan berprestasi. Jadi banyak sekali penggemarnya," jawab Alarik tersenyum senang.
Kaysa percaya, karena besarnya saja setampan ini. pasti sewaktu kecil kekasihnya itu sangat imut.
Setelah sampai di kantin, ternyata yang dimaksud Ice cream terenak menurut Alarik adalah es buatan sendiri. Teksturnya lebih kasar tapi rasanya sangat enak.
"Enak sekali! Aku baru kali ini makan ice cream seperti ini," kata Kaysa senang.
__ADS_1
"Ini namanya es tong-tong. Yang membuat baunya sedap adalah buah nangka," jawab Alarik puas melihat kebahagiaan Kaysa.
"Aku ingin membeli yang banyak," ucap Kaysa lagi.
"Iya, harganya juga murah kok," jawab Alarik senang.
Tett... Suara bel di sekolah dasar itu berbunyi, anak-anak berlarian keluar.
"Kak Al, bagaimana perasaanmu mengingat masa kecil di sini?" tanya Kaysa penasaran,"
"Biasa saja. Karena tempatnya sudah berubah total, orang-orangnya juga berbeda semua. Jadi seperti di tempat asing," jawab Alarik serius.`
Saat mereka berdua berniat kembali, dari lawan arah mereka berpapasan dengan seorang perempuan cantik yang memakai seragam guru.
"Alarik?" ucap guru itu.
"Iya, Aku Alarik. Apa kamu mengenalku?" tanya Alarik.
"Ya ampun! Lama sekali kita tidak berjumpa. Kamu sampai melupakan aku. Aku Putri, teman sekelasmu dulu," ucap perempuan yang bernama Putri.
"Oh aku ingat, maaf aku pangling karena kamu sekarang berubah cantik," jawab Alarik jujur.
Kaysa menatap dengan pandangan cemburu.
"Sial, Kak Al bilang gadis itu cantik? Dan kenapa guru itu senyum-senyum seperti baru bertemu kekasihnya yang lama LDR an," batin Kaysa kesal.
"Oh iya, kenalkan. Ini Kaysa, calon istriku," sela Alarik lagi yang menyadari perubahan sikap Kaysa.
"Wah, selamat yah! Jangan lupa undangannya," jawab Putri.
"Kalau begitu aku pamit dulu ya?" ucap Alarik.
"Iya, hati-hati di jalan," jawab Puteri.
Kaysa hanya diam saja, bahkan di sepanjang perjalanan Kaysa cuek.
"Kita mau kemana?" tanya Alarik.
"Pulang," jawab Kaysa singkat.
"Nggak jalan-jalan dulu?" tanya Alarik lagi.
"Nggak minat," jawab Kaysa cuek.
Alarik langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"kenapa kamu marah?" tanya Alarik heran.
Kaysa tidak mau menjawab tapi justru memalingkan wajahnya keluar jendela.
Alarik segera menarik tubuh Kaysa dan menutup semua jendelanya. Kemudian pemuda itu memeluk Kaysa dengan erat.
"Tadi itu hanya teman biasa, bukan mantan atau teman dekat," bisik Alarik.
"Nggak peduli," jawab Kaysa cuek.
"Lalu kenapa marah?" tanya Alarik penasaran.
"Pokoknya Kak Al hanya boleh bilang cantik pada diriku saja," jawab Kaysa ketus.
Alarik tertawa, pemuda itu mengira jika Kaysa cemburu. Namun ternyata kesal karena dirinya memuji gadis lain.
"Iya... Iya maaf, Kaysa adalah gadis tercantik," bujuk Alarik tersenyum lega.
"Aku nggak mau permintaan maaf saja," sergah Kaysa.
"Lalu apa?" tanya Alarik penasaran.
"Bawa aku ke perusahaan Mandala," jawab Kaysa tertawa jahat.
Alarik meringis, pemuda itu tahu jika calon istri kecilnya sedang ingin melacak apakah ada perempuan simpanan di sana.
"Iya, Sayang," jawab Alarik pasrah tanpa takut, karena Kaysa adalah satu-satunya perempuan di hidupnya.
**Jangan Lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya yah 🙏Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Baca juga Novel romantis yang bikin baper parah, judulnya SCORPIO.
Menceritakan tiga sahabat yang kabur dari rumah dan tinggal bersama di suatu kota.
Saralee, Adella dan Aileen. Meskipun mereka memiliki bintang zodiak sama tapi sikap mereka berbeda.
Saralee bermusuhan dengan cowok Jenius dan misterius
Adella terikat dengan pengusaha angkuh
__ADS_1
Sedangkan Aileen terjebak cinta Bos Mafia yang tampan**