
Nayla terbangun lebih awal dari suaminya, dia masih merasa enggan beranjak dari ranjang.
Nayla menatap wajah tampan dihadapannya, tanpa sadar jemarinya menyentuh kening Rendra, kemudian menyusuri ke hidung yang mancung dan turun ke bibirnya.
Tiba-tiba Rendra membuka matanya secara perlahan, mata memikatnya menatap Nayla yang ada di hadapannya,
"Apakah sudah puas memainkan wajahku?" goda Rendra.
Nayla segera bangkit karena merasa malu, namun seketika tubuhnya ditarik dan rubuh tepat diatas dada suaminya.
"Mau kemana? kenapa terburu-buru?" goda Rendra lagi.
Nayla hanya diam, dia menyembunyikan wajahnya dalam dekapan suaminya.
"Istriku nakal sekali semalam! aku jadi tidak sabar menantikan malam berikutnya," bisik Rendra di telinga Nayla.
Suara Rendra membuat Nayla memanas tubuhnya, dia merasa malu sekali karena tidak bisa mengendalikan dirinya.
Semalam Nayla dengan Agresif memuaskan suaminya tanpa dia harus kehilangan keperawanannya.
"Mas, ayo mandi! setelah itu kita Sholat," kata Nayla melepas pelukan suaminya.
Rendra menuruti istrinya, mereka segera mandi dan Sholat.
Tepat jam 5 pagi, dokter yang membantu Nayla untuk latihan berjalan sudah datang.
Sedangkan Rendra sibuk memasak dan membersihkan rumah, karena dia sengaja tidak menyewa pembantu.
Baginya lebih baik semua dikerjakan sendiri, karena untuk mengisi waktu luangnya.
~ ~ ~ \# ~ ~ ~
Setiap rumah tangga yang baru dibina memang selalu memiliki cerita yang berbeda, seperti Dony yang pagi-pagi sudah masuk kekantor dengan wajah cemberut,
Syauqi dan Zhia tengah duduk disofa berduaan, mereka sedang bercengkrama karena memang belum waktunya bekerja.
Tiba-tiba mereka berdua dikagetkan dengan kehadiran Dony yang menampakkan wajah frustasi, Zhia segera bangkit dan menyuguhkan kopi serta cemilan lainnya.
"Don, bukankah kamu masih cuti? kenapa sekarang ada disini?" tanya Syauqi.
__ADS_1
Dony tak mau menjawab, dia malah berbaring disofa dekat Syauqi.
Terlihat lingkaran hitam disekitar matanya, sepertinya dia tidak tidur semalaman.
Zhia tahu, sepertinya ada sesuatu yang mau dibicarakan antara sesama lelaki, diapun berjalan masuk ke kamarnya,
"Silahkan kalian mengobrol dulu!aku mau tiduran di kamar ya?" pamit Zhia.
Dony mengangguk, dalam hatinya berterima kasih karena Zhia memberi kesempatan padanya untuk bercerita dengan Syauqi, karena jujur saja, dia tidak mungkin bisa curhat kalau ada Zhia.
Syauqi segera bangkit menyusul istrinya, dia mencium mesra keningnya sambil mengelus perut Zhia.
Dony hanya bisa menatap iri dengan kemesraan mereka, dia merasa kesal sendiri.
Kemudian Syauqi menyusul Dony lagi, dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi,
"Ceritakan Don! kenapa pagi-pagi kamu kesini?" tanya Syauqi santai.
Meskipun Syauqi terlihat cuek, sebenarnya dia selalu perduli pada teman dekatnya, dia tak segan-segan membantu jika Dony dalam kesusahan.
"Semalam rencana malam pertamaku gagal total, Nindy sekarang malah sedang marah padaku," kata Dony frustasi.
"Memangnya kenapa?" tanya Syauqi semakin penasaran, walaupun sebenarnya dalam hatinya ingin tertawa yang keras. Namun dia tahan, tak ingin membuat Dony semakin kesal.
"Semalam aku dan Nindy sedang asyik-asyiknya pemanasan, tiba-tiba ponselku berdering. Nindy sangat curiga kenapa tengah malam ada telpon, kemudian dia yang mengangkatnya, ternyata menelpon adalah salah satu mantanku. Entah mantanku bilang apa, tapi Nindy langsung mengamuk, dia membanting ponselku, bahkan aku ditamparnya. Setelah itu dia menendang ku keluar dari kamar," kata Dony dengan wajah memelas.
Dony menjadi marah, karena dia merasa dilecehkan, kemudian dia melempar Syauqi dengan bantal kecil,
"Sialan!" pekik Dony.
"Hey, ini di kantorku! berani melawan bosmu sendiri siap-siap kamu dipecat," sindir Syauqi.
"Aku kan sedang cuti!" balas Dony tak mau kalah.
"Kamu ini payah! dari pada kamu bersembunyi disini, lebih baik sekarang kamu beli bunga! atau barang kesukaan istrimu. Kemudian di depan dia kamu blokir semua nomer mantan-mantan kamu. Yakinkan jika kamu hanya mencintai Nindy!" saran Syauqi.
"Nindya tidak seperti istrimu yang murah hati, mana mungkin dengan semudah itu dia mau memaafkan aku," jawab Dony putus asa.
"Baru satu hari menikah, kamu sudah K.O seperti itu," sindir Syauqi.
"Seandainya kamu jadi aku? apa yang harus kulakukan? Nindya wanita yang keras kepala dan gengsinya besar," tanya Dony lagi, dia mengakui jika Syauqi selalu memiliki ide yang jitu. Syauqi tak pernah gagal dalam setiap rencananya dalam hal apapun.
"Kamu cari mantanmu! kalau perlu kamu ancam dia supaya dia mau meminta maaf pada Nindya, dan dia mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin Nindya pasti merasa bangga dan tidak marah lagi padamu," saran Syauqi.
__ADS_1
Doni terdiam, dia merasa ide ini terlalu kejam, tapi dia juga merasa benar dengan apa yang dikatakan Syauqi, karena dia tahu jika mantannya sengaja merusak malam pertama mereka.
kemudian Dony segera pamit pulang.
Sepeninggalannya Dony, Syauqi masuk ke kamar menyusul istrinya,
"Mas Dony sudah pergi?" tanya Zhia, dia juga terlihat habis berbicara dengan seseorang lewat telepon.
"Iya, kamu barusan telepon dengan siapa? tanya Syauqi menyelidik.
"Nindy," jawab Zhia.
Syauqi hanya tersenyum, kemudian dia segera berbaring di samping istrinya,
"Apa kamu akan selalu percaya padaku?" tanya Syauqi lembut.
"Iya, Mas Syauqi," jawab Zhia mantap.
"Aku senang mendengarnya! semoga kita selalu seperti ini ya?" pinta Syauqi mencium pipi istrinya.
"Itu semua tergantung Mas Syauqi, biasanya penyebab rumah tangga hancur karena suami yang merasa bosan pada istrinya, dan dia mencari wanita baru yang lebih segar di luar rumah," sindir Zhia.
"Masa iya? aku malah tidak pernah kepikiran untuk dekat dengan wanita lain," jawab Syauqi tenang.
Zhia diam merenung, membuat Syauqi cemas kalau istrinya berpikir yang aneh-aneh,
"Sayang, kamu tidak sedang curiga padaku kan?" tanya Syauqi.
"Tidak, Mas Syauqi. Aku hanya merasa akhir-akhir ini selalu teringat Nayla. Semenjak kecelakaan dia tak ada kabar sama sekali," kata Zhi.
"Nayla? cewek yang kelihatan nakal itu ya?" tanya Syauqi mengingat penampilan Nayla.
"Iya, padahal sebelum kecelakaan itu kita berdua sedang berniat untuk membeli buku tentang Agama Islam," jawab Zhia merasa bersalah.
"Buku yang kamu berikan padaku itu? berarti sebelum menikah kamu sudah peduli padaku ya?" goda Syauqi supaya istrinya tersenyum.
"Tentu saja! Bagaimanapun juga kamu adalah calon Ayah dari anak-anakku, aku tidak mau kamu menjadi contoh yang buruk sebagai imam keluarga," kata Zhia sambil memukul dada suaminya karena kesal.
Syauqi tahu, tentang wanita hamil yang mudah emosi. Cara ampuh untuk menenangkannya dengan memberi pelukan dan rayuan manis,
"Iya sayang, terimakasih banyak ya? berkat kamu aku sekarang bisa menjadi orang yang lebih baik, dan kamu juga jangan khawatir lagi! aku yakin jika Nayla temanmu itu sekarang sudah baik-baik saja, karena dia terlihat wanita yang kuat," bujuk Syauqi lembut.
Mendengar suara manis suaminya, Zhia menjadi tenang. Dia memeluk suaminya dengan erat, karena dalam pelukannya Zhia merasa damai.
__ADS_1
* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.
Mojugahon kritik dan sarannya , semoga kedepannya novel ini bisa lebih baik🙏*