CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 109


__ADS_3

Setelah acara pesta pernikahan Darren dan Zahra berakhir, semua tamu berpamitan undur diri.


Reki dengan tekad yang kuat memberanikan diri untuk meminta izin mengantarkan Orlin pulang.


"Baiklah, tapi harus sampai pada tepat waktunya!" kata Rendra tegas.


"Iya, Om. Terima kasih banyak sudah mengizinkan," jawab Reki bahagia.


Orlin yang sedang berdiri di samping Mamanya tidak kalah bahagianya melihat papanya sudah mulai luluh.


"Orlin, Reki. Kalian hati-hati ya? Kami berangkat duluan," pamit Nayla sambil menggandeng suaminya agar segera meninggalkan tempat itu.


"Iya," jawab Orlin dan Reki tersenyum ceria.


"Mari," ajak Reki kemudian.


Setelah masuk ke dalam mobil Orlin mendapatkan notifikasi dari ponselnya. Setelah di buka ternyata adalah kiriman video Reki yang menari dengan pakaian perempuan. Seketika Orlin tertawa keras sampai perutnya terasa sakit.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Reki penasaran.


"Lihatlah!" ucap Orlin sambil memperlihatkan apa yang barusan dikirim oleh Kaysa.


"Dasar anak itu!" umpat Reki menahan malu.


"Untuk apa malu? lagi pula yang melihat adegan secara langsung juga banyak tadi," ejek Orlin.


"Kamu jadi seperti Kaysa kalau kaya gini," sindir Reki.


"Kamu sendiri loh yang menerima tantangan itu," jawab Orlin ngakak.


"Kalau tidak berhenti tertawa akan aku cium," ancam Reki.


Seketika Orlin terdiam dan kikuk, Reki melirik ke wajah merona Orlin dengan perasaan geli.


"Kenapa wajahmu seperti itu? Nanti setelah menikah aku akan menciummu setiap detiknya," goda Reki.


"Jangan mesum!" pekik Orlin.


"Apanya yang mesum, aku bilang kan kalau sudah menikah. Jangankan mencium, lebih dari itu juga tidak akan ada yang melarang," goda Reki merasa senang.


Orlin diam saja, baginya membicarakan hal seperti itu sangat memalukan. Apalagi di depan seseorang pemuda yang dicintainya.


"Bagaimana dengan tiket liburan ke Parisnya?" tanya tanya Reki ingat sesuatu.


"Mana mungkin papa mengizinkan? Kita ini belum menikah jadi papa pasti akan memberikan garis yang tegas!" jawab Orlin tanpa ragu-ragu.


"Tidak masalah, bagiku yang terpenting aku bisa menunjukkan pada semua orang jika aku tulus mencintamu. Soal tiket itu kelak aku juga bisa membeli sendiri," ujar Reki santai.


Orlin tersipu malu dengan penuturan kekasihnya tersebut.


"Sebaiknya kamu ikut pulang orang tuamu ke London ya? Setelah itu aku akan menyusul kamu," ucap Reki menyakinkan.


"Iya," jawab Orlin yang sudah tahu dengan maksud ucapan Reki barusan.

__ADS_1


Orlin kali ini yakin jika nanti Reki melamarnya pasti kedua orang tuanya akan setuju. Sebab papanya itu sudah bersikap lebih baik.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Pagi harinya Syadev dan Anggun di antar keluarga mereka sampai di Bandara. Beberapa hari tinggal bersama membuat mereka berdua merasa berat untuk berpisah.


"Syadev, ingat! Kamu harus bisa cepat menyelesaikan belajarmu," kata Syauqi.


"Iya, Ayah. Percayalah pada puteramu ini," jawab Syadev meyakinkan.


"Anggun, setiap saat kamu harus menghubungi Bunda ya?" pinta Zhia haru mengingat menantunya sedang hamil.


"Tenang saja, di sana Ayah sudah menghubungi teman-teman Ayah. Jadi nanti kalau Anggun mau lahiran sudah di atur," timpal Syauqi.


"Terima kasih ya, Ayah," ucap Syadev bangga pada Ayahnya yang selalu siap sedia.


"Kak, jaga diri baik-baik," ucap Flora memeluk kakak lelakinya.


"Hey, jangan cengeng seperti kakak perempuanmu!" goda Syadev.


Saat ini Kaysa memang sedang menangis, begitu tahu dia ketahuan Kaysa langsung berpaling dan berpura-pura cuek.


Syadev langsung tersenyum dan mendekati Kaysa. Karena Kaysa masih bersikap jutek Syadev kemudian memeluk saudara kembarnya.


"Ingat! Kamu sekarang sedang hamil, jadi harus jaga diri dan jaga tingkahmu juga," tutur Syadev seperti seorang kakak.


"Aku tahu, harusnya aku yang bilang kalau kamu sekarang sudah mau jadi seorang Ayah. Jadi kamu jangan bersikap seenaknya sendiri," balas Kaysa memeluk Syadev erat.


Mereka yang melihat kedua saudara kembar itu tertawa sekaligus menangis, sebab mereka terlihat saling menyayangi tapi juga sama-sama gengsi.


"Iya, kamu tenang saja. Soal Kaysa sekarang sudah menjadi tanggung jawabku. Kamu fokuslah pada kelurga kecilmu! Semoga sukses di sana ya?" jawab Alarik.


Kaysa tiba-tiba saja menangis dan memeluk Syadev sekali lagi.


"Bodoh! Kamu cepatlah pulang ya? Nanti kita beradu anak siapa yang paling cerdas," kata Kaysa mewek.


Syadev kaget, tangan pemuda itu langsung memukul kepala Kaysa secara perlahan.


"Kamu ini, masa iya mau mengadukan anak sendiri. Di lihat dari bibitnya juga sudah tahu siapa yang unggul," balas Syadev.


Semua orang yang awalnya menangis haru langsung tertawa melihat pertengkaran mereka.


"Sudah, nanti ketinggalan pesawat," kata Alarik yang membela istrinya.


"Iya, kami berpamitan dulu. Assalamu'alaikum," ucap Syadev tersenyum agar keluarganya tidak khawatir.


Setelah kedua punggung Syadev dan Anggun tidak terlihat, tiba-tiba hidung Zhia mimisan dan langsung pingsan.


Kaysa yang berada di samping Bundanya menjerit histeris.


"Bunda... Bunda...."


Alarik mencoba menenangkan istrinya sedangkan Syauqi langsung menggendong Zhia dan berlari menuju parkiran.

__ADS_1


Flora yang ikutan menangis juga berlari di belakang Syauqi. Saat itu tiba-tiba saja tubuhnya terhempas karena menabrak sesuatu.


Kaysa dan Alarik yang melihat adik mereka terjatuh langsung membantu Flora untuk berdiri.


"Flora... Kamu tidak apa-apa?" tanya Kaysa panik.


"Aku tidak apa-apa," jawab Flora menahan sakit di bagian sikunya.


Sedangkan seseorang yang tadi bertabrakan dengan Flora juga terjatuh. kening pemuda tersebut justru sampai berdarah karena terbentuk lantai cukup keras.


"Ya ampun, Kak Al. Bawa orang itu ke rumah sakit sekalian," kata Kaysa panik.


"Iya, kamu tolong bantu Flora jalan ya?" jawab Alarik.


Alarik membantu pemuda yang keningnya sudah bercucuran darah segar.


Sesampainya di parkiran, rupanya Mobil milik Syauqi sudah berlalu pergi.


Alarik dengan cepat memanggil taxi.


"Mau kemana?" tanya supir taxi sopan.


"Rumah sakit terdekat," jawab Alarik.


Sebenarnya Alarik tidak tahu kemana Ayah dan Bundanya itu, tapi Alarik yakin jika mereka pasti berada di rumah sakit terdekat.


Untuk memastikan Alarik mencoba menelepon Ayahnya, akan tetapi sama sekali tidak mendapat balasan. Baru setelah taxi berhenti di depan rumah sakit Syauqi menelpon menantunya tersebut.


"Ada apa?" tanya Kaysa.


"Untung saja Ayah dan Bunda juga ke rumah sakit ini. Ayo kita bawa pemuda itu untuk berobat," ajak Alarik.


Pemuda tampan yang usianya lebih muda dari Kaysa tersebut sedari tadi hanya diam dan menurut saat di suruh berobat.


"Ayah, Bunda kenapa?" tanya Kaysa panik.


"Tidak tahu, Bundamu masih belum sadar," jawab Syauqi tak kalah cemasnya.


"Kalau begitu aku antar dia duku ya?" pamit Alarik sembari menggandeng pemuda yang lebih muda darinya.


"Siapa dia?" tanya Syauqi penasaran.


"Seseorang yang tadi tanpa sengaja bertabrakan dengan Flora, Ayah. Karena dia terluka jadi aku bawa sekalian kesini," jawab Kaysa.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Syauqi beralih pada Flora.


"Aku tidak apa-apa, Ayah," jawab Flora.


Syauqi merasa lega jika putrinya tersebut baik-baik saja, sebab kondisi Zhia yang tadi tiba-tiba pingsan membuat pikirannya sudah kacau.


Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf lahir dan batin yaπŸ€—


Maaf sekali Author sudah beberapa hari ini tidak bisa up, karena memang sedang lebaranπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Semoga kalian semua selalu diberi kesehatan, umur panjang dan Riski lancar. Serta virus Corona yang tengah menghantui negeri tercinta kita ini bisa segera hilang agar kita semua bisa hidup dengan normal kembali.


Author mengucapkan terima kasih banyak, karena kalian sudah mendukung dengan cara Like dan Vote. Tetap nantikan kisah selanjutnya yaπŸ™πŸ™ Dan jangan lupa baca juga SCORPIO yang ceritanya tidak kalah seru dan bikin baper. Selamat membacaπŸ€—


__ADS_2