
Kaysa selalu merasa menjadi pemimpin karena di antara mereka bertiga dialah yang lahir duluan.
"Kita mau ke mana?" tanya Syadev.
"Kita jalan saja terus," jawab Kaysa.
Sedangkan Darren hanya diam membuntuti Kaysa, apapun yang menjadi keinginan gadis kecil itu pasti Darren akan menyetujuinya.
Di depan ruangan ada tiga orang perempuan yang sedang terlihat bahagia, mereka mengobrol sambil berdiri.
"Selamat, aku tidak menyangka karena kamu bisa lolos seleksi menjadi sekertaris," ucap salah satu dari mereka yang berkulit coklat.
"Selain gaji naik juga bisa bertemu dengan bos kita yang tampan," timpal perempuan disebelahnya berambut ikal.
" Iya, terimakasih. Aku yakin secara perlahan bisa mengambil hati Bos Syauqi," jawab perempuan yang terlihat paling tinggi dan cantik itu.
"Tapi Istri Bos Syauqi sangat cantik, aku dengar mereka juga sudah punya anak," sela perempuan berkulit coklat.
"Apa kamu tidak takut kalau dilabrak istrinya?" tanya perempuan berambut ikal.
"Sekarang jamannya pelakor merdeka. Meskipun istrinya Bos kita cantik. Tapi dia terlihat lemah, soal ranjang pasti aku bisa lebih memuaskan," jawab perempuan yang paling cantik itu.
Ketiga anak kecil itu tidak sepenuhnya tahu dengan apa yang mereka dengar dari perempuan dewasa itu. Tapi mereka tahu jika intinya wanita yang tercantik itu berniat ingin menggoda Bos Syauqi alias Ayah si kembar.
"Berani-beraninya..." Teriak Kaysa lantang.
Ketiga wanita yang sedang ngobrol itu langsung menoleh pada asal suara.
"Siapa anak kecil itu? Cantik sekali!" puji wanita berkulit coklat.
"Yang di belakang juga tampan-tampan," timpal wanita berambut ikal.
"Aku yakin, jika aku punya anak dengan Bos Syauqi pasti lebih cantik dan lebih tampan dari mereka," jawab Wanita yang paling tinggi.
Syadev marah, tapi dia masih bisa menahannya. Sedangkan emosi Kaysa sudah menguap sampai di ubun-ubun.
Kaysa mengamuk. Seluruh barang yang ada di depan matanya jadi sasaran.
Bahkan Vas keramik yang ukurannya dua kali lipat dari tinggi badannya di dorong sampai pecah.
Semua orang yang ada di ruangan segera keluar karena penasaran.
Semua orang tidak tahu siapa Kaysa dan Syadev. Karena selama ini Syauqi sengaja tidak mempublikasikan wajah anak-anaknya supaya terhindar dari niatan buruk orang jahat.
"Anak siapa ini? Kenapa bisa mengacau di sini?"
"Aku penasaran siapa orang tua anak nakal itu?"
"Aku yakin orang tuanya akan segera mendapat masalah besar,"
Kaysa semakin mengamuk, saat Pak Manager yang mencoba mendekatinya, orang tersebut langsung dilempar dengan ponsel.
"Cepat, panggil satpam saja! Biar dibawa keluar," teriak wanita tadi yang ingin menggoda Syauqi.
Kaysa langsung mengarah padanya. Tatapannya penuh dendam.
Darren sudah ketakutan, putra Dony itu merasa seperti gula yang dikerubungi semut.
Sedangkan Syadev hanya diam tanpa menghentikan Kakak perempuannya. Karena seandainya di cegah juga tidak akan bisa menghentikan kemarahan Kaysa.
"Syadev! Mana ponselmu," teriak Kaysa.
Syadev langsung memberikan ponselnya untuk Kakak perempuannya. Dia rela ponselnya rusak asalkan bisa menutup mulut wanita yang sombong tadi.
"Tante jelek, aku benci kamu! Rasakan ini," Teriak Kaysa sambil melempar ponselnya tepat mengenai hidung wanita itu.
Seketika wanita itu menjerit karena kesakitan, bahkan hidungnya sampai memerah.
Empat satpam mulai datang karena mendengar keributan.
"Satpam! Usir anak kecil itu keluar," bentak Wanita itu.
Ke empat satpam sudah mengenal siapa anak-anak kecil yang ada dihadapan mereka. Jangankan mengusir, menatap saja tidak berani.
Dony mendapat laporan ada kerusuhan di bawah. Dia langsung melesat turun karena khawatir dengan anak-anak.
"Kaysa, Kamu kenapa sayang?" tanya Dony cemas.
__ADS_1
"Di mana tempat kerja orang-orang itu?" tanya Kaysa sambil menunjukkan jari telunjuknya pada orang-orang yang tadi berkata buruk tentangnya.
"Di sebelah sana, memangnya ada apa?" tanya Dony heran.
"Kaysa tidak menjawab, gadis kecil itu langsung masuk ke ruangan Divisi Humas.
Dony ingin mengejar, tapi Syadev sudah menghadang di depan pintu.
"Jangan masuk, Om Dony! Biarkan dia melakukan apaupun yang dia mau," kata Syadev dingin.
Dony menghembuskan napasnya dengan berat. Dia mulai menelpon Syauqi.
"Bos turunlah! Aku tidak bisa menghentikan anak-anakmu," ucap Dony santai.
Kaysa ada di dalam ruangan yang cukup besar seorang diri. Di sana gadis kecil itu mengacaukan isinya. Kini di atas meja hanya tersisa seperangkat komputer saja, yang lainnya sudah berhamburan di lantai.
Para Karyawan lain semakin penasaran, karena Direktur Dony saja sampai tidak bisa berbuat apa-apa.
Syauqi dan Zhia langsung menuju lokasi peristiwa. Sebenarnya tadi Syauqi sudah mendapat laporan dari pengawal yang dikirim kalau Kaysa mulai berulah, tapi Syauqi tidak mengira jika kejadiannya akan separah ini.
Syauqi hanya diam tanpa ekspresi. Sedangkan Zhia masuk ke dalam ruangan dan menarik lembut putrinya ke hadapan suaminya.
"Ayah beri waktu lima menit untuk menjelaskan!" ucap Syauqi dengan nada datar.
Semua karyawan yang mendengar langsung kaget dan ketakutan.
"Aku tidak bersalah, karena aku sedang menghukum seseorang yang berani-beraninya mau merebut Ayah dari Bunda," jawab Kaysa tegas tanpa merasa bersalah.
Semua orang terkejut. terlebih lagi Syauqi dan Zhia.
"Siapa?" tanya Syauqi santai.
Kaysa langsung mengacungkan tangannya pada wanita yang hidungnya terluka itu.
"Ayah, tadi Tante jelek itu bilang kalau Bunda lemah. Dan dia bisa memuaskan Ayah di ranjang," timpal Syadev dengan nada tajam, meskipun dia sendiri tidak paham maksud dari kata-kata itu. Yang dia tahu jika wanita itu telah menghina Bundanya lemah.
Syauqi menahan amarah, sedangkan Zhia sudah memerah karena merasa malu.
"Dan Tante jelek itu bilang kalau dia punya anak dengan Ayah pasti akan lebih cantik dariku...!" teriak Kaysa keras sekali.
"Darren, apakah yang dikatakan Kaysa dan Syadev itu benar?" tanya Syauqi.
"Iya, Om Syauqi. Darren juga mendengarnya," jawab Darren mantap.
Suasana menjadi hening dan mencekam. Para karyawan yang ada di situ sangat ketakutan, apalagi wanita tadi yang habis terkena lemparan ponsel.
"Dengar! Seandainya kamu tanpa busana sekalipun di depanku, melihatmu saja aku tidak akan sudi. Jangan pernah lagi berani bandingkan dirimu dengan Istriku, itu sangat tidak seimbang, karena bagai langit dan bumi," kata Syauqi tegas dengan tatapan tajam.
Orang lain yang mendengar saja ikut gemetar.
"Istriku, apa ada yang ingin kamu katakan?" tanya Syauqi berubah lembut.
Zhia langsung berdiri dan mendekati wanita yang sudah menangis karena malu dan ketakutan itu.
"Suamiku memang tampan dan kaya, jadi wajar jika banyak yang mengincarnya. Aku yakin di sini bukan hanya kamu saja yang menyukainya. Jadi aku persilahkan siapapun untuk mendekati suamiku, tapi itu jika kalian mampu!" kata Zhia santai.
Zhia segera kembali mendekati kedua anaknya dan suaminya.
"Ayah, Bunda. Ponsel aku rusak," rengek Kaysa.
"Punyaku juga," timpal Syadev.
"Kok bisa?" tanya Syauqi lembut.
"Aku lempar ke Tante jelek sama om gendut itu," ucap Kaysa sambil menunjukkan jarinya kesasaran yang di maksud.
"Lain kali tidak boleh seperti itu!" ucap Syauqi.
"Salah mereka sendiri membuat aku marah," jawab Kaysa merengut.
"Kaysa, karena kamu kantor ayah jadi berantakan," protes Syauqi, tapi dengan tatapan lembut.
"Aku tidak peduli, biar orang-orang itu yang membereskan sendiri," jawab Kaysa ketus.
"Bunda, Ayah. Maafkan Syadev," ucap Syadev menunduk.
"Tentu saja kalian harus di hukum," kata Zhia pura-pura marah.
__ADS_1
"Dihukum apa, Bunda?" tanya Kaysa merengut.
"Hafalkan surah Ad-Duha. Besok pagi setelah sarapan kalian harus setor ke Bunda," jawab Zhia tegas.
"Iya, Bunda," jawab Kaysa dan Syadev lemas sambil menunduk.
"Baiklah, ayo sekarang kalian tidur siang dulu di atas," kata Zhia menggiring ketiga anak kecil itu menuju kantor pribadi suaminya.
Selepas kepergian Istri dan anak-anaknya. Syauqi wajahnya berubah dingin dan menakutkan.
"Dony, bereskan masalah ini, dan buang sampah yang tidak berguna!" perintah Syauqi tegas.
"Siap, Bos," jawab Dony bersemangat.
"Ampun deh, ujung-ujungnya aku yang kena imbasnya," batin Dony.
*********************************
Kedua anak kembar dan Darren sudah tertidur di kamar, sedangkan Zhia masih duduk di sofa sambil memakan buah belimbing. Mengingat kejadian tadi dirinya tidak bisa berhenti tersenyum.
"Aneh, padahal anak-anakku sangat bandel tapi entah kenapa kali ini aku sangat bangga pada mereka," batin Zhia.
Syauqi baru saja memasuki kantor pribadinya, Daddy tampan itu merasa heran karena istrinya terlihat sangat bahagia.
"Sayang, apa yang membuat kamu sebahagia ini?" tanya Syauqi.
"Aku bangga telah melahirkan anak-anak yang hebat," ucap Zhia sumringah.
"Benar, anak-anak yang telah kamu lahirkan sangat hebat. Dan karena kehebatan mereka sekarang aku tidak akan punya penggemar lagi," jawab Syauqi nyengir.
"Oh, jadi kamu kecewa karena tidak ada yang akan menggodamu lagi?" sindir Zhia mulai kesal.
"Bukankah tadi kamu yang bilang sendiri, kalau suamimu kaya dan tampan. Pasti banyak yang menyukai. Dan kamu juga bilang, menyilahkan siapapun untuk menggoda suamimu," ucap Syauqi tersenyum puas.
"Oh, jadi Mas Syauqi merasa senang kalau di goda wanita lain?" tanya Zhia marah.
"Aku tidak bilang begitu," jawab Syauqi.
"Kalau begitu Mas Syauqi juga ikut dihukum, malam ini tidur diluar sendiri," jawab Zhia tegas dan langsung masuk ke kamar.
Syauqi menyusul, tapi pintunya sudah di kunci dari luar.
"Ya ampun, aku lupa kalau istriku sedang hamil. Emosinya pasti mudah naik," gumam Syauqi.
Syauqi segera kembali ke meja kerja, karena di sana sudah ada pekerjaan yang masih banyak.
***************************************
Di ruang kantor bagian Divisi humas, semua orang sedang kebingungan mencari barang-barang mereka sendiri yang sudah campur aduk dengan yang lain.
"Aduh, bagaimana ini? Aku bingung sekali."
"Aku tidak menyangka jika kedua anak tadi adalah anaknya Bos Kita."
"Iya, sangat menakutkan sekali. Sama persis seperti Bos kita."
"Tapi mereka sangat cantik dan tampan ya? Apalagi yang laki-laki, sangat cool."
"Hey, jangan injak laporanku!"
"Maaf, aku tidak sengaja."
"Sepertinya malam ini kita akan lembur sampai malam."
"Jangan mengeluh, masih mending kita tidak dipecat."
"Semua gara-gara wanita itu yang sok kecantikan, tadi dia langsung di usir sama Pak Dony."
"Itu salah dia sendiri."
Seperti pasar, semua orang yang ada di ruangan itu ribut sendiri.
Kejadian tentang kedua anak kembar Tuan Syauqi Malik yang mengacaukan kantor langsung menjadi tranding. Sampai orang-orang yang bekerja di bagian Divisi lain menjadi sangat penasaran.
Terima kasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya semoga Novel Cinta yang terpaksa bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1