CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 131


__ADS_3

Syauqi tak habis pikir orang gila mana yang berani memberikan syarat seperti itu. Baginya tak masalah andaikan dia kehilangan harta asalkan istrinya selamat tanpa mengorbankan kebahagiaan putri bungsunya sendiri.


"Putriku masih di bawah umur. Kenapa Anda tidak minta seluruh harta saya saja?" sela Syauqi merebut ponsel dari tangan Syadev dengan bahasa Jepang yang fasih.


"Putri Anda lebih menarik dari harta, lagi pula keponakan saya juga masih kuliah. Jadi Anda tidak perlu khawatir, pernikahan itu akan dilakukan empat tahun lagi," jawab pendonor dengan nada santai.


"Saya pikirkan dulu, dan terima kasih," balas Syauqi langsung menutup sambungan telepon.


"Sialan, dia mau main - main denganku ya?" pekik Syauqi penuh amarah.


Dony sudah tidak kaget menghadapi emosi Syauqi yang meledak - ledak seperti itu. Akan tetapi bagi anak - anaknya yang baru kali ini melihat Syauqi marah menjadi takut sekaligus sedih.


Flora langsung berlari menghampiri Ayahnya dan memeluk Ayahnya tersebut dengan erat.


"Ayah, jangan marah - marah lagi! Nanti Bunda sedih kalau melihat Ayah seperti ini," bujuk Flora lembut persis seperti kelembutan Zhia.


Seketika Syauqi menangis dan duduk berlutut di depan Flora.


Putri bungsunya itu sangat lemah, Syauqi mana tega melepaskan Flora ke tangan orang yang tidak di kenal. Apalagi Flora masih teramat polos.


"Ayah, ada apa? Bagaimana dengan orang tadi? Apakah bisa mendonorkan untuk Bunda?" Sela Kaysa yang juga mendekati Ayahnya.


"Ayah yakin pasti ada cara lain," kata Syauqi berdiri lagi sambil menghapus air matanya.


"Ayah, tapi Bunda tidak bisa menunggu lebih lama lagi! Memangnya tadi orang itu kenapa?" tanya Alarik panik.


"Orang itu tidak mau diberi harta, tapi…" kata Syadev yang tak bisa melanjutkan kata - katanya.


"Minta apa?" tanya Nindya dan Nayla yang semakin penasaran.


"Pernikahan dengan Putri Syauqi," sela Dony ikut bersedih.


"Apa?" Pekik semuanya.


Mereka tahu, putri Syauqi yang belum menikah adalah Flora, sedangkan Flora masih di bawah umur.


"Walaupun pernikahan itu masih lima tahun lagi tapi aku takkan bisa mengorbankan putriku, lagi pula Zhia juga tidak akan bisa melihat putrinya sendiri menikah dengan orang asing," kata Syauqi memeluk Flora erat sambil meneteskan air matany.


Flora yang masih kecil, tapi bisa berpikiran dewasa itu langsung melepaskan diri dari pelukan Ayahnya.


"Ayah, kelak beberapa tahun lagi aku juga akan menikah. Entah itu dengan siapa hanya Alloh yang bisa menentukan. Bisa saja ini juga merupakan takdir yang Alloh rencanakan agar aku bisa bertemu dengan jodohku. Bukankah semua pasangan juga berawal dari keterasingan? Seperti Ayah dan Bunda pada awalnya juga merupakan orang asing. Kalau setelah mengenal pasti akan tumbuh rasa sayang. Ayah, aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku dengan senyuman jika saat ini aku melepaskan kesempatan terakhir untuk Bunda. Aku tidak mau menyesal seumur hidup, Ayah. Aku masih butuh Bunda, aku masih mau Bunda hidup bersama keluarga kita," rengek Flora menangis tapi dengan ucapan yang jelas.


Semuanya jadi ikutan terhanyut dengan ucapan Flora, si kecil yang bisa memahami keadaan.


Kaysa langsung memeluk Flora dengan erat.


"Maafkan kakak, Flora. Kakak selalu menganggap kamu lemah. Padahal hatimu justru lebih kuat dari kakak," ucap Kaysa.


Tiada satu orangpun yang yang tidak menangis, ikatan kasih sayang mereka sudah seperti satu tubuh. Jika ada satu bagian yang terluka sehingga bagian yang lain juga ikut merasakannya.

__ADS_1


"Maafkan Ayah, Flora. Dan terima kasih karena kamu mau berkorban untuk Bunda. Seandainya pendonor itu meminta seluruh harta Ayah, Ayah pasti sudah berikan. Tapi mereka tidak mau," jawab Syauqi merasa nyeri dadanya.


"Iya, Ayah. Mulai sekarang jangan pernah membahas tentang pernikahan itu lagi. Flora tidak mau Bunda menjadi sedih. Kelak aku akan bilang jika pemuda yang nanti menikahiku memanglah pilihanku sendiri," balas Flora sambil memeluk Ayahnya erat.


Syauqi yang pikirannya sudah kacau tak mampu memikirkan apapun lagi. Sedangkan Syadev masih bisa menaruh rasa curiga atas kejadian ini.


Kenapa orang tersebut menolak harta Syauqi yang terkenal konglomerat dan berlimpah? Kenapa justru memilih menunggu menikahi Flora yang masih kecil? Kalau memang orang itu beneran mencintai Flora maka bisa dengan cara halus melakukan pendekatan. Bukan dengan cara yang seakan terlihat pemaksaan.


"Kak, aku curiga kedepannya akan terjadi hal buruk. Sebaiknya mulai sekarang kita harus memperkuat diri," bisik Syadev pada Alarik.


"Kamu benar, aku sangat penasaran dengan pemuda yang kelak menikahi Flora," jawab Alarik.


Akhirnya Syadev menghubungi calon pendonor, dan meminta foto keponakan yang hendak menikah dengan Flora.


"Ayah, aku dan Kak Al ada urusan sebentar!" pamit Syadev.


"Iya, jangan lama - lama," jawab Syauqi yang masih bersedih.


Kemudian kedua putra Syauqi Malik itu segera pergi ke suatu tempat.


"Kita mau kemana?" tanya Alarik.


"Aku punya teman yang ahli hacker. Aku ingin melihat profil dari foto yang tadi di kirim," jawab Syadev.


Saat dalam perjalanan Alarik melihat - lihat foto yang ada dalam ponsel Syadev, dia seperti tidak asing tapi lupa siapa.


"Ada apa, Kak?" tanya Syadev.


Pemuda itu berambut pirang dan langsung terlihat kalau dari orang Jepang.


"Masih muda dan tampan, tapi aku tidak tahu seberapa berbahayanya orang itu," kata Syadev yang masih dipenuhi tanda tanya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Sebenarnya tiga hari yang lalu setelah mendapat izin dari orang tua angkatnya Dewa langsung berpamitan menuju Jepang, akan tetapi sesuai instruksi Paman Eiji dia pergi ke Amerika. Bahkan dia juga di suruh mengubah model rambutnya dan mewarnai warna pirang.


"Kita kenapa ke sini, Paman? Bukankah katanya aku kuliah di Jepang?" tanya Dewa.


"Dengar, saat ini Istrinya Syauqi sedang sakit parah dan butuh pendonor sumsum tulang belakang. Aku sengaja memalsukan data dan mengatur semuanya agar nanti saat operasi pencangkokan gagal lalu Istrinya yang cantik itu meninggal. Tak hanya itu, aku juga sudah mengatur rencana agar kamu menikah dengan Putri bungsunya, nanti kamu bisa bermain - main dengannya. Tadi dia dengan sombongnya menawarkan seluruh harta? Sedangkan aku tahu dengan otak putra - putranya yang cerdas mereka bisa membangun bisnis lagi," kata Paman Eiji dengan senyuman mengejek.


Dewa tiba - tiba merasa nyeri dadanya, entah kenapa dia tidak setuju dengan rencana pamannya itu.


"Ingat! Namamu Daichi! Lupakan nama Dewa," jelas Pamannya dengan nada tegas.


Kemudian tanpa sepengetahuan Pamannya, Dewa pergi ke rumah sakit. Dia memakai topi, kaca mata hitam dan masker. Dia yakin jika Flora melihatnya makan tidak akan sadar jika dia adalah Dewa.


Saat itu Dewa bisa mendengar secara langsung ucapkan Flora yang tegar bak Dewi khayangan.


"Ayah, kelak beberapa tahun lagi aku juga akan menikah. Entah itu dengan siapa hanya Alloh yang bisa menentukan. Bisa saja ini juga merupakan takdir yang Alloh rencanakan agar aku bisa bertemu dengan jodohku. Bukankah semua pasangan juga berawal dari keterasingan? Seperti Ayah dan Bunda pada awalnya juga merupakan orang asing. Kalau setelah mengenal pasti akan tumbuh rasa sayang. Ayah, aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku dengan senyuman jika saat ini aku melepaskan kesempatan terakhir untuk Bunda. Aku tidak mau menyesal seumur hidup, Ayah. Aku masih butuh Bunda, aku masih mau Bunda hidup bersama keluarga kita."

__ADS_1


Kata - kata Flora meruntuhkan jiwa Dewa lagi, dia menjadi sangat ingin menjadi dewa penolong Flora.


"Aku ingin membuat gadis kecil itu kelak merasa berhutang budi padaku," batin Dewa.


Tapi Takdir memang tidak bisa di tebak, Dewa yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan Zhia justru memiliki sumsum tulang belakang yang cocok.


"Flora, takdir memang mengharuskan kita bersama," batin Dewa tertawa puas.


Dewa sendiri masih bingung dengan hatinya, di sisi lain ingin mengikat Flora. Di sisi lain juga ingin balas dendam.


Kemudian Dewa langsung menghubungi orang pilihan pamannya untuk melakukan pencangkokan. Dengan ancaman dan memberi imbalan akhirnya Dewa berhasil. Nanti rencana saat operasi berlangsung mereka berdua akan bertukar tanpa sepengetahuan orang lain. Terlebih lagi oleh Paman Eiji.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Akhirnya saat - saat menegangkan akan segera di mulai, semua dokter pilihan sudah bersiap - siap ingin melakukan proses pencangkokan Zhia.


"Ayah, biar hatiku bisa yakin apakah pendonor itu bisa di cek lagi?" pinta Syadev.


Syauqi lalu bertanya pada dokter, akhirnya dokter itu menyetujuinya.


Saat itu seketika wajah Eiji menjadi pucat, sebab dia akan ketahuan menipu dan bisa mati di tempat.


"Kepokanku ini sudah di cek di rumah sakit Jepang," sergah Eiji dengan bahasa Jepang.


"Kami hanya ingin melakukan pemeriksaan lagi, sebab syarat yang kalian berikan di luar nalar," jawab Syadev tak kalah fasihnya.


Untung saja Pemuda bayaran Eiji juga mamakai masker alasan agar tidak terkena virus, dengan begitu semua tidak akan tahu jika saat hendak pemeriksaan Dewa sudah bertukar dan menyuruh orang tersebut untuk pergi.


Tak lama kemudian hasilnya muncul, pendonor memiliki kecocokan yang akurat dan bisa segera melangsungkan pencangkokan.


Eiji bisa bernapas lega, tapi dia menjadi penasaran kenapa bisa cocok? Apakah memang kebetulan? Karena dia sendiri tadinya hanya asal - asalan menyuruh anak buahnya untuk mendonor dengan bayaran yang besar.


Kini semua keluarga dan kerabat Syauqi hanya bisa berdo'a meminta keajaiban semoga semuanya bisa berjalan lancar.


Sedangkan di dalam ruangan Dewa memejamkan matanya, dia pasrah jika memang harus mati. Tapi di sisi lain juga ada harapan ingin menikahi Flora kelak. Sebelum bius menghilangkan kesadarannya Dewa terbayang wajah Flora yang menangis penuh lara.


Setelah melewati waktu - waktu yang menegangkan akhirnya selesai sudah. Para dokter keluar dengan senyuman yang mengembang.


Belum sampai kepala dokter mengucapkan sepatah kata Syauqi sudah langsung memeluk dan meminta maaf karena pernah marah dan memakinya.


"Jika saya di posisi Anda pasti juga akan melakukan hal yang sama," jawab Kepala Dokter dengan logat Amerikanya.


Akhirnya, keluarga Syauqi Malik bisa bernapas lega. Mereka tak henti - hentinya mengucapkan puji syukur atas anugerah ini.


Tapi lagi - lagi keanehan terjadi, saat Syauqi ingin bertemu dengan pendonor tapi Eiji Menolak.


"Saya harus segera membawa Keponakan saya untuk memulihkan diri. Dan jangan lupa perjanjian kita di masa depan, jika kalian mengingkari makan kami akan mengambil apa yang sudah kami beri," jawab Eiji tegas.


Walaupun sikap Eiji di rasa kurang mengenakkan hati tapi Syauqi tetap mengucapkan terima kasih. Karena Zhia kini bisa segera sembuh.

__ADS_1


**Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa Like, Vote dan kritik sarannya ya?


Ah... Seneng akhirnya Bunda Zhia bisa segera sembuh, jujur saja Author tidak suka kesedihan berlalu lama. Tapi sebel juga melihat Dewa yang aslinya perhatian tapi tidak mau mengakuinya Karena dendam. kedepannya di buat bucin sampai gila yah sama Flora, gemes deh🤗🤗🤗🤗**


__ADS_2