CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Bawa aku bersamamu


__ADS_3

Selesai sarapan pagi, Zhia dengan cekatan menyiapkan kebutuhan suaminya.


Karena Syauqi tubuhnya masih belum sembuh total jadi dia ingin suaminya nanti tidak telat makan dan minum obatnya.


"Sayang, apa saja yang kamu bawa? Sepertinya banyak sekali," Syauqi sedikit heran melihat Zhia membawa tas jinjing yang terisi penuh.


"Obat, bekal makanan dan beberapa cemilan, Mas Syauqi," jawab Zhia dengan senyuman cerianya.


Syauqi terpesona dengan kecantikan istrinya, pagi-pagi Zhia sudah membuat Syauqi mabuk kepayang. Dia segera meraih tasnya dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.


"Masih ada yang mau dibawa lagi tidak?" Syauqi mengingatkan, takut ada barang yang tertinggal.


"Sebenarnya aku pengen buah jeruk dan apel, tapi sepertinya persediaannya sudah habis di kulkas," rengek Zhia.


Syauqi tersenyum, dia tahu jika istrinya gemar ngemil buah-buahan.


"Iya, nanti beli di toko buah. Tapi kita ke perusahaan cabang di dekat sini dulu, ada beberapa berkas yang perlu aku cek," balas Syauqi dengan nada lembut, suaranya sangat merdu membuat Zhia selalu merindukan suara itu.


Syauqi memapah istrinya ke dalam mobil, dia selalu memastikan jika Zhia dalam posisi yang nyaman.


Syauqi sendiri segera menyusul dan menjalankan mobilnya secara perlahan.


Baru pertama kali ini Zhia dibawa ke perusahaan cabang milik suaminya. Gedungnya besar, tapi tidak sebesar yang di pusat.


Semua mata tertuju pada sepasang suami istri yang terlihat sangat harmonis, Syauqi berjalan beriringan dengan istrinya. Tangan kanannya menggenggam jemari tangan Zhia, sedangkan tangan kirinya membawa tas cangking tadi.


Beberapa anak buah langsung mendekat. Mereka menawarkan diri untuk membawakan tasnya, akan tetapi Syauqi menolak. Dia mengisyaratkan agar semua karyawan yang sedang memberi hormat padanya segera melanjutkan pekerjaannya kembali.


Kemudian Zhia sedikit terkejut melihat empat lelaki memakai seragam OB, mereka sedang sibuk mengepel lantai dan mengelap kaca.


"Ternyata sekarang mereka bekerja di sini. Itu lebih baik dari pada mereka mencari nafkah secara tidak halal," batin Zhia.


Mereka sadar jika diperhatikan Zhia, mereka segera berlari dan bersembunyi ketempat yang tidak terjangkau dari pandangan Zhia.


"Mas Syauqi, kenapa mereka berlari setelah melihatku?" Zhia keheranan.


"Abaikan saja, mungkin mereka masih merasa bersalah dan malu," jawab Syauqi tenang, dia tahu jika mereka tidak akan lagi berani macam-macam pada istrinya.


Semua karyawan di perusahaan cabang itu tahu jika Bos mereka sudah menikah. Tapi mereka juga baru kali ini melihat istrinya secara langsung.


Mereka heran, karena selama ini Bos mereka selalu tegas dan berwajah dingin. Bahkan dalam jarak lima meter saja mereka sudah menunduk ketakutan.


Akan tetapi mereka tidak mengira jika Bos mereka bisa bersikap lembut dan selalu tersenyum saat bersama istrinya.


Syauqi mengajak istrinya ke ruang kantor pribadinya. Da menelpon seseorang, kemudian beberapa detik kemudian masuk seorang lelaki yang usianya tak jauh berbeda dari Syauqi.


"Belikan buah jeruk dan apel yang terbaik!" kata Syauqi pada anak buahnya, kemudian dia berpaling pada istrinya.

__ADS_1


"Apa ada yang ingin dibeli lagi, Sayang?"


Zhia hanya menggeleng, karena dia tadi sudah membawa beberapa cemilan.


Syauqi mengisyaratkan anak buahnya untuk segera keluar, dan anak buah tersebut langsung mematuhinya.


"Sayang, kalau mau tiduran masuk keruang istirahat saja! Di sana ada tempat tidur." ucap Syauqi perhatian.


Zhia memasuki ruangan yang ditunjuk suaminya, di sana lengkap dengan kamar mandi juga.


Zhia berbaring, lima belas menit kemudian dia keluar lagi setelah mendengar suara pemuda yang tadi disuruh membelikan buah-buahan.


Melihat istrinya keluar, Syauqi segera mengupas buah jeruk dan menyuapi istrinya.


"Mas, aku bisa makan sendiri. Mas Syauqi fokus menyelesaikan pekerjaan saja! nanti tidak selesai-selesai," protes Zhia.


"Kalau begitu gantian istriku yang menyuapiku!" rayu Syauqi dengan senyuman mautnya.


Zhia patuh, dia menyuapi suaminya dengan senang hati.


Tepat jam sepuluh Syauqi sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia segera mengajak istrinya ke kantor pusat yang terletak di kota.


Sampai di sana sudah jam sebelas lebih, Syauqi langsung mengajak istrinya ke ruang kantornya yang sangat besar. Ada kamar tidur, kamar mandi, sofa dan televisi.


Zhia iseng membuka lemari, di sana juga penuh dengan baju kerja milik suaminya.


"Sebelum kamu kerja di tempatnya kak Elly, aku sering tidur di sini," kata Syauqi.


"Pertama kali memakan nasi goreng buatan kamu aku langsung ketagihan, begitu tahu kamu juga akan memasak di rumah sejak itu aku tidur di rumah terus," jawab Syauqi.


Zhia hanya tersenyum.


Kemudian dia mulai menyiapkan bekal makanan yang tadi dibawa, karena sekarang sudah waktunya makan siang.


Dengan penuh perhatian Zhia menyuapi suaminya yang masih sibuk mengecek laporan di lembaran kertas, setelah selesai dia juga menyuruh suaminya meminum obat.


Syauqi seperti anak kecil yang patuh pada ibunya, dia menikmati perhatian dari istrinya.


Zhia sendiri kemudian makan, dan dia duduk di sofa sambil membawa cemilan.


Meskipun dia asyik menonton televisi, tetapi Zhia bisa melihat pegawai yang keluar masuk. Dia juga bisa melihat suaminya yang berkali-kali menguap, mungkin karena efek minum obat.


Syauqi mendekati istrinya dan mencium keningnya.


"Sayang, apa kamu merasa bosan?" tanya Syauqi.


"Tidak, asalkan bersama Mas Syauqi aku tidak akan merasa bosan," jawab Zhia jujur. karena saat ditinggal suaminya, Zhia merasa jenuh dan selalu kepikiran terus.

__ADS_1


Hati Syauqi berbunga, dia segera menggendong istrinya dan memindahkan ke kamar tidur.


"Mas, ini siang-siang mau ngapain?" protes Zhia.


"Istriku ini punya imajinasi yang luar biasa, aku hanya ingin ditemani tidur siang saja pikiran kamu sudah langsung menjurus kesitu " goda Syauqi.


Zhia merasa malu sendiri, karena barusan dia memang berpikiran mesum.


Syauqi membaringkan istrinya di ranjang, dia sendiri juga ikutan sambil memeluk erat istrinya.


"Apa tidak apa-apa tidur siang, Mas?" tanya Zhia resah.


Syauqi tertawa dengan kepolosan istrinya.


"Ini perusahaan milikku, aku bebas mau melakukan apapun juga," jawab Syauqi. Dia kemudian memejamkan matanya.


Sedangkan Zhia tidak bisa tidur. Tetapi dia tetap memeluk suaminya juga, dia menghirup aroma wangi tubuh suaminya.


*****************************


Di waktu yang bersamaan pak Latief menemui Rendra saat makan siang.


"Sepertinya ada hal penting yang mau dibicarakan, Pak?" tanya Rendra sopan.


"Iya, mari kita mengobrol sambil makan siang," jawab Pak Latief.


Mereka berjalan beriringan menuju kantin, mereka juga segera memesan makanan dan minuman.


"Rendra, Bapak minta tolong, jika Nayla meminta nomer nyonya Zhia jangan dikasih," kata pak Latief serius.


"Kenapa, Pak?" Rendra merasa heran.


"Selama ini Bapak sengaja merahasiakan tentang kematian Iyas, orang yang dicintai Nayla. Jika Nayla menghubungi nyonya Zhia, pasti yang pertama ditanyakan adalah Iyas. Sedangkan untuk masa pemulihan Nayla dilarang berpikir stres, karena bisa memperlambat penyembuhannya," ucap pak Latief dengan nada memohon.


"Baiklah, Pak. Saya akan berusaha," jawab Rendra meyakinkan pak Latief.


"Selama ini saya melarang Nayla pulang ke Indonesia sebelum sembuh total, saya juga dengan sengaja menyembunyikan ponsel Nayla supaya dia tidak tahu kabar mengenai Iyas." timpal pak Latief merasa sedih, karena dia terpaksa membohongi putrinya.


"Tidak papa, Pak. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika seandainya saya di posisi Anda, apakah mereka kecelakaan bersama?" tanya Rendra penasaran.


"Saya cuma dengar, katanya sebelum pernikahan nyonya Zhia diculik mantan kekasihnya tuan Syauqi. Saat itu juga ada Nayla dan Iyas yang ikut mengejar. Namun diperjalanan mereka tabrakan dengan mobil lain," jawab Rendra.


Rendra tak habis pikir, ternyata hubungan Zhia dan Syauqi yang terlihat harmonis pernah memiliki rintangan.


Rendra menyetujui untuk membantu pak Latief,mereka pun mulai menikmati makanan yang sudah datang.


"Nayla, kamu sudah menganggap aku teman. Apakah nanti kamu akan kecewa padaku karena menyembunyikan sesuatu yang sangat penting bagimu?"

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2