
Pesawat yang ditumpangi Syadev baru saja mendarat di Bandara, dia kaget karena dari kejauhan terlihat Zahra yang sudah setia menunggunya.
Setelah berbulan-bulan tidak bertemu mereka berdua langsung saling berhadapan tapi tidak saling menyentuh.
Inge yang ditinggal Darren di belakang menjadi kesal.
"Kenapa kamu meninggalkan aku?" protes Inge.
"Maaf, Inge. Aku terlalu senang bertemu dengan kekasihku," ucap Darren.
"Oh, jadi ini kekasihmu ya? Perkenalkan, namaku Inge. maaf ya dulu aku pernah mencium kekasihmu itu," ucap Inge tanpa rasa bersalah. Karena Inge terbiasa hidup di luar negeri yang bebas.
Darren seperti terkena pukulan benda keras, ulu hatinya merasa ngilu melihat perubahan wajah kekasihnya itu.
"Oh, namaku Zahra," jawab Zahra masih mencoba tersenyum.
"Inge, aku ada urusan penting. Sebaiknya kamu naik taxi saja ya?" ucap Darren.
Dia tanpa menunggu persetujuan dari temannya terlebih dahulu tangannya langsung menarik lengan Zahra dan membawa kekasihnya menuju parkiran.
Zahra memberontak, gadis itu melepaskan tangan Darren dengan keras.
"Dengarkan aku… aku mohon. Semua itu tidak sama dengan yang kamu pikir," pinta Darren.
Zahra berlari sambil menyeka air matanya, Darren sangat tahu jika kekasihnya itu memiliki hati yang lembut. apalagi selama pacaran mereka bergandengan tangan saja tidak pernah.
Darren merasa frustrasi, baru pertama bertemu malah jadi runyam seperti ini.
Darren berlari mencari Zahra, ternyata gadis itu sudah masuk ke dalam mobil.
Darren langsung masuk membuka pintu mobil depan dan menarik keluar sopir pribadinya Zahra.
"Pak, maaf. Ini uang untuk ongkos taxi!" ucap Darren.
Karena pak sopir itu sudah mengenal siapa Darren maka dengan senang hati pak sopir menerima uangnya.
Zahra hanya diam saja tapi masih berlinang air matanya.
Darren membawa Anggun ke sebuah taman terdekat dengan bandara. Daren langsung mengajak kekasihnya untuk masuk.
Kini di taman yang penuh dengan bunga yang indah hanya ada mereka berdua, karena Darren sengaja mencari tempat yang sepi agar mereka bisa leluasa berbicara.
"Zahra, aku akui Inge memang menciumku. Tapi semua itu karena dia bercanda. Kamu jika sudah mengenal dia pasti akan tahu jika dia orang yang liar dan tidak punya aturan. Namun aku sama sekali tidak punya perasaan apapun padanya," bujuk Darren.
"Aku bersumpah, hanya sekali dan setelah itu kami tidak pernah bertemu," timpal Darren mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Aku sudah bolos kuliah hanya demi untuk menjemputmu, tapi apa yang aku lihat? Kamu malah bersama wanita yang juga pernah mengaku berciuman denganmu. Coba bayangkan bagaimana perasaanku?" Pekik Zahra menahan amarah.
Darren tidak tahu apa yang harus dijelaskan lagi, karena semua kebenaran sudah di ucapkan.
Kemudian Darren ingat, jika Anggun sedang kesal maka temannya itu akan memeluk istrinya dan menciumnya. Kemudian kemarahan Anggun akan mereda.
Darren mempraktekkan apa yang dilakukan Syadev, pertama Darren memeluk kekasihnya erat, kemudian mencium bibir Zahra dengan lembut.
Zahra kaget, tapi Daren tidak melepaskan pelukannya. Justru mencium Zahra lebih dalam lagi.
"Apa yang kamu lakukan?" rengek Zahra yang masih menangis.
"Agar kamu mengingat ciuman kita, dan kamu tidak akan mengingat Inge lagi. Aku bersumpah aku selalu setia padamu. Jika tidak percaya tanya Syadev dan Anggun, karena kemana-mana aku selalu bersamanya," bujuk Darren.
Zahra diam, gadis itu tahu seandainya Darren selingkuh pasti Syadev juga tidak akan tinggal diam saat sepupunya disakiti.
"Zahra, bagaimana kalau kita menikah saja?" tanya Daren serius.
"Apa? Kita ini masih muda," jawab Zahra ragu.
"Syadev dan Kaysa juga masih muda. Jujur saja jauh darimu aku sangat tidak bersemangat, apalagi setiap hari aku melihat kemesraan Syadev dan Anggun. Aku tidak tahan," rengek Darren.
Zahra diam, gadis itu tidak bisa berpikir lagi.
"Aku tahu, kamu hanya takut pada orang tuamu saja kan? Aku akan meminta bantuan Om Syauqi. Aku yakin Om Syauqi mampu membujuk Papa dan Tante Elly," timpal Darren bersemangat.
"Kamu ikut bersamaku, kita tinggal bersama di Amerika. Nanti kamu juga bisa menemani Anggun yang sedang hamil. Aku yakin Anggun pasti sudah tidak boleh kuliah lagi," bujuk Darren.
"Aku… Aku masih ingin kuliah," jawab Zahra gemetar.
Darren memberanikan diri untuk meraih kedua tangan Zahra.
"Kita masih akan lanjut kuliah, bagaimana?" bujuk Darren lagi.
"Aku sih tergantung izin dari orang tuaku," jawab Zahra.
"Yang terpenting kamu setuju, selebihnya biar aku yang urus," jawab Darren bersemangat.
"Ayo, kita segera pulang," ucap Darren riang.
Zahra mengiringi langkah kekasihnya dengan perasaan yang lega, bayangan ciuman mereka tadi membuat Zahra memerah malu.
Karena bagi Zahra itu merupakan ciuman pertamanya.
Tiba-tiba Zahra ingat nasihat Abinya yang seorang ustad. Kemudian Zahra istighfar berkali-kali dan menyesal karena sudah terkenal oleh hawa nafsu.
__ADS_1
"Darren, biarpun kita saling mencintai tapi kamu jangan lakukan hal seperti itu lagi padaku! Kamu tahu apa maksud aku kan?" pinta Zahra lembut.
"Aku tahu, makanya aku ingin kita bisa segera menikah," jawab Darren tersenyum senang.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Kaysa tengah sibuk menyiapkan pernikahan untuk saudara kembarnya itu. Karena ini hari spesial Syadev, makanya Kaysa mengganti yang kurang sreg dan mengecek agar lagi agar semuanya sempurna.
Hanya dalam satu hari Kaysa bisa mengerahkan suruhannya itu untuk mengatur semuanya.
Alarik kagum pada istrinya itu, sebab Kaysa sangat profesional dan handal.
Malam harinya baru selesai, Kaysa sangat kelelahan sekali.
"Istriku sayang, ayo istirahat dulu. Semua sudah selesai kan?" tanya Alarik perhatian.
"Sudah, tapi aku malah belum menyiapkan gaun untukku sendiri," rengek Kaysa.
"Memangnya malam-malam begini apa Mall masih buka?" tanya Alarik.
"Aku lebih suka rancangan Tante Nindya saja, setelah ini aku mau ke butik Tante Elly dan memilih gaun yang paling indah," kata Kaysa.
"Baiklah, ayo aku antarkan sekarang. Di mobil kamu tiduran saja ya, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan," pinta Alarik.
Kaysa langsung mencium pipi suaminya dengan gemas.
"Eh, ada orang banyak," protes Alarik yang malu.
"ih gayamu, apa tidak ingat semalam?" tanya Kaysa menggoda suaminya.
Semalam Alarik memang menggila sampai Kaysa sendiri merasa kewalahan.
Alarik hanya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam. Membayangkan itu Alarik jadi ingin mengulang kembali.
Kaysa yang tahu gerak gerik suaminya langsung bergegas menuju mobil agar suaminya tidak menyeret dirinya ke kamar.
Kaysa masih ingin menyiapkan banyak hal untuk dirinya sendiri saat acara besok. Sifat Kaysa yang selalu ingin menjadi yang terbaik memang sudah mendarah daging dalam tubuhnya.
**Terima kasih banyak ya, karena kalian sudah mendukung Author selama ini.
Besok kira-kira apa yang akan terjadi dalam pesta pernikahan Syadev ya?
- Apakah Darren dan Zahra di ijinkan menikah?
- Apa Cinta Antara Reki dan Orlin tumbuh bersemi?
__ADS_1
- Dan apakah Bima berhasil mengajak kenalan dengan Alifya?
di tebak yaaaa🤗🤗🤗🤗🤗**