CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 30


__ADS_3

Cinta adalah perasaan yang dimiliki setiap insan tanpa mengenal perbedaan status dan usia.


Seperti kisah antara Kaysa dan Alarik, meskipun awalnya mereka adalah kakak beradik tapi takdir akan menyatukan cinta.


Namun tidak semua orang bisa seberuntung cinta mereka, karena banyak juga kisah yang berakhir tragis seperti Romeo dan Juliet.


Alarik sangat menghargai setiap detiknya untuk dihabiskan dalam suatu kegiatan yang bermanfaat.


Seperti saat dia masih kecil, waktunya hanya digunakan untuk belajar dan belajar. Kini semua telah berlalu, berkat usaha kerasnya selama ini kini dia berhasil mengambil kembali yang apa yang sudah menjadi haknya.


Semua juga tak lepas dari dorongan cintanya kepada Kaysa. Karena Alarik sangat mencintai gadis manja itu sehingga membuat dirinya selalu ingin menjadi sosok suami yang bisa memberikan segalanya kepada sang tuan Puteri.


"Kaysa, kenapa tadi kamu bisa di rumah Gio?" tanya Alarik penasaran.


"Cemburu ya?" goda Kaysa.


"Tentu saja, lelaki mana yang tidak cemburu kalau kekasihnya bersama cowok lain, bahkan sampai datang ke rumahnya," jawab Alarik kesal.


"Tadi aku berniat menyusul Syadev dan Anggun, tapi tanpa sengaja aku bertabrakan dengan Kak Gio. Dan dia berniat mengganti kuenya," ujar Kaysa jujur.


"Ya Tuhan, hanya demi kue kamu mau saja di ajak ke rumahnya mantan pacar?" tanya Alarik semakin kesal.


Kaysa merangkulkan ke dua tangannya pada leher kekasihnya. Kemudian dia sentuh hidung Alarik dengan hidungnya.


"I Love you," bisik Kaysa manja.


Pesona Kaysa memang terlalu kuat, sampai Alarik tidak sanggup untuk menolaknya.


"Maksudku untuk bisa segera menikahimu agar tidak semakin menumpuk dosa kita. Karena setiap di dekatmu Kak Al tidak tahan untuk tidak menciummu," kata Alarik sadar.


"Itu salah Kak Al sendiri yang mudah tergoda," ejek Kaysa dengan senyuman nakal.


"Bukan seperti itu, buktinya Kak Al tidak pernah tertarik untuk memandang perempuan lain. Di luar negeri juga tidak kalah cantik-cantik loh," jawab Alarik mengelak.


Kaysa melepas pelukannya, dan berpaling meninggalkan kekasihnya. Alarik dengan tangkas meraih pergelangan tangan Kaysa.


"Kenapa marah?" tanya Alarik heran.


"Pokoknya tidak ada perempuan yang lebih cantik dariku," sungut Kaysa merasa kesal.


Alarik tertawa, karena sikap Kaysa yang manja dan mau menang sendiri itu selalu dirindukannya selama ini.


"Iya... wanita tercantik di dunia adalah Kaysa Malik," bujuk Alarik sambil mengelus kepada Kaysa layaknya seekor kucing.


"Kenapa tertawa terus?" tanya Kaysa kesal.


"Kamu mirip kucing kecil yang galak tapi menggemaskan," jawab Alarik menahan tawanya.


Kaysa langsung memukul Alarik di bagian lengan kanannya.


"Aduh, Kaysa. Pukulanmu itu sakit sekali loh," rengek Alarik.


"Kalau sakit kenapa terlihat bahagia seperti itu?" ejek Kaysa yang ikutan tertawa.


Alarik langsung memeluk tubuh Kaysa dengan erat.


"Pokoknya kita harus segera menikah, aku tidak ingin berpisah lagi denganmu," bisik Alarok mesra.


"Kalau Ayah dan Bunda belum mengizinkan?" tanya Kaysa ragu.


"Semua biar Kak Al yang mengatur, kamu tinggal duduk manis dan menerima kabar baiknya," jawab Alarik menenangkan kekasihnya.


Kaysa merasa sangat nyaman dalam pelukan hangat Alarik. Dalam hatinya juga tidak ingin berpisah jauh dari kekasih tampannya.


"Ayo kita pulang dulu, kasihan Syadev dan Anggun," ajak Alarik sambil memegang tangan Kaysa.


"Biarin saja, mereka pasti juga senang kalau ditinggal berduaan," jawab Kaysa enteng.


Takk...


"Anak nakal," ucap Alarik lembut sambil menjitak kepala Kaysa.


Kaysa hanya tertawa, karena kepalanya sama sekali tidak merasakan sakit.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Syadev dan Anggun baru saja selesai makan. Sebagai Tuan Muda dari pemilik hotel tersebut Syadev mendapat perlakuan yang istimewa.


"Mau pesan kamar hotel sekalian?" tanya Manager bersuka cita.


"Tidak perlu, aku tidak menginap di sini. Biar aku menunggu Kak Al di kamarnya saja," jawab Syadev dengan wajah datar.


"Iya, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu. Kalau nanti butuh apa-apa silahkan hubungi saya," ucap Manager dengan hormat.


"Iya, terima kasih," jawab Syadev sambil mengajak Anggun berdiri dan menuju kamar Kakaknya.


Mereka hanya berduaan saja, membuat keduanya menjadi canggung.


"Apa mereka masih lama?" tanya Anggun tersenyum canggung.


"Entahlah, dan kamu kenapa takut seperti itu? Aku tidak akan ngapa-ngapain kamu," jawab Syadev serius.


"Iya, aku tahu tipe kamu bukanlah gadis seperti aku," ucap Anggun sadar diri.

__ADS_1


"Bu... Bukan seperti itu," sela Syadev menyesal dengan sikapnya yang memang terbiasa dingin.


Keduanya menjadi sama-sama terdiam.


"Situasi yang tidak nyaman, aku sama sekali tidak bisa berkutik," batin Syadev.


"Di dekat Syadev hatiku semakin berdebar-debar. Tapi aku juga sadar jika aku memang tidak pantas untuknya," batin Anggun tertunduk lesu.


Di dalam kamar Alarik sangat sunyi dan tenang, hanya terdengar bunyi detik jam yang terus berputar.


Sampai tiba-tiba mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan Syauqi, Zhia dan Flora.


Syadev yang ketahuan berbohong itu wajahnya langsung memucat. Apalagi kini dirinya hanya berduaan saja dengan Anggun di kamar Hotel.


"Loh, kenapa Kak Syadav dan Kak Anggun ada di sini? Di mana Kak Kaysa?" tanya Flora antusias.


Syadev hanya nyengir dan tidak berani menjawab.


Syauqi menyeringai, karena Daddy tampan itu sudah menciduk putra-putrinya.


"Sudah kuduga kalian berada di sini.


Lain kali jangan pernah main-main dengan Ayah! Karena apa yang kalian lakukan di luar Ayah pasti tahu," tutur Syauqi tegas.


Zhia mendekati Syadev dan menjewer kupingnya.


"Di mana Kaysa?" tanya Zhia kesal.


"Ampun, Bun. Kaysa tadi menghilang, tapi sedang dicari Kak Al," jawab Syadev gemetar, padahal jeweran Bundanya sama sekali tidak sakit.


Zhia menatap wajah suaminya untuk meminta pendapat mengenai kedua anaknya yang sudah berbohong itu.


"Ayah sedang memikirkan hukuman apa yang pantas untuk kalian, tapi sebaiknya kita menunggu Kaysa pulang dulu," kata Syadev menakut-nakuti.


"Ayah, Bunda. Ada kue, apa aku boleh memakannya?" tanya Flora bersemangat.


"Itu punya Kak Al, pasti boleh," jawab Zhia berubah tersenyum manis pada putrinya.


Anggun ketakutan, gadis itu menunduk dan merasa bersalah.


Syauqi dan Zhia hanya tersenyum saja melihat gadis yang sederhana itu.


"Ayah, Bunda. Ini tidak ada urusannya dengan Anggun. Niatnya ke sini hanya untuk melihat Universitas terbaik di kota ini yang bisa memberikan beasiswa full untuk murid berprestasi saja," kata Syadev cemas.


"Apa Ayah dan Bunda terlihat ingin memarahi pacarmu?" goda Syauqi tersenyum puas.


"Kita hanya sebatas teman, tidak pacaran. Bukankah kata Bunda pacaran itu berdosa?" jawab Syadev membela diri.


"Bukan hanya pacaran saja, tapi berduaan dengan lawan jenis yang belum halal juga," tutur Zhia.


Syauqi menahan tawa, karena putranya itu sangat lugu dalam hal perempuan.


Sedangkan Zhia merasa bangga karena Syadev bisa menjaga dirinya sendiri. Namun yang Zhia khawatirkan adalah Kaysa, karena gadis itu masih suka sembrono.


"Sudah tenanglah! Kita sebaiknya makan kue ini dulu," ajak Syauqi mencairkan ketegangan.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Alarik dan Kaysa sudah sampai di hotel.


Dengan percaya diri Kaysa bergelayut di lengan kekasihnya. Dan Alarik sama sekali tidak menolak.


"Wah, Kakak beradik tapi mesra ya?"


"Mereka berdua juga sangat cocok kalau seandainya jadi sepasang kekasih."


Samar-samar Zhia mendengar bisikan pegawai hotel, Kaysa langsung melepaskan tangannya dan berjalan mendahului Alarik.


"Seandainya jadi kekasih? Kakak beradik? Rupanya semuanya berpikir kalau aku adiknya, pasti mereka juga mengira kalau kekasih Kak Al adalah Kak Orlin," batin Kaysa sambil cemberut.


Alarik hanya tertawa lirih,pemuda tampan itu sangat tahu dengan apa yang sedang dipikirkan kekasihnya yang masih labil itu.


Kaysa yang hendak masuk ke kamar hotel seketika berhenti di depan pintu yang sudah terbuka.


Kaysa yang mengerem dadakan itu membuat Alarik menabrak punggung Kaysa dari belakang.


"Ada apa?" tanya Alarik heran.


Kaysa tidak menjawab, gadis itu melangkah ketakutan tanpa berani melihat kedua orang tuanya.


Alarik tersenyum, karena gadis itu masih memiliki rasa hormat dan takut pada orang tuanya.


"Ayah, Bunda. Kenapa kalian tidak mengabari dulu kalau mau ke sini?" sapa Alarik tersenyum riang dan santai.


"Kejutan... Selamat ulang tahun ya, Kak Alarik. Ini hadiah dari flora," sergah Flora sambil memberikan bungkusan kotak.


"Iya, adikku sayang. Terima kasih banyak ya, sayang," jawab Alarik senang.


"Selamat ulang tahun ya, semoga selalu sehat, panjang umur dan bahagia. Sukses dunia akhirat," timpal Zhia menangis haru, bagaimanapun juga Bundanya Kaysa itu selalu menganggap Alarik adalah putranya sendiri.


"Selamat ulang tahun ya, semua do'a terbaik untukmu. Maaf Ayah terburu-buru karena ingin menangkap kebohongan dua kancil, jadi tidak sempat membeli hadiah. Kamu mau minta apa?" tanya Syauqi tersenyum penuh wibawa.


"Menikah dengan Kaysa setelah lulus SMA " jawab Alarik yakin dan tegas.

__ADS_1


"Apa?" Pekik semuanya terkejut kecuali Kaysa yang masih tertunduk karena ketakutan.


"Iya, menikah dengan Kaysa. Usia Kaysa sudah hampir 19 tahun nanti," jawab Alarik mantap.


"Tapi sikap Kaysa belum dewasa, dia pasti belum siap menjadi seorang istri yang baik ataupun menjadi seorang ibu," tutur Zhia menasihati.


"Bunda, percayalah! Aku akan menjaga Kaysa dengan baik. Aku tidak akan menuntut Kaysa apapun, biarlah dia menjadi diri sendiri dan meskipun nanti sudah menikah, tapi tidak ada yang berubah dalam kehidupannya. Kuliah, bermain-main, pokoknya melakukan apapun sesuka hatinya," jawab Alarik meyakinkan Bundanya.


Kaysa hanya terdiam dan berpikir panjang.


"Ayah, selama ini aku belajar giat hanya untuk bisa sukses dan menikahi Kaysa. Akan aku jamin kehidupan Kaysa seperti tuan puteri yang tidak kekurangan apapun. Aku juga bersumpah akan selalu berusaha membahagiakannya," bujuk Alarik lagi beralih pada Ayahnya.


Syauqi juga berpikir keras, karena dirinya masih merasa berat untuk melepaskan putrinya yang masih bersikap manja dan sembarangan itu.


Kaysa diam-diam terharu juga dengan perjuangan Alarik selama ini, Kaysa baru sadar jika cinta Alarik sangatlah dalam padanya.


"Anak jaman sekarang sangat susah untuk mengontrol diri, apa sebaiknya Kaysa menikah sekalian? Supaya dia secara perlahan bisa berubah menjadi perempuan yang bersikap baik dan terjauh dari dosa," batin Zhia.


"Alarik pemuda yang sangat bertanggung jawab, setia dan sangat mencintai Kausa. Aku yakin hanya Alarik yang cocok untuk putriku. Menikah muda juga tidakmasalah, asalkan mereka menunda untuk memilik anak terlebih dahulu. Karena Aku tidak tega dengan Kaysa yang belum siap menjadi seorang ibu," batin Alarik.


"Ayah, Bunda. Bagaimana?" tanya Alarik penuh harap.


"Baiklah, Bunda merestui. Asalkan Kaysa mau berubah," jawab Zhia.


Kaysa yang dilirik bundanya hanya merenges saja merasa tersindir.


"Ayah juga setuju, asalkan kalian menunda punya anak sampai Kaysa lulus kuliah," timpal Syauqi.


"Siap, Ayah. Aku juga berpikiran seperti itu. Niatku menikahi Kaysa supaya kita bisa bersama dan tidak terpisah lagi. Terima kasih," jawab Alarik sambil memeluk kedua orang tua angkatnya itu.


"Kaysa, apa kamu siap?" tanya Syadev tak percaya.


"Siap-siap saja. Asalkan aku nanti diperlakukan seperti ratu dan di beri kartu kredit tanpa batas," jawab Kaysa seenaknya.


Syadev kesal, karena saudara kembarnya itu terlihat berpikir sembarangan Soal pernikahan.


"Apa Syadev juga mau menikah sekalian?" tanya Syauqi pada putranya.


"Tidak, Ayah. Syadev masih ingin kuliah di Amerika dan menjadi orang yang hebat seperti Ayah," jawab Syadev.


"Benar itu, karena kamu kelak akan meneruskan perusahaan Ayah," ucap Syauqi bangga.


"Terus aku dapat apa?" tanya Kaysa iri.


Alarik tertawa, karena putrinya itu memang suka hidup mewah.


"Tenanglah! Lagi pula calon suamimu itu sudah kaya raya. Ayah juga sudah menyiapkan bagianmu sendiri, Ayah akan bersikap adil pada kalian," jawab Syauqi.


"Ayah kalian masih hidup kenapa sudah membahas warisan?" sergah Zhia.


"Kaysa, tuh?" maki Syadev.


"Apa-apaan. Tadi aku hanya bercanda saja," balas Kaysa membela diri.


"Sudah ayo kita duduk dulu," kata Syauqi menengahi pertengkaran saudara kembar itu.


"Apa sebaiknya kalian menginap di sini dulu? Karena nanti malam ada pesta ulang tahunku," ucap Alarik.


"Tentu saja, aku juga ingin melihat karyawan kamu dan Om kamu secara langsung," jawab Syauqi tersenyum senang.


"Kak Al, boleh nggak kalau kartu kreditnya aku minta sekarang? Aku ingin shopping membeli gaun mewah," pinta Kaysa.


Semua tertawa Karena Kaysa selalu berterus terang.


"Jadi perempuan itu harus memiliki rasa malu sedikit," sindir Syadev.


"Nanti buat membelikan gaunnya Anggun juga loh, malam ini kekasihmu akan aku sulap jadi Dewi. Kamu akan menyesal nanti karena sudah berkata buruk padaku," jawab Kaysa enteng.


Syadev langsung terdiam karena merasa malu, sedangkan Anggun hanya menunduk sedari tadi karena merasa minder.


"Ini bawa punya Kak Al dulu! Nanti setelah ini aku buatin khusus untukmu. Mau di antarkan?" kata Alarik sambil mengeluarkan isi dompetnya.


"Tidak! Aku hanya ingin belanja dengan Anggun saja," jawab Kaysa sambil menerima kartu kredit itu dengan senang hati.


Syauqi hanya menggeleng-ngeleng kepala, karena Kaysa selalu boros dan hoby shopping baju, make up dan barang-barang branded lainnya.


Sangat Berbeda jauh dengan Bundanya yang belanja kalau diajak Syauqi saja.


"Ayo Anggun," ajak Kaysa.


"Iya," jawab Anggun menurut.


Kemudian kedua gadis itu berpamitan pada semua orang.


"Syadev, mana kunci mobilmu," pinta Kaysa setengah memaksa.


Syadev menyerahkan dan langsung berbaring ke kamar Kakaknya untuk tidur.


Sedangkan Alarik masih duduk di sofa dan mendapat banyak ceramah dari Kedua orang tua calon istrinya itu.


**Terima kasih atas dukungan kalian selama ini.


Jangan lupa terus like dan vote ya🙏 Karena itu sangat berarti bagi Author🤗

__ADS_1


Yang punya saran langsung komen saja ya🤗 Dengan senang hati Author menantinya🌹**


__ADS_2