CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kepolosan anak-anak


__ADS_3

Kaysa dan Syadev adalah anak yang sangat cerdas dan berbakat. Pagi ini setelah sarapan mereka bisa melaksanakan hukuman dengan baik.


"Bagus, tapi masih harus diperbaiki cara bacaannya antara Idgom dan ihfak. Kalian harus bisa membedakannya," ucap Zhia.


"Iya, Bunda," jawab Kaysa dan Syadev menundukkan kepala mereka.


"Sekarang kalian berangkat sekolah dulu, karena Ayah sedang sibuk jadi kalian diantar sopir ya," ucap Syauqi.


Kedua orang tua anak kembar itu mengantar anak-anak mereka sampai di depan pintu ruangan kantor pribadi Syauqi, karena sudah ada sopir yang menjemput sampai lantai atas.


"Assalamu'alaikum," pamit Kaysa dan Syadev.


"Wa'alaikumsalam," jawab Syauqi dan Zhia bersamaan.


********************************


Disekolah Darren menanti di gerbang pintu, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Kaysa.


"Pagi, Darren. Kenapa kamu masih di sini?" tanya Zahra lembut.


"Aku sedang menunggu kaysa," jawab Darren.


"Memangnya kenapa dengan Kaysa? Kok kamu kelihatan cemas," tanya Zahra penasaran.


"Kaysa kemarin mengacak-ngacak kantor sampai berantakan seisi ruangan," jawab Darren.


Zahra malah tertawa, sepupunya itu tahu jika Kaysa anak yang sangat pemberani.


"Kenapa kamu belum masuk?" tanya Darren heran.


"Aku menemani kamu di sini," jawab Zahra tersenyum malu.


"Baiklah kalau begitu," ucap Darren tersenyum manis.


"Darren, kamu perhatian sekali dengan Kaysa. Apa kamu menyukainya?" tanya Zahra penasaran.


Darren hanya diam karena merasa malu.


Seketika wajah Zahra berubah muram.


Beberapa menit kemudian Kaysa dan Syadev datang, wajah Darren langsung cerah.


"Kaysa, kamu tidak apa-apa?" tanya Darren cemas.


"Tenang, cuma dihukum begitu, kecil," jawab Kaysa santai.


"Hey, kenapa kamu cuma khawatir padanya? Aku juga kena hukuman," protes Syadev.


"Aku mengkhawatirkan kalian semua kok," ralat Darren tersenyum malu.


"Darren, apa aku boleh melihat Karren ke rumah kamu?" tanya Zahra lembut.


"Tentu boleh, nanti kalian datang ke rumah aku semua ya?" ucap Darren riang.


"Maaf, Darren. Aku tidak bisa," sela Syadev.


"Aku juga tidak bisa, nanti pulang sekolah aku dan syadev ada jadwal pelatihan ilmu bela diri," timpal Kaysa.


"Kalau begitu aku ikut ya?" tanya Darren pada Kaysa.


"Sebaiknya kamu minta izin dulu sama Mama kamu," jawab Kaysa, karena dia tahu jika kondisi Darren mudah sakit.

__ADS_1


Darren hanya menganggukkan kepalanya.


"Maaf, Zahra. Melihat Karren besok saja ya?" ucap Darren.


"Iya, tidak apa-apa," jawab Zahra lembut.


"Ayo masuk ke kelas," kata Syadev dengan gaya cueknya.


Mereka berempat berjalan beriringan menuju kelas mengikuti Syadev.


***************************************


"Anak-anak kita hebat ya? Dalam waktu semalam sudah lancar menghafalkan surahnya," ucap Syauqi bangga.


"Iya, tapi tidak perlu terlalu dipuji di depan mereka. Nanti jika mereka mudah merasa puas justru mereka jadi malas belajar lagi," sela Zhia.


"Aduh, punggungku sakit. Tidur di sofa tidak nyaman," kata Syauqi memelas.


"Salah sendiri," jawab Kaysa ketus.


"Loh, kok jadi seperti Kaysa," protes Syauqi manja.


"Sudah fokus bekerja saja, aku mau tidur dulu " jawab Zhia yang masih merasa kesal karena kemaren.


"Tidak pernah macam-macam saja sudah diperlakukan seperti ini. Bagaimana kalau aku selingkuh beneran? Wah, Pasti sudah habis aku," batin Syauqi.


Dia merasa ngeri membayangkan kemarahan istri dan anak-anaknya.


************************************


Sepulang sekolah Darren, Kaysa dan Syadev masih berdiri di pintu gerbang bersama satpam. Karena jemputan mereka belum datang.


Sepuluh menit kemudian mobil Papanya Darren baru kelihatan.


"Mama sedang sibuk ya, Pa?" tanya Darren.


"Iya, sedang keluar kota dengan Tante Elly," jawab Donny.


Darren tersenyum senang, karena Mamanya sangat tegas jika Darren minta yang aneh-aneh. Berbeda dengan Papanya yang mudah di bujuk.


Dengan riang Darren segera mengajak kedua temannya masuk ke mobil.


"Pa, Darren mau ikut belajar ilmu bela diri dengan Kaysa dan Syadev ya?" ucap Darren memohon.


"Tidak, sayang. Nanti kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?" kata Dony fokus melihat jalan.


"Tenang saja, Om Dony. Nanti Kaysa jagain Darren," timpal Kaysa yang duduk di belakang bersama saudaranya.


"Iya, ada aku juga," kata Syadev serius.


"Papa takut nanti dimarahi Mama, Sayang," ucap Dony lembut.


"Jangan sampai tahu, bilang saja sama Tante Nindya kalau Darren bermain dengan kami di kantor," sergah Kaysa.


"Anak kecil sudah pandai berbohong ya?" sindir Dony.


"Itu kalau terpaksa, seandainya Tante Nindya tidak bertanya ya diam saja," kata Kaysa riang.


"Kancil kecil ini, wajahnya sangat cantik seperti Bundanya. Tapi kelakuan liciknya mirip dengan Ayahnya," batin Dony yang tidak bisa menghentikan tawanya.


Pada akhirnya Dony mengizinkan juga, karena sepanjang perjalanan Kaysa terus menyerangnya.

__ADS_1


Setelah Darren berganti pakaian di rumahnya, mereka langsung menuju ke kantor.


Sampai di sana Zhia sudah menyiapkan makanan untuk makan siang.


"Don, ikut makan bersama kami sekalian," ucap Syauqi.


"Dengan senang hati," jawab Dony riang.


"Kalian ganti baju sebentar sana," perintah Zhia pada kedua anaknya.


"Iya, Bunda," jawab Syadev dan Kaysa patuh.


"Darren, apa kamu yakin mau ikut pelatihan bela diri?" tanya Syauqi cemas.


"Iya, Om Syauqi. Kalau sudah besar aku ingin gantian menjaga Kaysa," jawab Darren yakin.


Syauqi dan Dony sempat tertegun dengan jawaban anak kecil itu.


"Kalau mau cepat besar, sekarang makan yang banyak ya? Biar tumbuh kuat," bujuk Zhia.


"Terima kasih, Tante," jawab Darren.


Zhia tertawa, Karena anak lelaki di depannya sangat manis dan penurut.


Setelah Kaysa dan Syadev selesai berganti pakaian, mereka semua makan secara bersamaan.


"Tante, kenapa hanya memakan roti tawar?" tanya Darren heran.


"Adikku yang sedang pengen," sela Kaysa.


"Memangnya bayi di perut bisa bicara?" tanya Darren polos.


"Tentu saja, tapi hanya Bunda yang bisa mendengar," jawab Kaysa yakin.


"Kamu bisa tahu kata siapa?" tanya Darren penasaran.


"Kata Ayah dong," jawab Kaysa.


"Kalau sedang makan itu tidak boleh sambil bicara," tegur Syadev seperti orang dewasa.


ketiga orang tua itu hanya tersenyum sendiri melihat tingkah anak-anak yang lucu.


Selesai makan siang, Syauqi mengajak sholat berjamaah.


"Aku tidak bisa sholat, Om Syauqi. Karena Papaku tidak pernah mengajari," ucap Darren lantang.


Dony hanya nyengir karena merasa dipermalukan putranya di depan umum.


"Tidak apa-apa, sekarang hanya perlu mengikuti dari belakang saja. Kamu sering-sering main ke sini ya? Biar nanti Om Syauqi ajari," kata Syauqi sambil melirik ke arah Dony yang wajahnya memerah.


"Terima kasih, Om Syauqi," ucap Darren semangat.


Dony yang tidak pernah sholat akhirnya juga ikutan sholat karena merasa malu dengan putranya sendiri.


"Pa, di rumah kita sering-sering seperti ini ya dengan Mama juga," ucap Darren riang.


"iya..." jawab Dony gugup.


Syauqi hanya tertawa melihat sahabatnya yang salah tingkah itu.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2